... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Terapkan Standar Ganda dalam Teror Bom di Masjid Minnesota, Publik Mengecam

Foto: Teror bom di Masjid Minnesota.

KIBLAT.NET, Minnesota – Pemerintah AS dikecam lantaran menerapkan standar ganda saat masjid di Minnesota mendapat teror bom saat jamaah hendak shalat Shubuh.

Di media sosial, kecaman kepada pemerintahan Donald Trump bermunculan karena tidak bereaksi atas aksi pengeboman di Islamic Center Dar Al Farooq pada Sabtu (05/08) tersebut.

Publik AS mempertanyakan mengapa Presiden Trump gagal menanggapi serangan teroris yang menargetkan warga Muslim. Mark Follman, seorang editor majalah Mother Jones, menyindir Trump yang bungkam atas serangan di tempat ibadah itu.

“Ternyata ada bom teroris di Minnesota hari ini (Sabtu). Coba tebak mengapa Trump tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu,” tulis Follman melalui akun Twitter-nya, @markfollman, Senin (07/08) seperti dikutip Sindonews.

“Pada masa normal, pemboman rumah ibadah dengan IED tidak akan dikenali oleh presiden AS,” lanjut Follman, setelah mem-posting daftar serangan sebelumnya yang dilakukan oleh penyerang sayap kanan yang juga tidak ditanggapi Trump.

Pengguna media sosial lainnya, Marty Parrish, via akun Twitter-nya, @Marty_Parrish, bertanya, “Apakah saya merindukan pernyataan Trump tentang kekhawatiran korban bom dan jamaah masjid ini? Apakah dia peduli?”

Kendati demikian, Trump bukan satu-satunya target kemarahan publik. Media-media AS yang kurang dalam memberitakan kejadian itu juga dikecam. Setelah rentetan kecaman bermunculan, beberapa media AS kemudian mempublikasikan cerita tentang serangan tersebut. Meskpiun hal itu tidak meredakan amarah publik.

BACA JUGA  Rusia dan China Gagalkan Upaya AS Hentikan Operasi Militer Turki di Suriah

Seorang pengguna Twitter, Brown Saraah, melalui akun-nya, @Brown_Saraah, menulis, “Seseorang mengebom sebuah masjid di Minnesota baru-baru ini. Anda mungkin tidak mendengar tentang hal ini karena media mainstream suka mengutuk Muslim.”

Aktivis Simran Jeet Singh menuduh media menghindari istilah “terorisme” dalam kejadian tersebut. “Apakah Anda bercanda dengan judul ini sekarang? Tidak bisakah Anda menyebutnya terorisme karena umat Islam adalah sasarannya? Mengapa berstandar ganda?” katanya menanggapi sebuah artikel New York Times, yang menggunakan istilah “ledakan” untuk menggambarkan serangan tersebut.

Bersamaan dengan ramainya kecaman publik atas sikap pemerintah AS terkait serangan bom di Masjid Dar Al Farooq, Gubernur Minnesota, Mark Dayton, menyatakan serangan itu sebagai aksi terorisme.

Gubernur Dayton, bersama dengan delegasi pejabat publik yang mengunjungi masjid menyerukan masyarakat untuk bersatu melawan serangan semacam itu.

“Tindakan yang mengerikan, sombong, pengecut itu dilakukan,” katanya. “Ini adalah tindakan kriminal terorisme,” ujar Dayton, yang juga menggambarkannya sebagai kejahatan kebencian yang tak termaafkan.

Sumber: Sindonews.com
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “AS Terapkan Standar Ganda dalam Teror Bom di Masjid Minnesota, Publik Mengecam”

  1. Ahli makar Mmg, Sdh ma’ruf

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komnas HAM: Ketika Islam Jadi Minoritas, Sulit Mendirikan Rumah Ibadah

Oleh sebab itu, Imdadun menegaskan bahwa toleransi antar umat beragama di Indonesia sulit ketika Islam menjadi minoritas.

Ahad, 06/08/2017 13:15 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Akhir Negara Bangsa?

Negara bangsa adalah ide imajiner yang sebagian besar manusia di dunia sepakat atasnya. Fakta bahwa garis imajiner yang dibentuk beberapa ratus tahun yang lalu mendefinisikan identitas manusia hari ini dan membedakannya dengan manusia lain yang tinggal di wilayah lain di luar garis imajiner tersebut merupakan hal yang bisa dianggap aneh.

Ahad, 06/08/2017 10:59 0

Indonesia

Pasca HTI Dilarang, Mendikbud Minta Organisasi Islam Bantu Pembinaan di Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengharapkan organisasi kepemudaan seperti Persatuan Islam Indonesia (PII) melakukan pembinaan di sekolah lagi. Organisasi tersebut diharapkan dapat mengisi hari libur ketika sekolah lima hari diterapkan.

Ahad, 06/08/2017 09:20 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin Ibrahim: Allah Lebih Tahu yang Terbaik Untukmu

KIBLAT.NET – Ust. Muhajirin Ibrahim: Allah Lebih Tahu yang Terbaik Untukmu. Sering kali kita berprasangka...

Ahad, 06/08/2017 09:13 0

Indonesia

Mendikbud Apresiasi Pelantikan Ketum PB PII

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Budaya, Muhadjir Effendy mengapresiasi pelantikan Ketua Umum Pengurus Besar...

Ahad, 06/08/2017 06:40 0

Indonesia

Ketua Umum PB PII Dilantik, Ini Saran PII Untuk Pemerintah 

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII), baru saja melantik ketua umumnya yang...

Ahad, 06/08/2017 06:16 0

Indonesia

Polisi Israel Tetapkan Benjamin Netanyahu Tersangka Kasus Suap dan Penipuan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus yang disematkan kepada dirinnya.

Sabtu, 05/08/2017 18:44 0

Editorial

Demi Dana Haji, Kemabruran Jangan Dinodai

Disamping polemik izin jamaah dalam pemanfaatan dana haji, pemerintah juga harus memberikan garansi bahwa investasi yang dilakukan harus bebas dari unsur-unsur yang haram

Sabtu, 05/08/2017 18:08 0

Info Event

Suami Lumpuh, Istri dan Dua Anak Penghafal Al-Qur’an Patah akibat Kecelakaan, Ayo Bantu!

Dua anak Budi merupakan siswa TK di sekolah Rumpun Muslim Jatisrono, Wonogiri. Shonum dan Oca dikenal sebagai siswa yang gemar menghafal Al-Qur’an serta membantu orangtua berjualan.

Sabtu, 05/08/2017 17:00 0

Indonesia

Jokowi Beri Perhatian Khusus pada Pelajar Islam, Kata Mendikbud

"Perkembangan pelajar Islam sudah bagus, dan sekarang memiliki gairah baru"

Sabtu, 05/08/2017 16:44 0

Close