... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Akibat Tidak Tunduk Syariat

  1. Terhalang dari Pertolongan Allah dan Kekuasaan-Nya

Tidak ada satu sebab pun yang memicu umat ini terabaikan dan terhalang dari pertolongan Allah, kecuali karena mereka enggan berhukum pada syariat-Nya. Mengabaikan penerapan syariat artinya mengabaikan syarat meraih kemenangan yang dinyatakan dalam banyak sekali ayat Al-Qur’an, seperti firman Allah, “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Katsir mengatakan:

إن تنصروا دين الله وشريعته بالعمل بها، وتعظيمها ينصركم الله على انفسكم، وأعدائكم من شياطين الجنّ والإنس، فإن الجزاء من جنس العمل

 “Jika kalian menolong agama dan syariat Allah dengan mengamalkan dan mengagungkannya, niscaya Dia akan menolong kalian untuk mengatasi diri kalian sendiri, juga musuh-musuh kalian dari golongan setan jin dan manusia, karena balasan diberikan sesuai dengan amal. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/175)

Makna tersebut sesuai dengan keterangan lain yang menyebutkan bahwa kelompok yang  diteguhkan kedudukannya oleh Allah di muka bumi adalah mereka yang mau menerapkan syariat-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 41)

Karena itu, sumber kemuliaan dan kemenangan umat ini tidak lain bergantung pada sejauh mana berpedoman pada agama dan menerapkan hukum-hukum syariat dalam semua lini kehidupan, seperti yang dikatakan Umar bin Khattab, “Dulu, kami kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan kami dengan Islam. Seperti apa pun kami berusaha mencari kemuliaan selain dari Islam, Allah pasti menghinakan kami.”

  1. Kehinaan Saat Nyawa Dicabut

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi), ‘Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan,’ sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 25-28)

BACA JUGA  Ali Syari'ati: Pemikir Syiah yang Dibenci Syiah

Ayat-ayat di atas mengancam sekelompok orang yang menyimpang dari apa yang diturunkan Allah. Mereka adalah orang-orang yang menuruti para musuh-Nya, seperti Yahudi dan Nasrani, pada sebagian yang mereka perintahkan.

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala juga menyebut orang-orang seperti ini murtad karena tindakan seperti itu, dan mengancamkan tempat kembali yang gelap gulita serta siksa yang menyakitkan. Itu semua diawali sejak detik-detik pertama ketika meninggalkan dunia. (lihat: Tafsir Al-Qasimi, 6/259 dan Tafsir Ath-Thabari, 26/60)

Firman Allah, “Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?”

Ibnu katsir menafsirkan:

كيف حالهم إذا جاءتهم الملائكة لقبض أرواحهم وتعصّت الأرواح في أجسادهم، واستخرجتها الملائكة بالعنف والقهر والضرب

“Yaitu bagaimana kondisi mereka kala malaikat pencabut nyawa datang untuk merenggut ruh mereka, tapi ruh-ruh di jasad enggan untuk dikeluarkan, akhirnya para malaikat mengeluarkannya dengan kasar, keras dan disertai pukulan. (Tafsir Ibnu Katsir, 7/323)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman terkait kelompok yang menyimpang dari syariat yang diturunkan-Nya,

”Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, ‘Telah diwahyukan kepada saya,’ padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, ‘Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.’ Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), ‘Keluarkanlah nyawamu,’ di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (Al-An’âm: 93)

  1. Memakan Api Neraka dan Mendapat Murka Allah
BACA JUGA  Akhir Nasib Penguasa Tiran

Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orangorang yang berselisih tentang (kebenaran) Kitab itu, benarbenar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).” (QS. Al-Baqarah: 174-176)

Setelah membahas sebagian hukum-hukum syariat, seperti larangan memakan bangkai, darah, babi dan hewan yang disembelih untuk selain Allah, ayat-ayat di atas selanjutnya mengancam orang-orang yang menyembunyikan syariat demi keuntungan kecil yang mereka makan, karena menyembunyikan syariat akan berujung pada berbagai macam penyimpangan.

Orang-orang yang menyembunyikan kebenaran yang diturunkan demi mendapatkan keuntungan tidak seberapa itu pada hakikatnya melakukan tindakan haram, karenanya Allah akan menyiksa mereka dengan neraka Jahanam, memakan api dalam arti yang sebenarnya kelak pada hari Kiamat, sebagai balasan atas memakan uang hasil suap terhadap agama. (Tafsir Al-Qurthubi, 2/239 dan Tafsir As-Sa’di, 1/134)

Demikian di antara akibat buruk yang dirasakan manusia ketika meninggalkan hukum Allah. Semua itu Allah terangkan secara jelas dalam ayat suci Al-Qur’an. Tidak ada yang samar atau multitafsir. Ancaman-Nya jelas, siapa pun yang menolak menaati hukum Allah dan lebih cenderung dengan keputusan hawa nafsunya, Allah timpakan kemelaratan hidup. Sebagai umat Islam, kita yakin bahwa semua ancaman yang Allah pasti adanya. Kalaupun di dunia belum terlihat, tentu di akhirat kelak Allah timpakan azab-Nya kepada siapa pun yang sombong dan menolak syariat yang telah diwajibkan kepadanya. Na’udzubillah min dzalik! Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari sikap sombong tersebut.

Penulis : Fakhruddin

Editor : Arju

 

1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

IHH Salurkan Bantuan Pangan dan Hari Raya untuk 3.000 Keluarga di Al-Bab

Lembaga kemanusiaan internasional yang berpusat di Turki, Insani Yardim Vakfi atau IHH kembali mengirimkan konvoi bantuan ke Suriah utara.

Jum'at, 04/08/2017 19:03 0

Afrika

Al-Shabab Ambil Alih Kota Baru di Selatan Somalia

Gerakan Islam Al-Shabab Somalia mengambil alih kota Lego, provinsi Shabelle, Somalia Selatan, pada Jumat pagi (04/08) waktu setempat. Kemenangan ini diraih setelah pasukan pemerintah dan Uni Afrika meninggalkan kota tersebut.

Jum'at, 04/08/2017 19:00 0

Indonesia

Komisioner Komnas HAM: Anggota HTI Tidak Perlu Dihukum

Ketua Komnas HAM, Imdadun Rahmat menduga bahwa Perppu No 2 tahun 2017 ( Perppu Ormas) akan dimanfaatkan rezim untuk membungkam suara kritis.

Jum'at, 04/08/2017 18:08 0

Asia

Hampir Saja Masuk Jurang, Bus Pengangkut 26 Jamaah Haji Akhirnya Selamat

Foto yang beredar luas di media sosial menunjukkan posisi bus yang hampir jatuh ke jurang sedalam 12 kaki. Hampir setengah badan bus telah berada di luar pagar pembatas jalan.

Jum'at, 04/08/2017 18:00 0

Yaman

Koalisi AS, UEA dan Yaman Serang Markas AQAP di Yaman Selatan

Operasi itu digelar setelah sehari sebelumnya, pejuang AQAP melakukan penyerangan dan menewaskan enam pasukan anti-teror yang didirikan oleh UEA.

Jum'at, 04/08/2017 17:15 0

Palestina

PM Israel Benjamin Netanyahu Tersandung Kasus Suap dan Penipuan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan dan penipuan. Kepolisian mengkonfirmasikan kabar tersebut kepada media pada Kamis (03/08).

Jum'at, 04/08/2017 16:39 0

Afrika

Diculik Tahun 2011, Sandera Swedia Ini Dibebaskan Al-Qaidah Tanpa Luka

Stephen McGowan adalah satu dari empat warga asing yang berkeliling Mali dengan sepeda motor yang kemudian diculik di sebuah restoran di kota Timbuktu.

Jum'at, 04/08/2017 15:10 0

Indonesia

Bertemu Kominfo, CEO Telegram: Kami Takkan Mengubah Privasi Pengguna

Kendati demikian, Durov akan mengambil sejumlah langkah terkait penggunaan Telegram di Indonesia. Di antaranya akan menindak tegas segala konten jenis propaganda dan terorisme.

Jum'at, 04/08/2017 14:15 0

Suriah

Amerika Khawatir Idlib Dikuasai Haiah Tahrir Syam, Ini Alasannya

"Konsekuensi serius" yang dimaksud Ratney yakni sulitnya meyakinkan Rusia untuk tidak kembali membombardir melalui udara ketika Haiah Tahrir Syam menguasai wilayah tersebut. Konsekuensi tersebut memungkinkan kelompok jihadis akan bergeser ke bagian timur jika dikalahkan.

Jum'at, 04/08/2017 13:56 0

Asia

Turki Rampungkan Masjid Terbesar di Asia Tengah, Begini Penampakannya

Yayasan Diyanet Turki telah selesai membangun masjid yang diklaim terbesar di Asia Tengah di ibukota Kyrgyz, Bishkek.

Jum'at, 04/08/2017 11:20 0

Close