... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Trump Sebut AS Kalah Perang di Afghanistan, Frustrasi?

Foto: Presiden AS Donald Trump.

KIBLAT.NET, Washington- Jenderal John Nicholson Jr. adalah komandan ke-17 militer AS dalam misi pendudukan (baca: penjajahan) di Afghanistan sejak invasi tahun 2001. Ketika arah perang & pertempuran terasa semakin berat, jabatan sebagai komandan tertinggi militer bukanlah posisi yang betul-betul mengenakkan. Dan nampaknya sang jenderal Nicholson menjadi tidak disukai oleh bosnya Presiden Trump setelah menggantikan posisi jenderal sebelumnya pada bulan Maret 2016 lalu.

Dari berbagai komentar dan pernyataan pejabat-pejabat di Washington saat ini diketahui secara detil tingkat kesulitan perang melawan pejuang dan entitas jihadis di Afghanistan. Dalam pertemuan maraton selama berjam-jam tanggal 19 Juli yang lalu, Presiden Trump mengeluhkan kepada para bawahannya bahwa AS kalah perang di Afghanistan.

Ia pun mengungkap perasaan frustrasi terhadap para penasehatnya yang terus mendesak dilakukannya eskalasi militer dengan menggelar invasi besar-besaran edisi kedua dalam perang yang berlarut-larut tiada akhir untuk meminimalisir dampak kekalahan.

Selama ini Trump termasuk yang menentang ide tentang eskalasi militer dan merasa skeptis bahwa langkah itu akan mampu membuat perubahan arah perang. Trump pun terlihat semakin frustrasi secara khusus terhadap Jenderal Nicholson, dan berulangkali ia mengatakan dalam pertemuan bahwa Nicholson harus dipecat karena dinilai gagal memenangkan konflik di Afghanistan.

Ini adalah soal ekspektasi apa yang diinginkan dari para komandan perang Amerika itu di Afghanistan. Mengingat ada sejumlah pihak sudah bisa memahami bahwa di lapangan situasi perang berkembang ke arah yang semakin sulit tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya yang relatif bisa memuaskan ambisi Presiden AS.

BACA JUGA  Tingkat Bunuh Diri Militer AS Naik 20% saat Pandemi Covid-19

Komentar Trump yang menyebut ingin memecat Nicholson dianggap lebih blak-blakan daripada aspirasi-aspirasi masyarakat sebelumnya terkait isu pemberhentian tugas para komandan militer Amerika. Tetapi memang masa jabatan Nicholson sebagai komandan militer di Afghanistan yang baru satu tahun lebih sedikit itu seharusnya sudah dianggap cukup untuk membuat perubahan.

Apapun itu, apakah terkait soal rotasi jabatan untuk sekedar memberi gambaran bahwa langkah dan kebijakan pemerintah AS masih ada, terdapat sejumlah laporan bahwa beberapa pihak di internal Gedung Putih sendiri mendesak penarikan mundur secepatnya militer negara itu dari Afghanistan. Kebijakan penarikan mundur pasukan tersebut dianggap langkah yang paling realistis daripada terus menerus bereksperimen dalam konflik yang sudah di depan mata gagal dimenangkan. (Syaf)

 

 

Sumber: Antiwar
Redaktur: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komisi I Ajak Semua Pihak Terlibat Hadapi Israel

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta memandang bahwa Israel tidak bisa hanya dihadapi secara reaktif.

Kamis, 03/08/2017 18:10 0

Tarbiyah Jihadiyah

Kenapa Kemenangan Tak Kunjung Menyapa?

Kemenangan adalah suatu hal yang dicita-citakan oleh siapapun. Entah dia berada di atas kebenaran atau kbatilan pasti mendambakan hal ini. Satu hal yang membedakan adalah umat Islam hanya menggantungkan kemenangan pada Allah semata. Sedangkan para musuh Allah mengkalkulasikan kemenangan pada hitungan matematika semata.

Kamis, 03/08/2017 17:49 0

Tazkiyah

Si Pembela Keislaman Fir’aun

Ia seorang penjahit di daerah Mahallah Syaghur dan bekerja sebagai penolong Fir’aun. Ia mengira Fir’aun telah masuk Islam dan menjadi pembelanya.

Kamis, 03/08/2017 15:30 0

Indonesia

Sekretariat IPT 65: Kami Masih Percaya pada Jokowi

“Saya masih berharap (pada pemerintahan Jokowi), tapi saya tidak percaya sama Wiranto ya,” ujar Reza, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Kamis, 03/08/2017 14:10 0

Indonesia

Simpatisan Komunis Gelar Pra Kongres IPT 65 di Pusat Pastoral Samadi, Begini Ceritanya

Sejumlah orang diduga simpatisan komunis menggelar acara Pra Kongres IPT 65 di Pusat Pastoral PGAK Samadi, Jakarta Timur pada Selasa, (02/08). Acara tersebut akhirnya dibubarkan Polres Jakarta Timur.

Kamis, 03/08/2017 13:56 0

Indonesia

Polres Jakarta Timur Bubarkan Acara IPT 65 Karena Diduga Terkait Komunisme

Sebelumnya, lokakarya yang digelar IPT 65 bersama para korban dan aktivis hak asasi manusia disatroni oleh aparat kepolisian dan TNI.

Kamis, 03/08/2017 13:27 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Berkhalwat Tanpa Sadar

KIBLAT.NET – Seringkali kita melakukan sebuah maksiat tanpa kita sadari. Seringkali tidak melakukan maksiat namun...

Kamis, 03/08/2017 10:30 0

Indonesia

Komnas HAM Siapkan Rekomendasi Kasus Kriminalisasi Ulama

"Arah surat rekomendasi ini adalah intinya damai Indonesia"

Kamis, 03/08/2017 09:28 0

Indonesia

Pertahankan Lahan dan Lingkungan, Warga Gugat PLTU 2 Indramayu

keluarga yang kehilangan mata pencahariannya karena lahan garapan telah dijual oleh pemilik lahan untuk pembangunan PLTU Indramayu 2 x 1000 Megawatt.

Rabu, 02/08/2017 20:02 0

Indonesia

“Tepuk Anak Sholeh” Disoal, Aisyiyah: Itu untuk Menanamkan Aqidah, Bukan Intoleran

Ketua umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Dyah Puspitarini menegaskan bahwa lagu "Tepuk Anak Sholeh" tidak mengajarkan sikap intoleran. Melainkan lagu yang diciptakan untuk menanamkan pada diri anak-anak untuk meyakini bahwa Islam itu yang terbaik, bukan intoleran.

Rabu, 02/08/2017 18:41 0

Close
CLOSE
CLOSE