Komisi I Ajak Semua Pihak Terlibat Hadapi Israel

KIBLAT.NET, Jakarta- Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta memandang bahwa Israel tidak bisa hanya dihadapi secara reaktif. Pria asal Jogja ini menilai, perjuangan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Israel memang tidak bisa dihadapi secara sporadis dan reaktif saja. Kita harus optimis Israel bisa ditundukkan, syaratnya perjuangan harus dilakukan secara menyeluruh, terus-menerus dan kompak,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (03/08).

Ia juga menilai, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menjadi hal terpenting untuk menghentikan agresi Israel ke Palestina. Ia juga menegaskan bahwa presiden perlu turun tangan untuk mengajak negara yang tergabung dalam OKI untuk bersama menuntaskan masalah tersebut.

“Sekarang momen paling krusial untuk melakukan revitalasi OKI. Indonesia dalam hal ini Kemenlu atau Presiden sendiri perlu turun tangan menggalang negara-negara yang masih bisa diharapkan memberikan komitmen secara kompak untuk penyelesaian masalah ini,” tuturnya.

Saya, kata dia, mengapresiasi Menlu Retno yang bekerja keras menggalang kekuatan yang bisa membantu menyelesaikan masalah palestina khususnya Al-Aqsha ini. Namun langkah-langkah yang diambil perlu lebih strategis lagi. Misalnya Indonesia perlu mengambil inisiatif kepemimpinan di garda terdepan untuk menggalang semua kekuatan.

“Semua retorika harus diwujudkan dalam langkah-langkah sistematis dan terstruktur untuk menyelesaikan masalah Al-Aqsha dan Palestina secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia juga meminta agar pemerintah bisa memberi contoh kepada dunia internasional baik melalui forum PBB dan forum OKI. Sukamta menilai, langkah yang lebih konkrit untuk melawan kezaliman Israel ini secara komprehensif.

BACA JUGA  Pengacara HRS Optimistis Menang Praperadilan

“Tindakan boikot Israel seperti dulu pernah dilontarkan oleh Presiden Jokowi juga bisa jadi pertimbangan,” tegasnya.

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat