Duterte Ngadu ke Kongres, Butuh 20.000 Tentara buat Perang di Mindanao

KIBLAT.NET, Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengajukan anggaran kepada Kongres yang akan digunakan untuk merekrut 20.000 tentara baru. Duterte mengaku ingin menghadapi ancaman yang meningkat dari militan-militan Islam di selatan negara.

Duterte mengadakan pertemuan mendesak dengan sekelompok senator pada Selasa malam. Ia menceritakan laporan intelijen terbaru tentang rencana militan Muslim untuk menyerang tiga kota di pulau selatan Mindanao.

“Dia ingin menyampaikan kepada kami bahwa dia membutuhkan 20.000 lebih tentara untuk Angkatan Bersenjata Filipina,” kata pemimpin mayoritas senat, Vicente Sotto pada Rabu (02/08). “Dia ingin memastikan bahwa dalam masa jabatannya, dia akan bisa menyelesaikan masalah perdamaian dan ketertiban.”

Tiga senator lainnya mengatakan bahwa Duterte serius mengemukakan skala ancaman keamanan dan meminta Kongres untuk mendukung rencananya terkait peningkatan kemampuan peralatan dan intelijen militer.

Mereka tidak menjawab saat ditanya mengenai tiga kota yang dimaksud, yang menurut Duterte akan bernasib sama dengan Marawi. Militan Islam di Marawi sendiri diketahui telah berperang dengan militer selama sembilan minggu sejak 23 Mei lalu.

Daerah Marawi yang luas hancur karena setiap hari mendapat tembakan artileri dan serangan udara hampir setiap hari. Lebih dari 600 militan dan tentara tewas dalam perang tersebut.

Bulan lalu Duterte telah mengajukan anggaran sebesar 3,76 triliun peso Filipina ($ 15 miliar) untuk tahun depan, termasuk 145 miliar peso untuk pertahanan.

“Kami bersedia membantu,” kata Senator Panfilo Lacson. Ia menambahkan bahwa tentara-tentara itu sangat lelah setelah dua bulan berjuang di Marawi.

“Kami membutuhkan pasukan yang segar. Jadi dalam undang-undang, kami dapat membantu dengan cepat-pelacakan anggaran untuk meningkatkan kemampuan pasukan,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa Duterte juga meminta agar divis kepolisian ditambah 10.000 personil, yang nantinya akan lebih banyak ditempatkan sebagai pasukan komando untuk membantu militer.

Sumber: Reuters
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat