... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Berdiri Tegak di Tuban, Patung Dewa Raksasa Ternyata Belum Ada Izin

Foto: Patung dewa perang di Tuban setinggi 30 meter.

KIBLAT.NET, Tuban – Patung dewa Kong Co Kwan Sing Tee Koen setinggi 30 meter telah berdiri tegak di kelenteng Kwan Sing Bio Tuban. Pembangunan patung memakan waktu setahun dan diperkirakan menghabiskan dana Rp 2,5 miliar.

Usut punya usut, patung raksasa yang ramai di media sosial itu ternyata belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pemda belum mengeluarkan izin karena pihak pengurus kelenteng belum memenuhi syarat kelengkapan.

Menanggapi belum adanya IMB dan surat lain, pihak Kelenteng Kwan Sing Bio mengaku sudah mengajukan berkas izin kepada Pemkab Tuban, dilampiri dokumen persetujuan warga sekitar, pada Maret 2016. Hingga saat ini, izin tersebut belum jadi.

“Kita sudah mengajukan izin sejak Maret 2016, bahkan lampiran persetujuan oleh warga sekitar juga ada. Hingga saat ini belum ada jawaban dari pihak pemda. Secara teknik, pembangunan monumen patung ini juga sudah kita lampirkan pula. Sehingga kalau saya kira ini nggak ada masalah,” katanya seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (01/08).

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban menggelar rapat tertutup di kantor MUI bersama Forpimda setempat. Para kiai meminta penjelasan Pemda Tuban untuk nantinya akan diterbitkan rekomendasi oleh MUI Tuban supaya tercipta suasana yang aman dan nyaman serta kondusif di Kota Bumi Wali.

Menurut Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussain, yang ikut dalam rapat tersebut, ada beberapa kesimpulan yang diambil. Pemda Tuban harus berupaya memberikan informasi kepada masyarakat, netizen, atau pengguna media sosial berkaitan dengan patung yang dibangun oleh kelenteng Tuban.

BACA JUGA  BW Tantang KPK Periksa Kapolri Tito Karnavian Atas Dugaan Suap dari Basuki Hariman

Pemkab Tuban dan MUI banyak menerima aduan dari masyarakat karena menjadi heboh di medsos. Padahal patung ini bukan dibangun di tempat umum, melainkan di dalam kompleks kelenteng. Selanjutnya pihak yang membangun patung harus ditegur dan disanksi karena belum menyelesaikan berkas IMB hingga saat ini.

“Harapan MUI, kita bisa memberikan informasi yang lengkap kepada netizen jika patung itu tidak di tempat umum, melainkan di dalam kompleks kelenteng. Dan pemda harus memberikan teguran dan sanksi kepada yang membangun,” ujar Noor Nahar Hussain, sembari mengungkapkan bahwa banyak berkas perizinan yang kurang, termasuk legalitas yayasan yang belum ada.

Sumber: Detik.com
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rohah

Makanan dari Surga Katanya

Abu Ali terpaksa memberitahu bahwa setiap hari ia mendapatkan makanan dari surga. Makanan itu cukup untuk kebutuhan makannya. Ia juga mengatakan bahwa hal itu merupakan karamah dari Allah.

Rabu, 02/08/2017 14:30 0

Suriah

HTS dan Syiah Hizbullah Mulai Proses Pertukaran Tawanan

Organisasi Syiah Hizbullah Lebanon dan anggota Ha’iah Tahrir Al-Syam (HTS) dari unsur Jabhah Fath Al-Syam (JFS), Selasa (01/08), kembali melakukan pertukaran tawanan. Operasi ini sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani dua belah pihak pekan lalu.

Rabu, 02/08/2017 10:00 0

Afrika

Cina Resmikan Pangkalan Militer Pertama di Luar Negeri

Pemerintah Cina meresmikan pangkalan militer pertama di luar negeri pada Selasa (01/08). Peresmian ini ditandai dengan pengibaran bendera Cina di pangkalan yang berada di negara Djibouti itu.

Rabu, 02/08/2017 08:46 0

Suriah

Rezim Assad Perintahkan Calon Jamaah Haji Diverifikasi Dinas Intelijen

Komite Tinggi Urusan Haji Suriah, yang dikelola oposisi, menuduh rezim Assad menghalangi warga di wilayah kontrolnya berangkat haji. Rezim mengeluarkan pengumuman, warga yang sudah mendapat visa haji harus diverifikasi di Cabang Intelijen Militer 235 yang dikenal Cabang Filistin. Warga mengenal cabang intelijen ini sangat buruk dan kejam.

Rabu, 02/08/2017 07:38 0

Suriah

Resmi, Ahrar Al-Syam Tunjuk Pemimpin Baru

Gerakan Ahrar Al-Syam resmi merombak kepemimpinan mereka. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada 1 Agustus 2017, gerakan Islamis oposisi Suriah itu mengganti pemimpin mereka, Abu Ammaar. Sebagai penggantinya, Ahrar menunjuk Ketua Dewan Syura gerakan, Hasan Shufan (Abu Al-Bara).

Rabu, 02/08/2017 06:20 0

Video News

212 Mart dan Mengapa Tidak Ada Minimarket di Kota Padang

KIBLAT.NET– Persaingan dalam dunia usaha dan ekonomi merupakan hal yang lumrah terjadi. Tetapi ketika sistem...

Selasa, 01/08/2017 23:08 0

Arab Saudi

Dulu Keluarga Abdul Muthalib, Siapa Penanggung Jawab Air Zamzam Saat Ini?

Ketika itu, tugas mulia tersebut dilakukan oleh keluarga kakek buyut Muhammad SAW, Abdul Muthalib. Setelah menaklukkan Mekkah, Sang Nabi meminta pamannya Abbas bin Abdul Muthalib untuk menghandle urusan itu, dan kemudian ditugaskan ke keluarga Al-Zubayr.

Selasa, 01/08/2017 18:00 0

Turki

Turki Tangkap Empat Tentara Penganiaya Pengungsi Suriah

Dalam sebuah video yang viral, sejumlah personel militer Turki terlihat memukuli para pengungsi Suriah yang hendak menyeberang melalui. Belakangan, para personil militer tersebut dilaporkan telah ditangkap oleh pihak militer Turki.

Selasa, 01/08/2017 15:29 0

Afghanistan

Menang Banyak, Taliban Rilis Video Hasil-hasil Pertempuran di Paktia

Imarah Islam (Taliban) merilis sebuah video hasil-hasil pertempuran selama sepekan terakhir.

Selasa, 01/08/2017 14:38 0

Info Event

Solidaritas Muslim: Tebar Hewan Qurban di Daerah Pemurtadan

Qurban terkadang berlimpah di suatu daerah, sementara di daerah lain kekurangan bahkan hampir tidak ada daging/ hewan qurban. Solidaritas Muslim untuk kali ketiga mendistribusikan hewan qurban ke beberapa daerah yang minim hewan qurban sekaligus daerah yang rawan pendangkalan aqidah.

Selasa, 01/08/2017 13:53 0

Close