... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Saat Ini Terjadi Penurunan Daya Beli Masyarakat, Mitos atau Fakta?

Foto: Terjadi penurunan daya beli masyarakat.

KIBLAT.NET – Saya ingin menanggapi beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kelesuan ekonomi saat ini tidak ada hubungannya dengan penurunan daya beli masyarakat.

Benarkah daya beli masyarakat menurun?

Data yang diterbitkan BPS menunjukkan bahwa selama lebih dari satu tahun terakhir terjadi penurunan pendapatan riil, khususnya masyarakat berpendapatan rendah, terutama di perkotaan. Buruh bangunan, misalnya, meski secara nominal rata-rata upah mereka mengalami kenaikan, tapi inflasi yang selama semester pertama 2017 mencapai 2,4 persen membuat pendapatan riil mereka tergerus 1,4 persen. Ini sekaligus mematahkan argumen pemerintah bahwa inflasi tahun ini terkendali.

Benar bahwa inflasi bahan pangan (volatile food) tahun ini sangat rendah, tapi kenaikan harga-harga kebutuhan hidup yang diatur oleh pemerintah (administered prices) seperti tarif dasar listrik, gas elpiji, dll., justru mendorong inflasi selama 6 bulan pertama tahun ini lebih tinggi dua kali lipat dibanding inflasi di periode yang sama tahun lalu.

Tapi apakah benar lesunya penjualan disebabkan oleh penurunan daya beli?

Memang penurunan penjualan di banyak sektor bukan hanya disebabkan oleh melemahnya daya beli, apalagi oleh golongan berpendapatan bawah yang memang daya belinya lemah. Penyebab yang lebih penting adalah lantaran golongan kelas menengah menahan belanjanya (delayed purchase).

Buktinya, kalau kita melihat data pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan selama 9 bulan terakhir sebenarnya meningkat. Namun peningkatan DPK ini terjadi pada simpanan jangka panjang (deposito) dan giro, sebaliknya DPK dalam bentuk tabungan jangka pendek melambat. Artinya, mereka yang menyimpan uang bank cenderung untuk semakin membatasi belanjanya dalam waktu dekat.

Pertumbuhan DPK dalam valuta asing dalam 9 bulan terakhir juga jauh lebih cepat daripada dalam Rupiah. Ini terjadi sejalan dengan perbaikan ekonomi dunia dan peningkatan harga sejumlah komoditas andalan Indonesia yang mendorong aktivitas ekspor-impor dalam 9 bulan terakhir. Sayangnya, peningkatan pendapatan tersebut tidak lantas ditransmisikan ke konsumsi di dalam negeri.

Mengapa? Salah satu alasannya adalah berkurangnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Hasil survey Bank Indonesia di bulan Juni menunjukkan kembali melemahnya indeks ekspektasi dan kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi dan daya beli selama 6 bulan ke depan, meskipun sempat menguat di awal tahun.

Jadi bukan karena faktor disruptive economy?

Maraknya e-commerce memang berperan terhadap berkurangnya pelanggan di pertokoan dan pusat perbelanjaan. Tapi kalaulah hanya itu penyebabnya, maka semestinya dampaknya hanya pada sisi hilirnya, yaitu para retailers, tidak sampai ke hulu (produsen). Namun faktanya, bukan hanya pertokoan dan mal-mal, tetapi pabrik-pabrik pengolahan juga menahan produksi.

Perlambatan produksi sudah terjadi di banyak industri, mulai dari industri pakaian, peralatan listrik, sepeda motor, farmasi, plastik, bahkan juga sudah merambah ke sejumlah industri makanan dan minuman. Artinya, bukan hanya cara membelinya yang bergeser, tetapi permintaan juga melemah, sehingga produksi pun terpaksa ditahan, bahkan dikurangi.

Kita semua tentu sangat tidak berharap terjadi penurunan daya beli dan kelesuan ekonomi, namun sebagai analis dan akademisi kita harus menyampaikan fakta dengan jujur agar kebijakan pemerintah yang sedang giat mendorong ekonomi tidak misleading.

 

Ditulis oleh: Mohammad Faisal – Ekonom CORE (Center of Reform on Economics)

 

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jokowi Ingin Dana Haji untuk Infrastruktur, Meme Penolakan Muncul

Polemik soal dana haji yang ingin diinvestasikan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur masih menjadi perbincangan hangat warga net.

Senin, 31/07/2017 11:01 0

Indonesia

Komisi VIII DPR: Pembangunan Infrastruktur Haji Hendaknya Didahulukan

Shodik menegaskan, rencana presiden yang akan menggunakan dana haji untuk investasi infrastruktur umum ini sangat tidak sesuai dengan kebutuhan jamaah haji saat ini.

Senin, 31/07/2017 10:22 0

Qatar

“Tentara Siber Saudi” Retas Website Syaikh Yusuf Qardhawi

Website dan akun resmi Syaikh Yusuf Qardhawi diretas pada Ahad (30/07). Peretas menamakan diri “Tentara Elektronik Saudi”.

Senin, 31/07/2017 10:14 0

Iran

Jamaah Haji Asal Iran Mulai Diberangkatkan

Pemerintah Iran, Ahad (30/07), melepas penerbangan pertama jamaah haji tahun ini menuju Arab Saudi. Tahun lalu, Iran tidak memberangkatkan jamaah haji menyusul putusnya hubungan diplomatik antara Saudi dan Teheran.

Senin, 31/07/2017 09:18 0

Suriah

Pertemuan Dewan Rekonsiliasi Ahrar dan Tahrir Al-Syam Diteror Bom

Juru bicara militer Ahrar Al-Syam, Umar Khattab, menegaskan bahwa insiden itu terjadi saat Dewan Rekonsiliasi berkumpul di desa An-Najar, pedesaan Aleppo selatan. Pertemuan ini sendiri atas inisiatif para pemuka suku setempat dan ditindaklanjuti antara kedua faksi.

Senin, 31/07/2017 07:41 0

Arab Saudi

Arab Saudi Undang Pemimpin Syiah Irak

Pemimpin organisasi Syiah Irak, Muqtada al-Sadr, mengunjungi Arab Saudi pada Ahad (20/07). Kunjungan yang jarang terjadi ini dilakukan atas undangan pemerintah Saudi, sebagaimana dalam pernyataan al-Sadr seperti dilansir Al-Jazeera.

Senin, 31/07/2017 06:15 0

Suriah

Bilal Abdul Kareem (Bag.2): Tentang Suriah dan Al-Qaidah

Interaksi dengan pejuang-pejuang Islam di Libya pasca tumbangnya Qadhafi menjadikan Bilal memiliki cara tersendiri dalam memandang pejuang Islam.

Senin, 31/07/2017 00:54 0

Indonesia

Perintahkan Sholat, Guru Agama di Parepare Divonis Penjara

Guru mata pelajan agama, Darmawati divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Parepare, sebab dituding memukul siswa yang enggan melaksanakan shalat dhuhur.

Senin, 31/07/2017 00:46 0

Suriah

Bilal Abdul Kareem (Bag.1): dari Komedian, Muallaf hingga Menjadi Jurnalis Perang

Sepanjang perjalanannya, Bilal telah banyak mewawancarai pejuang oposisi yang berasal dari luar Suriah. Bahkan, tokoh-tokoh oposisi pun kerap diwawancarainya sekalipun itu orang-orang yang berafiliasi kepada Al-Qaidah.

Senin, 31/07/2017 00:05 0

Indonesia

Pengakuan Sang Istri: Jiwa Sosial Pak Hidayat Tinggi

Istri Muhammad Hidayat Simanjuntak, Rahayu mengungkapkan bahwa sang suami memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Ahad, 30/07/2017 21:44 0