... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Proyek Batubara Thepa, Demi Pembangunan atau Memelihara Konflik Patani?

Foto: Masyarakat Patani memprotes proyek batubara di Kabupaten Thepa, Patani.

KIBLAT.NET – Harapan masyarakat Patani, di bagian selatan Thailand terhadap proses pembicaraan damai, antar perwakilan dari pemerintah Thailand yang dipimpin oleh militer di bawah pengarahan dari Nasional Council for Peace and Order (NCPO) telah berlangsung secara resmi. Ini merupakan pembicaraan kali kedua setelah pertamanya di era pemerintahan sipil yang terpilihnya dipimpin oleh Yingluck Shinawatra (Perdana Menteri Thailand ke-28 tahun 2011-2014) di bawah pengarahan dari Partai Pheu Thai dan kakandanya, yaitu Thaksin Shinawatra, mantan perdana menteri Thailand ke-23 tahun 2001-2006.

Meskipun proses pembicaraan damai 2013 dianggap gagal karena tak sesuai target yang telah ditetapkan. Tiba-tiba penduduk tempatan juga harus menahan perasaan, terpaksa mengurangi perasaan harapan dengan arus proses dialog damai untuk diterima dengan realitas pertentangan dengan perkataan dari pemimpin yang selalu mendorong, memberikan semangat untuk mereka tetap tidak berputus asa.

Sementara roda perdamaian sedang memutar secara dinamis dan dinikmati dengan penilaian yang perlu dunia terlihat lebih indah. Pihak berwenang pemerintah Thailand juga akan persetujuan adakan bencana yang mungkin membuat tindakan kondisi dilema berpanjangan hingga melebihi kapasitas bisa terjaganya.

Bencana tersebut akan dimasukkan dalam bentuk dari alasan untuk menjadikan proyek pembangunan berskala besar. Tujuannya adalah demi peningkatan kualitas hidup dan mengurangi kemiskinan penduduk di masyarakat. Namun proyek pembangunan berskala besar tersebut akan tercipta di wilayah sempadan selatan, hingga menjadikan isu sensitif terhadap keamanan nasional dan sosial kemasyarakatan.

Kendati demikian, perlu kita ingat Patani yang terletaknya perbatasan selatan Thailand sedang berada dalam kondisi peperangan asimetris antara kelompok yang berideologi politik nasionalisme Thai dengan yang berideologi politik nasionalisme Patani.

Eskalasi konflik saat ini juga berkembang sebagai konflik perlawanan menggunakan cara bersenjata, jika pihak pemerintah Thailand bertindak buruk, peluang lebih tinggi yang akan melahirkan perang rakyat semesta. Dan masalah abadi akan menjadi akar penyebab konflik kali ini masih terdapat wilayah-wilayah yang berada dalam kancah konflik politik akibat konflik sejarah, geografi, kebudayaan bangsa, dan agama. Justeru masih bergelut dengan konflik perbedaan agama dan bangsa, memasuki dalam perasaan orang Melayu Songkhla, di bawah wacana “Hak Tuanan” secara implisit.

BACA JUGA  Dikira Teroris, Mobil Warga Patani Ditembaki Militer Thailand

Masalah lama yang kian membara belum ada cara yang bisa memadam dengan gampang. Meskipun telah disiram air dengan arus proses dialog damai ke dalamnya juga tidak berguncang. Masalah baru juga bersikap akan menambahkan suhu pemanasan lebih lagi.

Penyakit baru telah dicetuskan, “Pembangkit Listrik Tenaga Batubara” akan segara terjadi di kabupaten Thepa, provinsi Songkhla. Proyek pembangunan berskala besar ini diselenggara oleh Electricity Generating Authority of Thailand – EGAT) penciptaan terjadi baru-baru ini dengan persetujuan dari penduduk desa secara sukarela atau tidak sengaja.

Jika proyek tersebut benar-benar akan terjadi, maka efek dari Pembangkit Batubara akan mengancam hidup dan tercipta kerusakan sangat besar terhadap sumber daya alam dan lingkungan, tentunya efek tersebut bukan hanya menggusur kawasan di kabupaten Thepa saja, termasuk lima wilayah selatan Thailand dan mungkin bisa terjadi melangkah perbatasan Negara Malaysia.

Kaum Akademisi mengkritik tindakan Pemerintah Thailand

Hal tersebut menjadi topik panas bagi para akademisi, dari Seminar akademik merefleksikan dengan tema “Menduga Pembangkit Listrik Tenaga Batubara Thepa Dengan Proses Perdamaian Patani” di Ruang Perpustakaan John F. Kennedy, Prince of Songkhla University (PSU) kampus Patani, Senin (30/11/2015). diselenggarakan oleh Organisasi Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Acara ini merupakan seminar akademik yang menjadi tanda pertanyaan terhadap dugaan Pembangkit Batubara Thepa berbagai isu yang setiap isu semua mengajak untuk tidak menahan tersangka bahwa, mengapa pihak berwenang tidak memerintah menghentikan usaha proyek Pembangkit Batubara di Thepa, yang berkemungkinan besar akan mendampak terhadap suasana dialog damai yang harus menumpang keadaan kepercayaan daripada setiap lapisan masyarakat, bukan hanya pihak pergerakan untuk kemerdekaan Patani saja.

BACA JUGA  Dikira Teroris, Mobil Warga Patani Ditembaki Militer Thailand

Menurut Dr. Kua Rittiboon, Dosen Fakultas Sain dan Teknologi, Prince of Songkhla University (PSU) kampus Patani, sebagai salah seorang narasumber dalam acara

seminar kali ini dapat mempresentasikan sebuah informasi bahwa, pembangkit batubara dan pelabuhan pengangkutan batubara, itulah dianggap sebagai proyek konstruksi sangat besar yang menempati daerah hampir 3,000 hektare, dan memiliki kapasitas produksi listrik hingga 2,200 megawatt.

“…Jika kita melihat radius dari efek proyek pembangkit batubara ini, efek daripada polusi ini meluaskan hingga ratusan kilometer karena bahan pembakaran batubara pembangkit listrik akan dibakar sebanyak perhari 23 juta kg selama 24 jam, dan mempunyai cerobong melepaskan asap yang tingginya setara dengan bangunan 66 lantai, dan polutan yang dilepaskan naik ke atas itu bisa berada di tingkat awam selama 10 hari,” jelasnya

Dr. Kua Rittiboon mengungkapkan bahwa yang patut bersama mengamati adalah mengapa provinsi Pattani yang memiliki strategi berdekatan dengan pembangkit listrik dan jauh dari pembangkit listrik hanya 2-3 kilometer tidak tersimpan dalam laporan studi tentang efek yang akan lahirnya dari pembangkit batubara, terutama Bang Rapha, Thakamcam, Nongcik, dan kabupaten Muang yang bakal dialami efeknya. Hal tersebut menjadi pengamatan salah satu yang dikecewakan atas tindakan proyek yang tak pandang hak perikemanusiaan.

“Pada penelitian jangka waktu efek ini, terdapat bahwa Pembangkit Batubara di Thepa 3 kali lipatganda, sebaliknya menggunakan waktu dalam penelitian dampak hingga 3 tahun. Dan penelitian dampak ini pemerintah meletakkan kerangka studi dampak hanya radius 5 kilometer dari pembangkit listrik, sedang yang mendampak sangat luas lebih dari 5 kilometer, dan tentu provinsi Pattani juga tidak berada dalam kerangka studi dampak,” pungkasnya.

Baca halaman selanjutnya: Dr. Kua Rittiboon dapat...

Halaman Selanjutnya 1 2
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Saat Ini Terjadi Penurunan Daya Beli Masyarakat, Mitos atau Fakta?

Saya ingin menanggapi beberapa pendapat yang menyatakan bahwa kelesuan ekonomi saat ini tidak ada hubungannya dengan penurunan daya beli masyarakat.

Senin, 31/07/2017 11:45 0

Indonesia

Jokowi Ingin Dana Haji untuk Infrastruktur, Meme Penolakan Muncul

Polemik soal dana haji yang ingin diinvestasikan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur masih menjadi perbincangan hangat warga net.

Senin, 31/07/2017 11:01 0

Indonesia

Komisi VIII DPR: Pembangunan Infrastruktur Haji Hendaknya Didahulukan

Shodik menegaskan, rencana presiden yang akan menggunakan dana haji untuk investasi infrastruktur umum ini sangat tidak sesuai dengan kebutuhan jamaah haji saat ini.

Senin, 31/07/2017 10:22 0

Qatar

“Tentara Siber Saudi” Retas Website Syaikh Yusuf Qardhawi

Website dan akun resmi Syaikh Yusuf Qardhawi diretas pada Ahad (30/07). Peretas menamakan diri “Tentara Elektronik Saudi”.

Senin, 31/07/2017 10:14 0

Iran

Jamaah Haji Asal Iran Mulai Diberangkatkan

Pemerintah Iran, Ahad (30/07), melepas penerbangan pertama jamaah haji tahun ini menuju Arab Saudi. Tahun lalu, Iran tidak memberangkatkan jamaah haji menyusul putusnya hubungan diplomatik antara Saudi dan Teheran.

Senin, 31/07/2017 09:18 0

Suriah

Pertemuan Dewan Rekonsiliasi Ahrar dan Tahrir Al-Syam Diteror Bom

Juru bicara militer Ahrar Al-Syam, Umar Khattab, menegaskan bahwa insiden itu terjadi saat Dewan Rekonsiliasi berkumpul di desa An-Najar, pedesaan Aleppo selatan. Pertemuan ini sendiri atas inisiatif para pemuka suku setempat dan ditindaklanjuti antara kedua faksi.

Senin, 31/07/2017 07:41 0

Arab Saudi

Arab Saudi Undang Pemimpin Syiah Irak

Pemimpin organisasi Syiah Irak, Muqtada al-Sadr, mengunjungi Arab Saudi pada Ahad (20/07). Kunjungan yang jarang terjadi ini dilakukan atas undangan pemerintah Saudi, sebagaimana dalam pernyataan al-Sadr seperti dilansir Al-Jazeera.

Senin, 31/07/2017 06:15 0

Suriah

Catatan Hidup Seorang Bilal Abdul Kareem: Tentang Suriah dan Al-Qaidah (Bag.2)

Interaksi dengan pejuang-pejuang Islam di Libya pasca tumbangnya Qadhafi menjadikan Bilal memiliki cara tersendiri dalam memandang pejuang Islam.

Senin, 31/07/2017 00:54 0

Indonesia

Perintahkan Sholat, Guru Agama di Parepare Divonis Penjara

Guru mata pelajan agama, Darmawati divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Parepare, sebab dituding memukul siswa yang enggan melaksanakan shalat dhuhur.

Senin, 31/07/2017 00:46 0

Suriah

Catatan Hidup Seorang Bilal Abdul Kareem: dari Komedian, Muallaf hingga Menjadi Jurnalis Perang (Bag.1)

Sepanjang perjalanannya, Bilal telah banyak mewawancarai pejuang oposisi yang berasal dari luar Suriah. Bahkan, tokoh-tokoh oposisi pun kerap diwawancarainya sekalipun itu orang-orang yang berafiliasi kepada Al-Qaidah.

Senin, 31/07/2017 00:05 0