... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengungsi dari Daerah Sekitar Marawi Diizinkan Pulang

Foto: Pengungsi Marawi

KIBLAT.NET, Marawi- Pengungsi dari daerah sekitar kota Marawi telah diizinkan untuk kembali ke rumah pada Sabtu (29/07). Pemerintah Filipina secara bertahap telah memberikan lampu hijau kepada pengunsi yang berasal dari beberapa daerah yang jauh dari zona konflik.

Zona konflik kurang dari satu kilometer persegi sudah telah dinyatakan tempat yang aman, menurut juru bicara militer Brigjen Restituto Padilla dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun radio lokal.

Sementara di Marawi, pertempuran masih berlangsung antara pemerintah pasukan dan Maute sejak lebih dari dua bulan lalu. Padilla mengatakan kembalinya penduduk harus aman clearance dan akan diantar oleh militer.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyatakan selatan pulau Mindanao sebagai kawasan perang pada 23 Mei lalu. Hal itu berawal setelah sebuah serangan oleh kelompok Maute di Marawi. Selama dua bulan pertempuran ini, terhitung 114 tentara pemerintah 45 warga sipil yang tewas. Sedangkan dari pihak Maute diperkirakan terdapat 471 yang meninggal dunia.

 
Sumber: Anadolu
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dana Haji untuk Infrastruktur, Fahri Hamzah: Pasti Kita Tentang

Wakil DPR RI Fahri Hamzah mengkritik adanya kebijakan pemerintah soal penggunaan dana haji untuk infrastruktur.

Sabtu, 29/07/2017 17:25 0

Khazanah

Inilah Alasan Medis Adanya Larangan Menikahi Saudara Sepersusuan

Berbagai kajian ilmiah menyatakan bahwa dalam ASI terdapat antibodi yang bila disusukan akan merangsang pembentukan antibodi pada tubuh anak yang disusuinya. Ini bisa terjadi setelah beberapa kali susuan, antara tiga sampai lima kali susuan yang mengenyangkan. Dan inilah ukuran dosis yang harus terpenuhi untuk pembentukan antibodi pada tubuh manusia.

Sabtu, 29/07/2017 13:31 0

Indonesia

Delegasi Aksi 287 Sampaikan Gugatan Perppu Ormas ke Mahkamah Konstitusi

Ketua Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera, menyampaikan gugatan uji materi Perppu no 2 Tahun 2017 Tentang Ormas di hadapan Mahkamah Konstitusi.

Jum'at, 28/07/2017 22:00 0

Indonesia

Ini 5 Resolusi yang Disampaikan Presidium Alumni 212 di Aksi 287 kepada MK

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma'arif membacakan resolusi Aksi 287 di depan awak media seusai mengajukan gugatan uji materi Perppu no 2 tahun 2017 kepada pihak Mahkamah Konstitusi di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat.

Jum'at, 28/07/2017 21:50 0

Indonesia

Soal Al-Aqsa, Menlu Retno: Kita Tidak Bisa Berdiam Diri

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi menyatakan bahwa Indonesia tidak bisa berdiam diri atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina di komplek Al-Aqsa.

Jum'at, 28/07/2017 21:41 0

Indonesia

Dua Pekan Mogok Makan di Penjara, Begini Kondisi Hidayat Menurut Dokter

Di ujung pekan kedua aksinya tersebut, Hidayat mengeluhkan akan kondisi tubuhnya.

Jum'at, 28/07/2017 21:33 0

Indonesia

Keempat Anak Hidayat Tak Ketahui Sang Ayah Sedang Dipenjara

Saat disinggung soal anaknya, apakah mengetahui jika ayahnya dipenjara, Rahayu menjawab tidak. Ia mengatakan, ada dua anak yang di pesantren dan sengaja tidak diberi informasi jika Hidayat di penjara.

Jum'at, 28/07/2017 21:20 0

Indonesia

Besuk Hidayat di Penjara, Al-Khaththath Sarankan Puasa

Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustadz Muhammad Al-Khaththath membesuk Muhamamd Hidayat di Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (27/07).

Jum'at, 28/07/2017 21:09 0

Indonesia

Kapitra Bantah Gugatan Uji Materi Perppu untuk Bela HTI

"Perppu itu tidak memuat nama HTI. Perppu itu berlaku bebas dari Sabang sampai Merauke," ungkapnya di kantor Mahkamah Konstitusi, Jl. Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jum'at (28/07).

Jum'at, 28/07/2017 21:00 0

Indonesia

Masyarakat Palu Dukung Judicial Review Yusril Terhadap Perppu Ormas

Dalam aksinya, massa menyuarakan dukungan kepada Prof. Yusril Ihza Mahendra untuk mengajukan gugat judicial review perppu tersebut kepada MK.

Jum'at, 28/07/2017 20:53 0

Close