... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Operasi Kontra-Terorisme Gagal Lemahkan Al-Syabab Somalia

Foto: Elemen Al-Shabab Somalia/ilustrasi

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Luar Negeri AS merilis laporan bahwa cabang al-Qaidah di Afrika Timur mengalami kemajuan signifikan dalam setahun terakhir karena selama 2016 operasi kontra-terorisme yang bersifat ofensif mengalami stagnan. Selain itu, ada faktor lain bahwa pasukan keamanan Somalia sendiri masih belum mampu secara independen mengamankan dan mengambil alih kembali kota-kota yang telah dikuasai al-Syabaab. Meski tidak secara eksplisit, Departemen Luar Negeri AS juga menilai misi pasukan Uni Afrika di Somalia (AMISOM) gagal.

Dalam laporan tahunan periode 2016, Deplu telah mendokumentasikan situasi yang digambarkan sangat “mengkhawatirkan” di Somalia. Analisa pemerintah AS tentang situasi di Somalia itu sejalan dengan laporan LWJ sebelumnya yang telah memperingatkan bahwa kelompok jihadis al-Syabaab terus memperkuat kantong-kantong pertahanan mereka, termasuk telah berhasil menguasai kembali wilayah luas di selatan. Hal itu memaksa pasukan Uni Afrika akhirnya menyerahkan wilayah yang mereka kuasai akibat serangan-serangan gencar al-Syabaab yang sangat spektakuler dan terkoordinasi. Entitas jihadis ini juga tidak berhenti merencanakan serangan terhadap target AS dan Barat.

“Di tahun 2016, para teroris menggunakan daerah-daerah yang kontrol pemerintahannya lemah di wilayah utara, tengah, dan selatan Somalia sebagai tempat yang aman untuk melancarkan, merencanakan, dan memfasilitasi operasi-operasi yang hampir tidak ada perlawanan.” Demikian kalimat pengantar Departemen Luar Negeri dalam laporannya. “Meskipun telah meraih kemajuan signifikan dengan secara resmi melakukan federalisasi beberapa negara bagianya menjelang akhir 2016, Somalia masih harus meningkatkan kapasitas di bidang keamanan, peradilan, dan pemerintahan ke tingkat tertentu yang diperlukan untuk membatasi ruang gerak teroris, termasuk kemampuan operasional & akses mereka ke berbagai sumber daya”.

BACA JUGA  DK PBB Akan Voting Dua Proposal terkait Idlib

Al-Syabaab yang merupakan cabang resmi al-Qaidah di Somalia & Afrika Timur masih terus konsisten mempertahankan wilayah aman mereka di Lembah Sungai Jubba dan menguasai banyak desa & kota-kota di daerah Jubaland, termasuk Janaale, Jilib, dan Kunyo Barow. Mereka memanfaatkan daerah-daerah yang tak berpenduduk di sepanjang perbatasan antara Kenya dan Somalia untuk melancarkan serangan-serangan lintas batas.

Secara resmi Deplu AS menilai bahwa operasi-operasi kontra-terorisme yang tidak cukup mampu mengalahkan al-Syabaab itu ada hubungannya dengan arahan Departemen Pertahanan AS yang dirilis tanggal 30 Maret lalu bahwa mereka akan meningkatkan intensitas operasi militer di Somalia.

Laporan Deplu menyatakan bahwa militer Somalia secara umum masih belum bisa mandiri dan tidak memiliki kapasitas untuk mengamankan dan merebut kembali wilayah dari al-Syabaab. Somalia menghadapi masalah kronis berupa rendahnya kapasitas dan sumber daya manusia, sehingga masih sangat bergantung pada mitra regional maupun internasional mereka.

Yang paling tragis, Deplu AS mencatat bahwa pasukan Uni Afrika mengalami kemunduran serius dan menyerahkan wilayah ke kelompok afiliasi al-Qaidah. Dan sekarang al-Syabaab mengancam kota-kota yang sebelumnya dikuasai pasukan Uni Afrika di daerah-daerah seperti Bakool, Hiiraan, dan lainnya di Somalia bagian tengah menyusul ditariknya pasukan Ethiopia. Ditambahkan pula, pasukan Kenya juga tidak mampu menghentikan pejuang-pejuang al-Syabaab menyeberangi perbatasan.

Pasukan Ethiopia bukan satu-satunya kontingen Uni Afrika yang menarik mundur dari Somalia. Pasukan Kenya juga dilaporkan ikut-ikutan meninggalkan markas-markas dan wilayah mereka di bagian selatan setelah al-Syabaab melancarkan serangan-serangan berskala besar dan mengambil alih fasilitas militer.

BACA JUGA  Dipandang Indah, Lampu Peringatan 9/11 WTC Ternyata Bahayakan Burung

Sebelumnya, al-Syabaab dengan sukses gemilang menyerbu basis-basis militer yang ditempati pasukan Somalia dan Uni Afrika menyebabkan jatuhnya korban tewas dan luka-luka dalam jumlah besar. Pada Januari 2016, pejuang-pejuang al-Syabaab menyerbu sebuah markas militer di Al Ade di wilayah selatan yang menewaskan 100 lebih tentara Kenya. Di bulan Juni 2015, serangan al-Syabaab di selatan telah memakan korban tewas sekitar 60 tentara Ethiopia. Masih di bulan yang sama, al-Syabaab berhasil menewaskan sedikitnya 50 tentara Burundi di Leego.

Menyusul upaya sabotase al-Syabaab terhadap sebuah pesawat maskapai Somalia dengan menggunakan bom laptop super canggih pada tahun 2016, pemerintah AS telah menaikkan level ancaman. Upaya sabotase ini pula yang dijadikan alasan pemerintah AS untuk melarang penumpang membawa peralatan elektronik ke kabin pesawat yang berangkat dari 10 bandara di Timur Tengah. (Hun)

Sumber: TLWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Kolom

Adakah “Harga Mati” dalam Konsep Buatan Manusia?

Begitulah seharusnya seorang muslim, baik dan benarnya hanya berdasarkan Al Qur’an. Karena hanya yang berdasarkan Al Qur’an saja lah yang akan diapresiasi oleh Allah SWT dalam kehidupan setelah kematian kelak. Standar-standar nilai buatan manusia tidak akan mendatangkan manfaat sedikitpun bagi kehidupan setelah kematian meskipun dulunya diembel-embeli dengan “harga mati” sekalipun.

Selasa, 25/07/2017 20:02 0

Indonesia

BKSAP Dukung Indonesia Boikot Produk Israel

Ketua Badan Kerjasama antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Ali Assegaf menegaskan bahwa pemboikotan produk Israel pasti dilakukan oleh masyarakat.

Selasa, 25/07/2017 19:04 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buktikan Adanya Ancaman Teror di Telegram

Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Publik PUSHAMI, Jaka Setiawan pun mempertanyakan tuduhan ini dan menantang Pemerintah untuk membuktikan tuduhan tersebut

Selasa, 25/07/2017 18:33 0

Indonesia

BKSAP Minta Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Al-Aqsa

"Karena tentara perdamaian kita sudah diakui. Sebagaimana kita kirimkan ke Sudan, Libanon, sehingga terjadilah suatu keadilan," imbuhnya.

Selasa, 25/07/2017 18:01 0

Indonesia

Menristekdikti Pecat PNS Anggota HTI, KSHUMI: Lebih Baik Mundur

Chandra Purna Irawan menilai, harus ada bukti yang menunjukan seseorang tidak setia dan taat Pancasila.

Selasa, 25/07/2017 17:23 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Terus Pro Aktif dalam Kasus Al-Aqsa

Ia menambahkan yang dibutuhkan adalah sikap pro aktif dan bukan menunggu hasil. "Indonesia harus terlebih dahulu ke depan karena tempat umat muslim terbesar sedunia yang punya pengaruh signifikan, baik secara realistis maupun secara diplomatif," imbuhnya.

Selasa, 25/07/2017 17:10 0

Tazkiyah

Malaikat Pun Berkata Lewat Lisan Mujahid Saat Negosiasi dengan Pasukan Musuh

“Raja berkata, ‘Sial, para malaikat telah berbicara melalui lisan-lisan mereka. Mereka (para malaikat) merespons kita dan membela kita dari orang-orang Arab.’

Selasa, 25/07/2017 15:44 0

Indonesia

Soal Ancaman Kapolrestabes Semarang, Felix Siauw: Polisi Harusnya Memberi Rasa Aman

Dai remaja, Felix Siauw mengkritik pernyataan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji dikeluarkan dalam menyikapi demo tolak Perppu Ormas yang akan digelar di Semarang. Menurutnya, pernyataan tersebut dinilai provokatif dan tidak etis.

Selasa, 25/07/2017 14:10 1

Kolom

Muslim Itu ‘Gak Baperan’, Belajar dari Khalifah Abu Bakar

Keberhasilan Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dalam menumpas kaum murtad ternyata memberi kekecewaan bagi penguasa imperium Persia serta romawi. Mereka menyadari akan kekuatan umat Islam dan menjadi berpikir ulang untuk menyerang negeri umat Islam.

Selasa, 25/07/2017 13:30 0

Indonesia

Usai Dibubarkan Lewat Perppu, Situs Resmi HTI Diblokir

Maka dengan mengacu pada ketentuan perppu tersebut terhadap status badan hukum HTI dicabut," ujar Dirjen AHU Kemenkumham Freddy Harris.

Selasa, 25/07/2017 13:05 0

Close