... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Manis Slogan Rezim Tiran

Foto: rezim tiran

KIBLAT.NET – Guru Besar Sejarah di Yale University, Amerika Serikat, Timothy Snyder pernah berkata, “Adalah salah, mengasumsikan bahwa penguasa yang menaiki kursi kekuasaan melalui institusi demokratis tidak akan mengubah atau menghancurkan institusi itu.”

Ia mencontohkan, bagaimana Nazi yang dibangun oleh diktator Adolf Hitler hanya memerlukan waktu satu tahun untuk mengonsolidasikan kekuatan. Dan, pada akhir 1933, Jerman bertransformasi menjadi negara satu partai. Semua institusi negara direndahkan. Penguasa baru mengadakan pemilihan parlemen tanpa oposisi dan menggelar referendum untuk meneguhkan kekuasaan baru.

Bercermin pada pengalaman historis Eropa, Snyder kemudian menulis buku On Tyranny: Twenty Lessons From the Twentieth Century. Pelajaran pertamanya: jangan buru-buru patuh. Snyder bercerita bagaimana peristiwa menyerahnya Kanselir Austria kepada Hitler pada tahun 1938 membuat jalan Nazi semakin mudah. Nazi tidk menyangka warga Austria bersedia mengompromikan prinsip mereka begitu cepat.

Inilah kepatuhan antisipatoris, saat warga menyerahkan nilai dan prinsip mereka kepada penguasa baru secara gratis, bahkan sebelum diminta. Snyder menyebutnya sebagai tragedi politik. Kepatuhan Austria mengajari pemimpin Nazi untuk bergerak lebih cepat menuju perubahan rezim sepenuhnya. Kepatuhan serupa berlangsung di Cekoslovakia pada Pemilu 1946 yang dimenangi partai komunis.

Ambruknya tatanan demokrasi Eropa ini dicatat dengan baik oleh Snyder karena saat ini kita disaput kecemasan ketika menyaksikan arah angin politik di Amerika maupun di Tanah Air. Donald Trump dengan slogan politik ‘Make America Great Again’ mengingatkan kita pada lembaran sejarah kelam di masa silam. Sementara, kebijakan-kebijakan politik Tanah Air pun kian dekat dengan istilah tirani dan represi.

BACA JUGA  Fahri Hamzah Mendadak Dikunjungi Dubes Cina, Sebelum Kedatangan Tamu Uighur

Pilihan politik dan slogan yang diambil oleh Presiden Jokowi saat merespons apa yang mereka sebut sebagai kelompok intoleran dan radikal adalah jargon yang intimidatif: Gebuk! Sehingga, akhirnya lahirlah Perppu pembubaran ormas. HTI jadi tumbal pertamanya. Namun bukan tak mungkin, empat, lima bahkan enam organisasi lain akan menyusul. Sebagaimana yang dikatakan Presiden dalam wawancara eksklusifnya.

Kini, slogan-slogan manis seperti ‘kelompok fundamentalisme’, ‘pengubah dasar negara’, ‘anti Pancasila’, kembali berkumandang. Menyasar para oposan dan suara masyarakat yang kritis dan vokal. Tentang ini, Snyder berpesan agar masyarakat jangan pernah abaikan pemakaian kata-kata, bahasa, dan simbol-simbol yang menyiratkan arah perubahan politik. Snyder meminjam wawasan filolog Victor Klemperer tentang cara Nazi mengendalikan bahasa untuk kemudian mengendalikan lainnya.

Melalui kata-kata, jargon, semboyan, hingga simbol dan bendera, Hitler mengangsir semua kekuatan oposisi. Ketika logika serupa menyebar cepat di masyarakat dan ruang publik telah dipenuhi tanda kesetiaan pada rezim otoriter, gagasan tentang perlawanan tidak terpikirkan lagi.

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

CCTV di Al-Aqsa Lebih Berbahaya dari Detektor Logam, Ini Alasannya

Bagi orang-orang Palestina, masalah memasang kamera di pintu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha adalah manifestasi lain dari kontrol Israel atas tempat suci tersebut.

Rabu, 26/07/2017 14:54 0

News

Al-Shabab: Trump Presiden Terbodoh yang Pernah Dimiliki Amerika

Pernyataan tersebut dikeluarkan dalam sebuah video, yang menurut SITE Intelligence Group dirilis pada Ahad (23/07). Dalam rilis Al-Shabab tersebut, juga ditampakkan sebuah video yang diposting Trump di Twitter-nya. Video yang sempat viral dan menuai kecaman itu menampakkan serangan Trump kepada media CNN, karena dianggap sebagai penyebar berita palsu.

Rabu, 26/07/2017 14:00 0

Indonesia

KontraS: Mekanisme Pembubaran Ormas dalam Perppu 2/2017 Rancu

Perppu Ormas yang dilahirkan ini pun juga disebutnya rancu, karena hal itu memberikan kesempatan pada negara untuk memiliki definisi​ tersendiri mengenai apa yang dianggap melanggar atau tidak sesuai dengan Pancasila.

Rabu, 26/07/2017 13:10 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buktikan Adanya Ancaman di Telegram

Terkait hal ini, Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Publik PUSHAMI, Jaka Setiawan mempertanyakan alasan tersebut dan meminta pemerintah untuk membuktikannya.

Rabu, 26/07/2017 12:11 0

Tazkiyah

Pasukan Mujahidin yang Berjalan di Atas Air

Tatkala penduduk Persi melihat pasukan kaum Muslimin, mereka berkeliling di tepi sungai sembari berteriak, “Orang-orang gila, orang-orang gila. Demi Allah, kalian tidak memerangi manusia, tetapi memerangi jin.”

Rabu, 26/07/2017 11:26 3

Palestina

Bikin Panas, Hakim Yahudi Ini Minta Israel Bangun Sinagog di Al-Aqsa

Hakim Yahudi Israel dari Jewish Home Party, Bezalel Smotrich, menyerukan untuk membangun sebuah sinagog di halaman Masjid Al-Aqsa. Sinagog adalah tempat beribadah orang Yahudi.

Rabu, 26/07/2017 11:09 0

Indonesia

Komisi VIII Nilai Dunia Internasional Tak Berdaya Mengatasi Agresi Israel

Blokade terhadap Masjid Al-Aqsa oleh Israel mendapat perhatian dari Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini. Dalam hal ini, ia menyayangkan ketidakberdayaan dunia atas agresi yang dilakukan Israel terhadap umat Islam Palestina.

Rabu, 26/07/2017 10:40 0

Afghanistan

Tiga Distrik Jatuh ke Tangan Taliban dalam Tiga Hari

Pejuang Taliban terus meraih kemenangan dalam pertempuran memperluas wilayah. Dalam tiga hari terakhir, gerakan yang sempat memerintah Afghanistan itu merebut tiga distrik.

Rabu, 26/07/2017 10:02 1

Indonesia

Soal Perppu Ormas, NU dan Muhammadiyah Dinilai Berpotensi untuk Dibubarkan

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Alhabsyi, menyatakan bahwa saat ini tidak nampak adanya kegentingan yang memakasa pemerintah untuk mengeluarkan Perppu no 2/2017 tentang Ormas. Menurutnya, sampai saat ini tidak ada ancaman berarti yang disebabkan oleh ormas itu sendiri.

Rabu, 26/07/2017 10:00 0

Video News

Dialog Kebangsaan: Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah

KIBLAT.NET – Khilafah sudah lama runtuh. Namun, hanya sebatas itu yang umat Islam kebanyakan tahu....

Rabu, 26/07/2017 09:04 0

Close