... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pramuka Dibekukan Menpora Karena Dituding Afiliasi HTI, Ini Jawaban Adhyaksa

Foto: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault saat aksi 'Indonesia Membela Palestina'i area kampus Al-Azhar, Jakarta Selatan pada Jumat (21/07).

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan pihaknya mengambil keputusan untuk membekukan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang dituding berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia.

Dia menuturkan, salah satunya adalah Pramuka, di mana Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault disebut pernah mendatangi acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kebijakan itu pun mendapat reaksi keras dari Adhyaksa. Dia menilai langkah Menpora terlalu berlebihan. Sebab, ihwal kedatangannya di acara HTI pada 2013 lalu sudah diklarifikasi secara jelas dan terbuka.

Bahkan, mantan Menpora di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini telah mengklarifikasi langsung kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Wapres Jusuf Kalla, hingga Presiden Jokowi.

“Ke Wapres, ke BIN, bahkan ke Presiden sudah, terus mau gimana lagi?” ujar Adhyaksa saat dihubungi Liputan6.com, Senin (24/7/2017).

Namun demikian, Adhyaksa Dault menilai bila dirinya diharuskan untuk memberikan klarifikasi langsung kepada Menpora Imam Nahrawi, dia mengaku siap untuk datang.

“Mungkin karena saya dianggap tidak sopan. Dan beliau (Imam Nahrawi) kan orang besar, pejabat tinggi, saya akan ikuti apa yang beliau inginkan. Demi Pramuka, saya siap untuk ikuti,” kata dia.

Adhyaksa pun menganggap persoalan dirinya mendatangi acara HTI tersebut sudah selesai. Dia mengaku telah memberi penjelasan resmi ke masyarakat, termasuk tudingan kalau dirinya anti-Pancasila.

BACA JUGA  Pemerintah Butuh Dana Rp 300 Triliun Jika Terapkan Lockdown

“Saya ini bukan anggota, apalagi simpatisan HTI. Saya sudah alami tahapan panjang. Saya pernah jadi Ketua KNPI, Lemhanas Pemuda, tidak mungkin saya anti-Pancasila,” ucap Adhyaksa.

Menpora Tunggu Penjelasan

Menpora Imam Nahrawi sebelumnya mengatakan, pembekuan bantuan untuk Pramuka akan terus dilakukan sampai ada penjelasan resmi dari Adhyaksa.

“Pemerintah telah mengambil keputusan. OKP (Organisasi Kepemudaan), Ormas yang biasa dibantu pendanaan oleh Kemenpora, tidak akan membantu lagi. Mungkin salah satu yang sempat mengemuka di DPR tentang Pramuka. Kalau sekarang masih kami pending bantuannya, sampai betul-betul ada klarifikasi, ada penjelasan,” kata Imam di kantor DPP PKB, Jakarta, Ahad, 23 Juli 2017.

Dia menegaskan, ini salah satu bentuk ketegasan pemerintah dari terbitnya Perppu Ormas. Selain itu, klarifikasi diperlukan bukan dari Pramuka, melainkan individu Adhyaksa.

“Ini sebagai tindak lanjut dari ketegasan pemerintah dari Perppu Ormas kemarin. Saya sedang menunggu penjelasan Pak Adhyaksa Dault. Statement individu. Sudah kami minta, sedang kami tunggu jawabannya. Sampai kemarin belum. Mungkin secara tertulis sudah diluncurkan, tapi belum masuk ke meja saya,” jelas Imam.

 

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Sumber: Liputan6.com

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Khalifa Haftar Terima Bantuan Militer Israel

Khalifa Haftar, komandan militer yang menguasai bagian timur Libya, dilaporkan telah menerima bantuan militer Israel setelah pertemuan dengan intelijen Israel yang diduga dimediasi oleh Uni Emirat Arab.

Selasa, 25/07/2017 11:02 0

Afghanistan

Balas Kemunduran di Helmand, Taliban Rebut 2 Distrik di Afghanistan Utara

Para pejuang Taliban berhasil merebut dua distrik di Afghanistan utara setelah kehilangan tanah di Helmand selatan.

Senin, 24/07/2017 19:20 0

Afghanistan

Putra Amir Taliban Gugur dalam Pertempuran di Helmand

Putra Amir Taliban Mullah Haibatullah Akhunzada gugur setelah melakukan serangan bom sabuk di kota Gereshk, Helmand.

Senin, 24/07/2017 18:04 0

Irak

Iran Perkuat Kerja Sama Militer dengan Iraq Pasca Jatuhnya Mosul

Iran dan Iraq telah menandatangani kesepakatan terkait kerja sama militer untuk saling mendukung dalam apa yang mereka sebut perang kontra-terorisme dan ekstremisme.

Senin, 24/07/2017 17:00 0

Afghanistan

Salah Serangan, AS Tewaskan Belasan Polisi Afghanistan di Helmand

Serangan udara Amerika Serikat telah membunuh belasan polisi Afghanistan di Provinsi Helmand, Afghanistan.

Senin, 24/07/2017 16:32 0

Palestina

Kritik Tajam Imam Masjid Al-Aqsa untuk Negara-negara Arab

Imam Masjid Al-Aqsa, Syaikh Ikrima Sabri dalam Khutbah Jum'at menyatakan keprihatinan atas langkah-langkah yang dilakukan dunia Arab dalam krisis di Palestina.

Senin, 24/07/2017 16:03 0

Malaysia

Paspor Dicabut, Zakir Naik Batal Hadiri Pertemuan Cendekiawan di Malaysia

Dai internasional Zakir Abdul Karim Naik batal menghadiri konferensi cendekiawan Islam di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia

Senin, 24/07/2017 15:04 0

Tazkiyah

Seribu Pasukan Menjadi Buta dalam Peperangan Ini

Ketika kedua pasukan saling berhadapan, Khalid memerintahkan para sahabatnya untuk melemparkan anakanak panah. Mereka melemparkan anak-anak panah sehingga membuat 1000 mata pasukan musuh menjadi buta.

Senin, 24/07/2017 12:23 0

Suriah

Serangan Ambush di Ghoutah Timur, Pukulan Telak bagi Rezim Assad

Di tengah upaya militer rezim Suriah untuk meraih kemajuan ke wilayah-wilayah luar kota Damaskus yang dikuasai oleh oposisi, pada hari Kamis (20/07) pasukan pro-Assad dilaporkan terkena serangan dadakan yang menewaskan sedikitnya 28 tentara.

Senin, 24/07/2017 10:44 0

Mesir

Tak Peduli Terjerat Krisis Ekonomi, Mesir Bangun Pangkalan Militer Terbesar di Afrika

Pangkalan militer besar dibuka di Mesir pada Sabtu (22/07) di tengah tekanan krisis ekonomi yang terus berlanjut di negara. Upacara pembukaan dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka di dunia Arab. Di antaranya Putra Mahkota Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayyed dan Jenderal Libya Khalifa Haftar.

Ahad, 23/07/2017 18:16 0

Close