... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Adakah “Harga Mati” dalam Konsep Buatan Manusia?

KIBLAT.NET – Sebagai seorang muslim, seharusnya kita menyadari bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terikat dengan nilai. Segala sesuatu dalam kehidupannya selalu diukur dan dibatasi dengan nilai-nilai, pada akhirnya kesehariannya pun dipenuhi dengan aktivas menilai, dinilai, dan saling menilai.

Berbeda dengan binatang yang hanya mempunyai sisi nafsiyah (nafsu), manusia yang juga mempunyai sisi aqliyah (akal) justru tak bisa sebebas binatang dalam menjalani kehidupannya. Bagi seekor kucing, cukup baginya untuk mencari ikan terdekat lalu melahapnya ketika lapar.

Namun manusia tak bisa berlaku seperti itu, ketika lapar dia tidak bisa langsung menyantap sepiring nasi yang terhidang di hadapannya. Harus ada pertanyaan-pertanyaan yang dijawab terlebih dahulu, semisal “dari mana sepiring nasi ini?”, “Bolehkah saya menyantapnya?”, “Bagaimana agar saya bisa menyantapnya?”

Di antara nilai mendasar yang pasti digunakan manusia adalah baik dan benar. Disadari atau tidak manusia senantiasa memberikan apresiasi berlebih terhadap yang paling baik dan yang paling benar. Hampir mustahil rasanya menemukan sebuah kampung yang memberikan penghormatan secara sadar terhadap warganya yang paling jahat.

Permasalahannya adalah penilaian akan baik dan benar sangat dipengaruhi oleh jumlah informasi serta tingkat pemahaman seseorang. Dan tidak pernah ada dua orang manusia yang tingkat pemahamannya sama atau setara, maka bisa dipastikan pendefinisian akan baik dan benar pun menjadi berbeda-beda. 

Bagi seorang aktivis HTI, ceramah Ustadz Felix Siauw sudah pasti terdengar menyejukkan dan penuh informasi-informasi yang mencerahkan. Namun bagi seorang Endro Supriyadi, Ketua GP Ansor Sragen ternyata terdengar merusak dan membahayakan maka harus dibubarkan. Di mata aktivis HTI, wacana pendirian khilafah adalah baik dan benar sehingga harus diupayakan dan diperjuangkan, namun di mata seorang Menkopolhukam Wiranto ternyata adalah wacana yang buruk dan salah maka harus dilarang.

Bayangkan betapa kacaunya kehidupan ketika masing-masing mempunyai standar nilai yang berbeda seperti itu. Karena itu diperlukan sebuah standar nilai yang bisa dan harus disepakati semua pihak, namun di sisi lain mustahil manusia mampu menyusun hal sebesar itu, pasti ada pihak-pihak terdholimi yang dipaksa untuk taat tanpa boleh bersuara. 

Maka dari itulah, Allah SWT menurunkan Al Qur’an sebagai sekumpulan pedoman bagi manusia dalam memandang dan menjalani kehidupan tanpa harus menzalimi manusia lainnya. Seorang muslim ketika menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman, maka dia tak lagi memperturutkan perasaannya dalam menilai baik buruknya sesuatu serta benar salahnya suatu perbuatan.

Seseorang ketika telah menjadikan Al Qur’an sebagai standar nilai, maka cara pandangnya terhadap dunia menjadi unik. Contohnya, seseorang yang bersedekah tidak serta merta disebut baik dan benar, bersedekah bisa menjadi salah dan tidak baik ketika menggunakan harta haram ataupun disertai kesombongan ketika menyerahkannya. Sebaliknya seseorang yang memakan bangkai juga tidak serta merta dikatakan melakukan perbuatan buruk, memakan bangkai justru bisa menjadi baik dan benar ketika dia memakannya karena kondisi darurat dan demi menghindarkan diri dari kematian.

Begitupun dengan hal-hal yang lebih serius semisal pembunuhan dan peperangan. Pembunuhan menjadi baik dan benar ketika memang diperintahkan dalam Al Qur’an, misalnya dalam rangka qishash atau pembalasan terhadap pembunuhan yang disengaja. Peperangan juga menjadi baik dan benar ketika diniatkan fi sabilillah dan yang diperangi adalah pihak-pihak yang dalam Al Qur’an diperintahkan untuk diperangi.

Hal-hal yang tampak indah di mata kita semisal perdamaian pun bisa menjadi salah dan buruk ketika tidak sesuai dengan Al Qur’an. Misalnya, demi perdamaian kita harus menyembah sesembahan selain Allah SWT, demi perdamaian kita harus berpartisipasi dalam ritual keagamaan agama lain, dan demi perdamaian kita harus berpartisipasi dalam menistakan agama kita sendiri. 

Dan menggunakan standar nilai seperti itu bukan berarti mengabaikan sisi kemanusiaan diri kita, namun justru memperluas dan membuatnya semakin unik. Kemanusiaan tak lagi sebatas menangis dan berdoa untuk segelintir orang yang lecet-lecet akibat serangan bom ISIS. Namun kemanusiaan juga berbicara tentang bagaimana memulihkan manusia dan membawanya kepada keadaan yang lebih baik. 

Karena itu Al Qur’an memperkenalkan konsep infaq, dakwah dan jihad. Di mana infaq berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia-manusia yang kekurangan dan memerlukan bantuan, lalu dakwah berfungsi untuk menyebarkan standar-standar nilai Al Qur’an yang tidak mendholimi siapapun (baca: rahmatan lil alamin), dan jihad berfungsi untuk menghilangkan gangguan dari pihak-pihak yang berupaya menghalangi tercapainya kondisi yang rahmatan lil alamin tersebut.

Begitulah seharusnya seorang muslim, baik dan benarnya hanya berdasarkan Al Qur’an. Karena hanya yang berdasarkan Al Qur’an saja lah yang akan diapresiasi oleh Allah SWT dalam kehidupan setelah kematian kelak. Standar-standar nilai buatan manusia tidak akan mendatangkan manfaat sedikitpun bagi kehidupan setelah kematian meskipun dulunya diembel-embeli dengan “harga mati” sekalipun. 

 

Penulis : Rusydan Abdul Hadi 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BKSAP Dukung Indonesia Boikot Produk Israel

Ketua Badan Kerjasama antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Ali Assegaf menegaskan bahwa pemboikotan produk Israel pasti dilakukan oleh masyarakat.

Selasa, 25/07/2017 19:04 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Buktikan Adanya Ancaman Teror di Telegram

Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Publik PUSHAMI, Jaka Setiawan pun mempertanyakan tuduhan ini dan menantang Pemerintah untuk membuktikan tuduhan tersebut

Selasa, 25/07/2017 18:33 0

Indonesia

BKSAP Minta Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Al-Aqsa

"Karena tentara perdamaian kita sudah diakui. Sebagaimana kita kirimkan ke Sudan, Libanon, sehingga terjadilah suatu keadilan," imbuhnya.

Selasa, 25/07/2017 18:01 0

Indonesia

Menristekdikti Pecat PNS Anggota HTI, KSHUMI: Lebih Baik Mundur

Chandra Purna Irawan menilai, harus ada bukti yang menunjukan seseorang tidak setia dan taat Pancasila.

Selasa, 25/07/2017 17:23 0

Indonesia

Pemerintah Diminta Terus Pro Aktif dalam Kasus Al-Aqsa

Ia menambahkan yang dibutuhkan adalah sikap pro aktif dan bukan menunggu hasil. "Indonesia harus terlebih dahulu ke depan karena tempat umat muslim terbesar sedunia yang punya pengaruh signifikan, baik secara realistis maupun secara diplomatif," imbuhnya.

Selasa, 25/07/2017 17:10 0

Palestina

Copot Metal Detektor, Israel Pasang CCTV Canggih di Al-Aqsa

Israel akhirnya memutuskan untuk menyingkirkan metal detektor dari Masjid Al-Aqsa. Namun....

Selasa, 25/07/2017 16:32 0

Palestina

‘Israel di Ambang Pertempuran dengan Muslim Sedunia’

Mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni mengatakan bahwa, Israel berada di ambang pertempuran dengan dunia Muslim.

Selasa, 25/07/2017 16:08 1

Tazkiyah

Malaikat Pun Berkata Lewat Lisan Mujahid Saat Negosiasi dengan Pasukan Musuh

“Raja berkata, ‘Sial, para malaikat telah berbicara melalui lisan-lisan mereka. Mereka (para malaikat) merespons kita dan membela kita dari orang-orang Arab.’

Selasa, 25/07/2017 15:44 0

Afghanistan

100 Lebih Pasukan Afghanistan Menyerahkan Diri kepada Taliban

130 petugas keamanan Afghanistan menyerahkan diri kepada Taliban pada Senin (24/07), setelah pengepungan sebuah benteng di provinsi Faryab, Afghanistan utara.

Selasa, 25/07/2017 15:28 0

Suriah

Assad Kirim Kekuatan untuk Bantu Syiah Hizbullah di Jarod Arsal

Militer Bashar Assad mengumumkan mendukung operasi milisi Syiah Hizbullah Lebanon di Jarod Arsal, perbatasan antara Suriah-Lebanon. Pekan lalu, milisi yang memiliki negara di dalam negara itu menggulirkan operasi militer di wilayah strategis itu.

Selasa, 25/07/2017 14:37 0

Close