... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Putra Amir Taliban Gugur dalam Pertempuran di Helmand

Foto: Putra Amir Taliban Mullah Haibatullah Akhunzada , Hafiz Abdul Rahman Khalid

KIBLAT.NET, Kabul- Putra Amir Taliban Mullah Haibatullah Akhunzada gugur setelah melakukan serangan bom sabuk di kota Gereshk, Helmand. Kabar pengorbanan Hafiz Abdul Rahman Khalid itu diumumkan oleh Qari Yousaf Ahmadi, juru bicara Taliban untuk wilayah Afghanistan selatan.

Menurut keterangan Ahmadi, serangan terjadi pada Kamis (20/07) atas tawaran langsung dari Abdul Rahman. Kabar tersebut juga dibenarkan oleh seorang pendukung Taliban bernama Abdulqahal Balkhi di akun Twetternya. Tweet Balkhi itu kemudian di-retweet oleh juru bicara Taliban Zabihulllah Mujahid.

Abdul Rahman merupakan seorang siswa di salah-satu sekolah Islam yang dikelola Taliban. Namun, ia diceritakan sangat ingin terlibat dalam peperangan melawan penjajah AS dan tentara boneka di Afghanistan sejak sebelum ayahnya diangkat menjadi Amir Imarah Islamiyah Afghanistan. Niatnya tak surut, meski ayahnya di kemudian hari diangkat menjadi pemimpin tertinggi Taliban.

Mullah Haibatullah Akhunzada mengambil alih kepemimpinan Taliban setelah pendahulunya, Mullah Akhtar Mohammad Mansour meninggal dalam serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan pada Mei 2016.

Sementara itu, Provinsi Helmand telah menjadi benteng bagi Taliban sejak pasukan AS mulai menarik diri dari provinsi tersebut pada tahun 2013. Taliban kini menguasai enam dari 14 distrik di provinsi tersebut (Baghran, Dishu, Khanashin, Now Zad, Musa Qala, dan Sangin). Menurut data yang dikumpulkan oleh FDD’s Long War Journal hampir seluruh Helmand telah diperebutkan selama lebih dari setahun terakhir.

BACA JUGA  Investigasi PBB Konfirmasi 30 Sipil Tewas Dalam Kampanye Udara AS di Afghanistan Barat

 
Sumber: Aljazeera, Long War Journal
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Buntut Pembubaran HTI, Menpora Bekukan Dana Pramuka

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menahan anggaran untuk Pramuka karena menganggap ketuanya telah memberikan dukungan kepada organisasi HTI yang resmi dibubarkan pemerintah.

Senin, 24/07/2017 17:30 0

Indonesia

Krisis Al-Aqsa, Menag Desak PBB dan OKI Gelar Sidang Darurat

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendesak Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) segera menggelar sidang darurat membahas krisis yang terjadi di Al-Aqsha.

Senin, 24/07/2017 14:36 0

Indonesia

Blokade Masjid Al Aqsa oleh Israel Penghinaan Bagi Islam

"Hak asasi kaum muslimin untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa direnggut dengan diblokadenya ini"

Senin, 24/07/2017 13:57 0

Indonesia

Aksi Boikot Starbucks yang Dukung LGBT Warnai Arena CFD

Dengan mendukung LGBT, bos Starbucks dianggap menantang Islam

Senin, 24/07/2017 13:04 0

Tazkiyah

Seribu Pasukan Menjadi Buta dalam Peperangan Ini

Ketika kedua pasukan saling berhadapan, Khalid memerintahkan para sahabatnya untuk melemparkan anakanak panah. Mereka melemparkan anak-anak panah sehingga membuat 1000 mata pasukan musuh menjadi buta.

Senin, 24/07/2017 12:23 0

Indonesia

KOKAM Siap Terlibat di Palestina

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) siap terlibat dalam upaya kemanusiaan di Palestina

Senin, 24/07/2017 03:42 0

Indonesia

Pembubaran HTI Dinilai Bentuk Kediktatoran Konstitusional Pemerintah

Tanpa pengadilan, ormas tak memiliki ruang untuk membela diri

Senin, 24/07/2017 02:11 0

Indonesia

Pemuda Muhammadiyah Desak PBB Tindak Tegas Penjajah Israel

Penjajah Israel dinilai telah melakukan keajahatan HAM luar biasa

Senin, 24/07/2017 01:04 0

Indonesia

Perppu Ormas Ingatkan Kebijakan Asas Tunggal Era Orba

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa terbitnya Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) membuat pemerintah menjadi penafsir tunggal mengenai paham yang bertentangan dengan pancasila. Ia menilai, perppu ini mengingatkan kembali kebijakan azas tunggal di masa Orde Baru (Orba).

Ahad, 23/07/2017 17:38 0

Indonesia

Soal Perppu Ormas, Komisi I DPR: Pemerintah Semakin Paranoid

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa penerbitan Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terlalu dipaksakan. Menurutnya, hal ini menandakan bahwa pemerintah saat ini semakin paranoid.

Ahad, 23/07/2017 16:55 0

Close