... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Shalat Sendiri di Belakang Shaf, Apa Hukumnya?

Foto: Bergabung dalam shalat jamaah

KIBLAT.NET – Ketika seseorang masuk masjid, namun ternyata shaf sudah terisi penuh dan tidak menemukan tempat, apakah ia shalat di belakang shaf sendirian, ataukah menarik seseorang untuk berdiri bersamanya, ataukah menunggu orang lain datang?

Ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Berikut kami sampaikan perbedaan pandangan ulama, selanjutnya kami sebutkan mana pendapat terbaik.

Pendapat Pertama, shalat sendirian di belakang shaf terhitung satu shaf dan shalatnya sah. Inilah pendapat jumhur, seperti dituturkan Ibnu Rusyd dalam Bidâyatul Mujtahid. Di antaranya Malik, Syafi’i, dan Abu Hanifah. (Bidâyatul Mujtahid; I/187)

Di antara dalil mereka ialah hadits Abu Bakrah, disebutkan bahwa ia rukuk di belakang shaf, lalu ia melangkah menuju shaf. (HR. Bukhari) Al-Baghawi menjelaskan, “Ada beberapa permasalahan fiqh yang terkandung dalam hadits ini, di antaranya orang yang shalat sendirian di belakang shaf mengikuti shalat imam, shalatnya sah, karena Abu Bakrah rukuk di belakang shaf, dan melakukan sebagian shalat di belakang shaf, namun Nabi ntidak memerintahkan untuk mengulang shalat. Beliau hanya memberitahu yang lebih utama untuk dilakukan pada kesempatan-kesempatan berikutnya, ‘Jangan kau ulangi lagi.’ Larangan ini bermaksud memberitahu, bukan larangan mengharamkan. Andai bermakna larangan, tentu beliau perintahkan Abu Bakrah untuk mengulang shalat kembali’,” (Syarhus Sunah, Baghawi; III/338).

Pendapat Kedua, shalat sendirian di belakang shaf batal. Ini pendapat Imam Ahmad, salah satu riwayat dari Imam Malik, seperti disebutkan dalam Al-Ifshâh, Ibnu Hubairah.392Pendapat ini dianut sejumlah fuqaha dan ahli hadits. (Al-Ifshâh; I/54)

Para pengusung pendapat ini bersandar pada hadits Wabishah bin Ma’bad, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang shalat di belakang shaf sendirian, lalu beliau menyuruhnya untuk mengulang shalat kembali.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits ini diperkuat hadits Ali bin Syaiban, ia mengatakan, “Kami bepergian, kemudian kami menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Kami berbaiat kepada beliau dan kami kemudian shalat di belakang beliau. Seusai shalat, beliau melihat seseorang shalat di belakang shaf seorang diri. Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di dekat orang itu hingga ia usai shalat, lalu beliau bersabda:

اسْتَقْبِلْ صَلَاتَكَ لَا صَلَاةَ لِلَّذِي خَلْفَ الصَّفِّ

Perbaiki shalatmu, karena tidak ada shalat bagi yang shalat di belakang shaf’.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Abdullah bin Ahmad setelah menukil hadits Wabishah dalam Al-Musnad mengatakan, “Ayahku menganut hadits ini.” (Al-Musnad; IV/228)

Pendapat Ketiga, merinci, yaitu jika ia menemukan tempat di shaf, tapi tetap shalat sendirian, shalatnya tidak sah, namun jika setelah berusaha tetap tidak menemukan tempat di shaf, ia boleh berdiri sendirian di belakang.

Pendapat ini dianut Hasan Al-Bashri, seperti disebutkan dalam Al-Mushannafbkarya Ibnu Abi Syaibah dan Al-Buwaithi, seperti disebutkan Ays-Syaukani dalam Nailul Awthârdan Ibnu Qudamah dalam Al-Mughnî.

Pendapat ini juga dianut dan diperkuat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seperti disebutkan dalam Al-Fatâwâ, Al-Qawâ’id An-Naurâniyyahdan Al-Masâ`il Al-Mardiniyyah. Demikian halnya dengan Ibnul Qayyim. Pendapat ini juga dipilih Syaikh Abdurrahman As-Sa’di. Semoga Allah merahmati mereka semua. (Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah; II/193, Nailul Awthâr; III/229, Al-Mughni; III/56, Majmû’ Fatâwâ Ibnu Taimiyah; 21/397, A’lâmul Muwaqqi’în; II/21-22)

Inilah pendapat terbaik, insya Allah, karena sejumlah alasan berikut: Ulama sepakat, kewajiban-kewajiban dan rukun-rukun shalat gugur ketika tidak mampu dikerjakan. Ketika tidak mampu, kewajiban tidak berlaku, dan tidak ada yang namanya haram ketika berada dalam situasi darurat. Ini merupakan salah satu kaidah syariat terbesar.

Berdiri adalah rukun dalam shalat fardhu. Saat seseorang tidak mampu berdiri, ia boleh shalat dengan duduk. Seperti itu juga dengan rukuk, sujud, dan lainnya. Shalat bersama jamaah dalam shaf, bukan merupakan bagian dari rukun ataupun kewajiban shalat. Seperti diketahui, tidak biasa bergabung dalam shaf merupakan uzur, dan seperti disebutkan dalam kaidah paten bersumber nash-nash syariat, hukum bisa berubah ketika ada uzur menimpa seseorang. Orang yang tidak tahu arah kiblat, boleh shalat ke arah mana saja, tanpa harus mengulangi lagi shalat ketika menemukan sesuatu untuk menutupi badan, atau mengetahui arah kiblat dengan jelas setelah shalat dikerjakan. Dan begitu seterusnya.

Dalil-dalil umum syariat menguatkan pendapat ini, seperti firman Allah Ta’ala, “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.” (At-Taghâbun: 16)

Pendapat ini mengompromikan dalil-dalil terkait. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Karena tidak ada shalat bagi orang yang shalat di belakang shaf” diartikan ketika seseorang lalai untuk menunaikan kewajiban bergabung dalam shaf dan menutup celah shaf yang ada. Sementara jika seseorang tidak menemukan celah, hadits ini tidak diberlakukan baginya, berdasarkan dua alasan yang telah kami sebut sebelumnya, di samping karena ia tidak lalai, sehingga shalatnya tetap sah, insya Allah. Wallâhu a’lam bis shawab!

Fakhruddin

Sumber: Kitab Al-Jâmi’ Li Ahkâmish Shalâh Wa Shifatu Shalâtin Nabiy Shalallâhu ‘Alaihi Wa Sallam, karya Abu Abdirrahman Adil bin Sa’ad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Syam

Aksi Bela Al-Aqsha Berlangsung di Berbagai Belahan Negara Muslim

Di ibukota Yordania, Amman, ribuan orang berkumpul di depan Masjid Al-Husaini di pusat ibukota. Mereka kemudian menggelar aksi jalan kaki dan membawa poster bertulis “Intifadhah berlanjut sampai Al-Quds bebas”, “Kita semua berkorban untuk Al-Aqsha” dan “Al-Aqsha adalah masalah akidah”.

Sabtu, 22/07/2017 09:07 0

Palestina

Tiga Gugur dan Ratusan Terluka dalam Aksi “Jumat Kemarahan” di Al-Quds

Aksi “Jumat kemarahan” diikuti oleh ribuan umat Islam. Massa menggelar Salat Jumat di jalan-jalan di kota Al-Quds untuk menolak pemasangan pintu metal detector di gerbang Masjid Al-Aqsha dan pemeriksaan ketat setiap jamaah yang ingin masuk.

Sabtu, 22/07/2017 08:12 0

Afghanistan

Lagi, Serangan Jet AS di Afghanistan Hantam Rekan Sendiri

Sejumlah anggota pasukan keamanan Afghanistan tewas setelah jet tempur pasukan internasional menargetkan kamp mereka di wilayah Helmand, Afghanistan selatan, pada Jumat (21/07). Dalam keterangan resmi, pasukan NATO mengatakan bahwa itu merupakan serangan salah sasaran.

Sabtu, 22/07/2017 07:25 0

Indonesia

Mantan Menpora Ungkap Permintaan Palestina kepada Indonesia, Apa Itu?

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault menegaskan bahwa umat Islam Palestina saat ini sedang diuji.

Sabtu, 22/07/2017 01:22 0

Indonesia

Solidaritas untuk Palestina, Umat Islam Palu Turun ke Jalanan

Berbagai ormas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sulteng Selamatkan Al-Aqsha turut menggelar aksi solidaritas untuk Palestina pada Jumat (21/07) di Bundaran Hasanuddin, Palu.

Sabtu, 22/07/2017 01:00 0

Indonesia

Tagih Janji Jokowi, Zaitun: Saya Indonesia, Saya Bantu Al-Aqsha

Ketua Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin mengajak kepada umat Islam untuk menagih Presiden Joko Widodo akan janjinya untuk membantu memerdekakan Palestina.

Sabtu, 22/07/2017 00:22 0

Indonesia

ACT: Palestina adalah Barometer Islam dan Tanggung Jawab Bersama

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengajak umat Islam Indonesia untuk merasakan apa yang dialami kaum Muslimin Palestina.

Sabtu, 22/07/2017 00:05 0

Arab Saudi

Saudi Beri Izin Jamaah Haji Asal Qatar, Tapi dengan Syarat

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait calon jamaah haji asal Qatar. Saudi membolehkan jamaah haji dan umrah asal negara yang diblokade itu dengan syarat berangkat melalui udara. Pesawat yang digunakan pun harus maskapai selain milik Qatar.

Jum'at, 21/07/2017 16:45 0

Khazanah

Balasan Surat Ibunda Ibnu Taimiyah yang Menggugah Jiwa

KIBLAT.NET - “Di belakang tokoh mulia, pasti ada wanita yang mulia,” Sebuah ungkapan yang tak asing di telinga kita. Iya, Seorang ibu adalah pilar masyarakat. Ada banyak peran yang luar biasa dijalankan oleh seorang ibu dalam menanamkan karakter serta pokok-pokok akidah Islam untuk buah hatinya.

Jum'at, 21/07/2017 16:10 0

Indonesia

UBN Imbau Pesan-pesan Solidaritas Al-Aqsa dan Palestina Diviralkan

Ketua Aliansi Indonesia Membela Masjid Al-Aqsa (AIMMA), ustadz Bachtiar Nasir menyampaikan kepada media-media yang peduli kepada kemanusiaan serta penderitaan rakyat Palestina, untuk memviralkan peristiwa pemblokiran Masjid Al-Aqsa yang saat ini sedang dilakukan oleh Zionis Israel.

Jum'at, 21/07/2017 15:18 0

Close