... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Meksiko Jadi Negara Paling Mematikan bagi Wartawan

Foto: Ilustrasi.

KIBLAT.NET, Mexico City – Meksiko sekarang berada di urutan teratas di samping Iraq sebagai negara paling mematikan di dunia bagi para jurnalis pada tahun 2017. Menurut Komite Perlindungan Wartawan (CPJ), rekor Meksiko bahkan telah melampaui Suriah yang dilanda perang.

Setidaknya empat wartawan tewas di Meksiko tahun ini. CPJ secara langsung menghubungkan semua itu dengan pembunuhan kepada wartawan, sementara motif di balik kematian lain masih diselidiki.

“Setiap wartawan di Meksiko adalah target,” kata wartawan lepas Luis Chaparro yang bekerja di Juarez, sebuah kota di negara bagian Chihuahua, Meksiko.

“Saya, seperti banyak kolega saya, merasa sangat, sangat tidak terlindungi,” kata Chaparro seperti dikutip dari CBS News, Kamis (13/07).

Beberapa faktor kembali meningkatkan kekerasan antar kartel di Chihuahua dan bagian lain di Meksiko. Dari kartel narkoba kalangan bawah hingga mereka yang memiliki hubungan dengan pejabat pemerintah.

“Mereka baru saja membunuh kolegaku Miroslava baru-baru ini,” kata Chaparro. “Saya merasa peluru itu terlalu dekat untuk saya.”

Miroslava Breach, yang melaporkan tentang kartel narkoba dan korupsi telah ditembak delapan kali pada bulan Maret saat dia pergi dari rumahnya di Chihuahua. Polisi telah mengidentifikasi dua tersangka dalam pembunuhannya, namun tidak ada yang ditangkap.

Diperkirakan 90 persen pembunuhan wartawan di Meksiko belum terpecahkan atau tidak dituntaskan secara menyeluruh.

BACA JUGA  Menhan AS Diisolasi untuk Observasi Corona

“Pelaku tidak ditangkap dan tidak dihukum,” kata Carlos Lauria, Direktur Program CPJ untuk Amerika, “Mereka melakukannya karena mereka merasa tidak ada konsekuensinya.”

CPJ memperkirakan bahwa lebih dari 40 wartawan telah terbunuh karena pekerjaan mereka di Meksiko sejak tahun 1992. Dalam 50 pembunuhan lainnya, sebuah motif masih belum dikonfirmasi.

Pemerintah federal Meksiko telah menerapkan sebuah program untuk melindungi wartawan yang telah diancam, namun Lauria mengatakan bahwa hal itu jelas tidak berjalan dengan baik.

Pembunuhan tersebut, katanya, merupakan ancaman bagi demokrasi Meksiko. “Ini mempengaruhi hak asasi manusia semua orang Meksiko untuk kebebasan berekspresi dan akses terhadap informasi,” kata Lauria.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: CBS News

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dinilai Ancam Keamanan Negara, Kominfo Blokir Telegram

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat 14 Juli 2017 telah resmi menyatakan sikap akan memblokir layanan pesan instan Telegram.

Sabtu, 15/07/2017 07:59 0

Indonesia

Yusril Ingatkan Ormas Pendukung Perppu

"Sebab, dengan Perppu ini, ormas manapun yang dibidik, bisa saja diciptakan opini negatif, lantas kemudian diberi stigma sebagai ormas 'anti Pancasila' untuk kemudian secara sepihak dibubarkan oleh pemerintah,"

Jum'at, 14/07/2017 17:06 0

Indonesia

Tahun Ini Barang-barang Jemaah Haji Indonesia Ditandai Pita Berwarna

“Tidak ada ruang transit untuk mengatur jemaah, bagasi, dan dokumen agar bisa keluar berdasarkan rombongan. Untuk itu dibutuhkan penanda barang bawaan yang akan memudahkan pengelompokan”

Jum'at, 14/07/2017 16:26 0

Indonesia

Yusril: Perppu Ormas Ciri Pemerintahan Otoriter, Di Zaman Orba pun Tak Ada

"Dengan Perppu yang baru ini, Menhumkam dapat membubarkan ormas semaunya sendiri"

Jum'at, 14/07/2017 15:35 0

Indonesia

Bubarkan Ormas dengan Perppu Dinilai akan Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Akan berlaku teori balon bagi umat Islam jika pemerintah membubarkan HTI

Jum'at, 14/07/2017 13:49 2

Indonesia

HTI Beri Kuasa Yusril Ihza Mahendra Ajukan Uji Materi Perppu Ormas ke MK

Permohonan uji materil dilakukan karena Perppu tersebut diyakini bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945

Kamis, 13/07/2017 21:03 0

Indonesia

HIMA Persis: Bubarkan Ormas Tanpa Lalui Pengadilan, Pemerintah Jadi Negara Kekuasaan

Perppu nomor 2 tahun 2017 mengancam semua Ormas

Kamis, 13/07/2017 20:06 0

Indonesia

Lanjutan Judicial Review, Istilah Makar Dianggap Teror Warga Negara dalam Berekspresi

"Kami melakukan judicial review pasal makar ini karena kami menilai pasal ini digunakan oleh pemerintah dan penegak hukum untuk membatasi hak hak kebebasan berekspresi warga negara,"

Kamis, 13/07/2017 19:28 0

Indonesia

Polling di Akun Twitter DPR RI Tanggapi Perppu Ormas Menghilang, Netizen Curiga

Belum genap 24 jam, polling tersebut telah berhasil menjaring suara publik dengan kategori setuju 37 persen, tidak setuju 58 persen, belum tepat 4 persen, dan tidak peduli 2 persen

Kamis, 13/07/2017 18:43 0

Indonesia

Yusril: Sudah Ada Niat Bubarkan Ormas Sebelum Buat Perppu

"Kalau secara politik hukum kan tidak betul cara-cara seperti itu, dia harus membuat norma yang netral lalu melihat suatu keadaan dan keadaan itu yang bertentangan dengan norma, maka norma itu yang diperaturankan,"

Kamis, 13/07/2017 17:53 0

Close