... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

“Bersih-bersih” Jelang Peringatan Gagalnya Kudeta, Turki Pecat 7.000 Lebih Tentara

Foto: Suasana jembatan Bosporus saat kudeta Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Turki memecat lebih dari 7.000 polisi, tentara dan pejabat kementerian berdasarkan sebuah dekrit baru yang diterbitkan pada hari Jum’at (14/07) di bawah keadaan darurat yang diberlakukan setelah kudeta yang gagal tahun lalu.

Kantor berita resmi Turki, Anadolu Agency melaporkan sebanyak 7.563 orang -termasuk polisi- telah diberhentikan dalam pembersihan terakhir.

“Pihak berwenang Turki juga mencabut pangkat 342 pensiunan personil,” imbuh Anadolu .

Sebelumnya, harian Hurriyet melaporkan bahwa 7.348 orang termasuk 2.303 polisi dipecat secara total.

Keputusan baru tersebut muncul sehari sebelum Turki menandai peringatan pertama sebuah upaya yang dipimpin militer untuk merebut kekuasaan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 15 Juli 2016.

Turki menyebut Fethullah Gulen, pemimpin organisasi FETO sebagai dalang kudeta. Namun, ia menyangkal hal tersebut.

Sejak saat itu sekitar 50.000 orang telah ditangkap dan lebih dari 100.000 orang dipecat atau diskors dari pekerjaan mereka.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: The New Arab


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dinilai Ancam Keamanan Negara, Kominfo Blokir Telegram

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat 14 Juli 2017 telah resmi menyatakan sikap akan memblokir layanan pesan instan Telegram.

Sabtu, 15/07/2017 07:59 0

Indonesia

Yusril Ingatkan Ormas Pendukung Perppu

"Sebab, dengan Perppu ini, ormas manapun yang dibidik, bisa saja diciptakan opini negatif, lantas kemudian diberi stigma sebagai ormas 'anti Pancasila' untuk kemudian secara sepihak dibubarkan oleh pemerintah,"

Jum'at, 14/07/2017 17:06 0

Indonesia

Tahun Ini Barang-barang Jemaah Haji Indonesia Ditandai Pita Berwarna

“Tidak ada ruang transit untuk mengatur jemaah, bagasi, dan dokumen agar bisa keluar berdasarkan rombongan. Untuk itu dibutuhkan penanda barang bawaan yang akan memudahkan pengelompokan”

Jum'at, 14/07/2017 16:26 0

Indonesia

Yusril: Perppu Ormas Ciri Pemerintahan Otoriter, Di Zaman Orba pun Tak Ada

"Dengan Perppu yang baru ini, Menhumkam dapat membubarkan ormas semaunya sendiri"

Jum'at, 14/07/2017 15:35 0

Indonesia

Bubarkan Ormas dengan Perppu Dinilai akan Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Akan berlaku teori balon bagi umat Islam jika pemerintah membubarkan HTI

Jum'at, 14/07/2017 13:49 2

Indonesia

HTI Beri Kuasa Yusril Ihza Mahendra Ajukan Uji Materi Perppu Ormas ke MK

Permohonan uji materil dilakukan karena Perppu tersebut diyakini bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945

Kamis, 13/07/2017 21:03 0

Indonesia

HIMA Persis: Bubarkan Ormas Tanpa Lalui Pengadilan, Pemerintah Jadi Negara Kekuasaan

Perppu nomor 2 tahun 2017 mengancam semua Ormas

Kamis, 13/07/2017 20:06 0

Indonesia

Lanjutan Judicial Review, Istilah Makar Dianggap Teror Warga Negara dalam Berekspresi

"Kami melakukan judicial review pasal makar ini karena kami menilai pasal ini digunakan oleh pemerintah dan penegak hukum untuk membatasi hak hak kebebasan berekspresi warga negara,"

Kamis, 13/07/2017 19:28 0

Indonesia

Polling di Akun Twitter DPR RI Tanggapi Perppu Ormas Menghilang, Netizen Curiga

Belum genap 24 jam, polling tersebut telah berhasil menjaring suara publik dengan kategori setuju 37 persen, tidak setuju 58 persen, belum tepat 4 persen, dan tidak peduli 2 persen

Kamis, 13/07/2017 18:43 0

Indonesia

Yusril: Sudah Ada Niat Bubarkan Ormas Sebelum Buat Perppu

"Kalau secara politik hukum kan tidak betul cara-cara seperti itu, dia harus membuat norma yang netral lalu melihat suatu keadaan dan keadaan itu yang bertentangan dengan norma, maka norma itu yang diperaturankan,"

Kamis, 13/07/2017 17:53 0

Close