... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Kristologi DR Zakir Naik Terancam Tidak Memiliki Kewarganegaraan

Foto: Dr Zakir Naik saat berkhutbah di Bekasi (foto: Kiblat.net)

KIBLAT.NET, New Delhi- DR Zakir Abdul Karim Naik terancam tidak memiliki kewarganegaraan, jika tidak menyerahkan paspornya kepada pemerintah India dalam jangka 10 hari. Kebijakan tersebut dikeluarkan langsung kantor urusan paspor India (RPO).

Dikutip dari Times of India pada Rabu (12/07), kebijakan ini dipicu setelah adanya permintaan dari Badan Investigasi Nasional India (NIA) yang sejak lama memburu keberadaan Naik. NIA telah menerbitkan tiga surat pemanggilan yaitu pada tanggal 28 Februari, 15 Maret dan 31 Maret, namun tak satupun yang dijawab oleh Naik.

NIA menuding bahwa Naik telah menghasut sejumlah pemuda untuk melakukan aksi teror. Sebaliknya, Naik dengan tegas membantah bahwa dirinya pemicu aksi teror di India. Ia juga enggan menjawab seluruh surat pemanggilan karena kekhawatiran akan keselamatan dan keamanan dirinya.

RPO di Mumbai telah melayangkan surat kepada Naik pada tanggal 3 Juli 2017. Isinya, Naik didesak agar mendatangi RPO pada jam kerja antara pukul 10.00 sampai 12.30 waktu India. Naik diminta agar menyerahkan paspornya yang telah diperbaharui pada 20 Januari 2016 dalam waktu 10 sejak surat itu diterbitkan.

“Bila paspor tidak diserahkan, kami terpaksa menerapkan Undang-undang Paspor tahun 1967 terahadap Anda,” ungkap RPO.

Sebelumnya, pada 29 Juni NIA mengajukan permintaan tertulis kepada RPO untuk segera mencabut paspor Naik. NIA beralasan bahwa institusi negara dilarang bekerjasama dengan siapa saja yang dalam penyelidikan.

Zakir Naik diketahui telah meninggalkan India sejak 13 Mei 2016. Sejak itu, ia tidak pernah kembali ke India. Belakangan Naik dikatahui sempat menetap di Malaysia yang telah memberinya status penduduk tetap. Sementara, Naik juga sempat melakukan safari dakwah selama 10 hari di Indonesia. Kabar terakhir menyebutkan bahwa Zakir Naik saat ini berada di Arab Saudi.

 
Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Times of India

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath Dibebaskan

"Ditangguhkan penahanannya. Tadi dibebaskan sebelum maghrib, sekitar jam setengah enam,"

Rabu, 12/07/2017 19:38 1

Indonesia

Berkicau Soal Teror Pembacokan, Arie Untung: Sayang Banget Ga Kaya ‘Tukang Panci’

Komentari Komedian dan presenter Arie Untung muncul setelah terjadi aksi teror pembacokan terhadap Hermansyah

Rabu, 12/07/2017 19:14 0

Indonesia

Kapolda Metro Jaya Duduk Semeja dengan Penyerang Hermansyah, Polisi: Untuk Membuat Terang Perkara

"Itu salah satu teknik dan taktik penyidikan. Jadi enggak ada masalah, mau diajak makan, minum untuk membuat terang perkara,"

Rabu, 12/07/2017 17:27 3

Tazkiyah

Kisah-Kisah Menakjubkan Khulafaurrasyidin Kelima

Utusan itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Rasulullah juga menerima hadiah. Bukankah orang yang memberi hadiah ini adalah seorang kerabat Anda?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya hadiah yang diberikan kepada Rasulullah menjadi hadiah bagi beliau. Adapun bagi kita, itu termasuk suap.”

Rabu, 12/07/2017 12:30 0

Video News

Kiblat Review 07: Apa Itu Terorisme?

KIBLAT.NET – Terorisme selalu dikaitkan dengan penolakan terhadap ideologi Islam dan jaringan, yang bertujuan untuk...

Rabu, 12/07/2017 10:16 0

Indonesia

Ajiib, Ada Orang Sudah Mati Dimasukkan DPO

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM merilis puluhan WNI yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) terkait terorisme. Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, total sebanyak 234 orang DPO dari Polri yang datanya dimasukkan ke Ditjen Imigrasi.

Rabu, 12/07/2017 09:42 0

Indonesia

HNW: Penyerangan Hermansyah PR Baru Bagi Polisi

Penyerangan yang menimpa Pakar IT, Hermansyah turut menyita perhatian Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Ia menilai polisi bisa menangkap pelaku. Sebab, teroris di kampung saja tertangkap, apalagi di kota.

Rabu, 12/07/2017 07:44 0

Indonesia

HRS Duga Pembacokan Hermansyah Terkait Kesaksian Soal Chat Fitnah

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyatakan prihatin atas penyerangan yang dialami pakar IT, Hermansyah. Ia menilai, musibah yang dialami alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tidak bisa dilepaskan dari kesaksiannya yang menegaskan bahwa chat HRS dan FH palsu.

Rabu, 12/07/2017 07:41 0

Indonesia

Ketua Pansus Tak Nafikan Campur Tangan Asing di RUU Terorisme

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii mengungkapkan bahwa ia tak menafikan adanya campur tangan asing dalam revisi undang-undang terorisme. Sebab, daftar teroris di Indonesia dari PBB.

Selasa, 11/07/2017 09:45 0

Indonesia

Romo Syafi’i Nilai Desakan RUU Anti Terorisme Segera Selesai Tak Rasional

Permintaan untuk mempercepat Revisi RUU anti terorisme dengan dikaitkan peristiwa teror tidak rasional. Hal itu ditegaskan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii.

Selasa, 11/07/2017 09:13 0

Close