... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Kisah-Kisah Menakjubkan Khulafaurrasyidin Kelima

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Pada suatu hari, istrinya pernah menemuinya. Ketika itu sang suami sedang duduk di dalam tempat shalatnya.

Ia meletakkan pipinya di atas tangannya. Air matanya mengalir di wajahnya. “Ada apa dengan Anda?” Tanya istrinya.

Ia menjawab, “Aku ditunjuk untuk mengurusi umat ini. Aku selalu berpikir tentang orang fakir yang lapar, orang sakit yang tidak diperhatikan, orang telanjang yang kesulitan, anak yatim yang terpisah, janda yang sendirian, dan orang terzalimi yang dipaksa. Aku juga memikirkan orang asing dan tawanan, orang tua, orang yang memiliki banyak keluarga sedangkan hartanya sedikit. Juga orang-orang semisal mereka di belahan-belahan bumi dan ujung-ujung negeri. Kemudian aku juga mengetahui bahwa Allah akan menanyaiku tentang mereka semua pada hari kiamat. Sedangkan lawan bicaraku yang akan membela mereka adalah Muhammad. Hal itu membuatku takut. Aku khawatir alasanku tidak diterima ketika berbicara dengannya. Aku menangis karena aku kasihan terhadap diriku sendiri.”

Beliau pernah mengutus seorang pembantunya untuk memanggangkan sepotong daging. Tak berselang lama pembantu itu datang sambil membawa daging panggang.

“Di mana kamu memanggangnya?” tanyanya. Pembantu itu menjawab, “Di dapur.”

Beliau bertanya lagi, “Di dapur milik kaum muslimin?”

Pembantu itu menjawab, “Ya.”

“Makanlah daging panggang itu karena aku tidak diberi rezeki dengannya. Ia menjadi rezekimu,” tuturnya.

Mereka juga pernah menghangatkan air untuk beliau di dapur umum, lalu beliau membayar harga kayunya dengan uang satu dirham.

BACA JUGA  Bertahan di Tengah Wabah Corona dengan Zuhud

Beliau memiliki sebuah lampu penerang yang dinyalakan ketika menuliskan kebutuhan-kebutuhan pribadinya dan lampu milik baitul mal yang dinyalakan ketika sedang menuliskan kemaslahatan-kemaslahatan kaum muslimin. Beliau tidak pernah menuliskan satu huruf pun untuk kepentingan pribadinya dengan memanfaatkan lampu tersebut.

Seorang kerabatnya pernah memberi hadiah sebiji apel. Pada saat itu beliau hanya mencium baunya kemudian mengembalikannya kepada utusan yang menyampaikan hadiah tersebut. “Katakan kepada tuanmu bahwa kamu telah menyampaikan tempatnya.”

Utusan itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Rasulullah juga menerima hadiah. Bukankah orang yang memberi hadiah ini adalah seorang kerabat Anda?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya hadiah yang diberikan kepada Rasulullah menjadi hadiah bagi beliau. Adapun bagi kita, itu termasuk suap.”

Beliau meluaskan gaji para pegawainya. Gaji pegawainya berkisar antara seratus sampai dua ratus dinar sebulan. Beliau berpikir jika mereka dalam kecukupan, mereka akan fokus hanya mengurusi urusan-urusan kaum muslimin.

Masyarakat pada saat itu banyak yang bertanya, “Mengapa Anda tidak memberi nafkah kepada keluarga Anda sebagaimana Anda memberi gaji kepada para pegawai Anda?”

Beliau menjawab, “Aku tidak pernah menghalangi yang menjadi hak mereka, namun aku juga tidak memberi mereka dengan sesuatu yang menjadi hak selain mereka.”

Pendapatannya sebelum menjabat sebagai khalifah adalah 40.000 dinar per tahun. Setelah menjabat khalifah, pendapatannya tinggal 400 dinar per tahun. Setelah menjadi khalifah beliau juga mengembalikan barang-barang perlengkapan milik Fathimah ke baitul mal.

BACA JUGA  Bertahan di Tengah Wabah Corona dengan Zuhud

Sebelum menjadi khalifah, ketika diberi baju yang halus, beliau mengatakan, “Alangkah bagusnya baju ini seandainya kainnya tidak kasar.” Namun, setelah menjabat sebagai khalifah, beliau hanya mengenakan jubah tebal dan kasar yang dicuci setelah kotor sekali.

Beliau berkata, “Alangkah bagusnya jubah ini jika saja tidak halus.”

Di mana sikap ini sekarang? Kita telah mendengar dan membaca tentang orang-orang yang mencalonkan diri menjadi pejabat. Mereka menghabiskan dana yang sangat banyak untuk kampanye.

Mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Mereka telah memiliki banyak uang termasuk yang mereka bagikan untuk kampanye. Kenapa ya mereka belum juga merasa cukup?”

Mereka mungkin akan menjawab, “Harta itu akan kembali dengan berlipat dalam bentuk posisi, kedudukan, jabatan, dan kekuasaan.” Padahal, setelah mendapatkan keinginannya, sebagian dari mereka sibuk dengan kebutuhan pribadinya.

Mana Umar bin Abdul Aziz abad ini? Kita merindukan munculnya generasi Umar bin Abdul Aziz agar kita bisa mencium hembusan syariat Islam!

Redaktur : Dhani El_Ashim

Diambil dari  Ajaib wa Tharaif Ibrat-Tarikh karya Hasan Ramadhan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Australia

Diduga Bunuh Bocah Afghan, Pasukan Khusus Australia Diselidiki

Sebuah penyelidikan pertahanan rahasia sedang memeriksa aktiitas pasukan khusus Australia di Afghanistan dan dugaan pembunuhan setidaknya dua bocah. Demikian menurut sebuah laporan khusus oleh ABC.

Rabu, 12/07/2017 12:00 0

Qatar

Qatar Ancam Keluar dari Dewan Kerjasama Teluk?

Sumber tersebut mengatakan bahwa surat yang diterbitkan oleh kantor berita Mesir MENA dari Menteri Luar Negeri Qatar ke Sekretaris Jenderal GCC sehari sebelumnya, adalah "berita palsu" yang dibuat oleh pihak berwenang di Kairo.

Rabu, 12/07/2017 11:15 0

Eropa

Ribuan Orang Hadiri Peringatan Pembantaian Sebrenica

Ribuan orang mulai berkumpul di sebuah pusat peringatan dan pemakaman di Potocari, Bosnia timur, untuk menandai 22 tahun genosida (pembantaian etnis) Srebrenica pada tahun 1995.

Rabu, 12/07/2017 10:30 0

Video News

Kiblat Review 07: Apa Itu Terorisme?

KIBLAT.NET – Terorisme selalu dikaitkan dengan penolakan terhadap ideologi Islam dan jaringan, yang bertujuan untuk...

Rabu, 12/07/2017 10:16 0

Indonesia

Ajiib, Ada Orang Sudah Mati Dimasukkan DPO

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM merilis puluhan WNI yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) terkait terorisme. Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan, total sebanyak 234 orang DPO dari Polri yang datanya dimasukkan ke Ditjen Imigrasi.

Rabu, 12/07/2017 09:42 0

Irak

Mosul Jatuh, Pasukan Koalisi AS Tetap Bertahan di Iraq

Seorang jenderal senior AS mengaungkapkan bahwa tidak ada pengurangan pasukan AS dalam jumlah besar setelah Mosul berhasil diambil alih dari ISIS. Menurutnya, peperangan jauh dari kata selesai.

Rabu, 12/07/2017 09:04 0

Suriah

Serangan Mortir Mendadak Tewaskan Perwira Rusia

Departemen Pertahanan Rusia mengumumkan, Selasa (11/07), seorang perwiranya tewas dalam serangan mortir di pedesaan Hama barat. Serangan itu terjadi mendadak sehingga tak mungkin untuk menghindar.

Rabu, 12/07/2017 08:35 0

Afghanistan

Serba Serbi Operasi Taliban Dua Hari Terakhir

Sejumlah laporan dari ibukota Kunduz menyebutkan, pada hari Ahad (09/07) akhir pekan lalu Mujahidin Taliban telah menembak jatuh sebuah helikopter tempur AS di area Telawaki.

Rabu, 12/07/2017 08:00 0

Indonesia

HNW: Penyerangan Hermansyah PR Baru Bagi Polisi

Penyerangan yang menimpa Pakar IT, Hermansyah turut menyita perhatian Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Ia menilai polisi bisa menangkap pelaku. Sebab, teroris di kampung saja tertangkap, apalagi di kota.

Rabu, 12/07/2017 07:44 0

Indonesia

HRS Duga Pembacokan Hermansyah Terkait Kesaksian Soal Chat Fitnah

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyatakan prihatin atas penyerangan yang dialami pakar IT, Hermansyah. Ia menilai, musibah yang dialami alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tidak bisa dilepaskan dari kesaksiannya yang menegaskan bahwa chat HRS dan FH palsu.

Rabu, 12/07/2017 07:41 0

Close