... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Abaikan Label Terorisme, Qatar Charity Biayai Proyek Kemanusiaan di Suriah

KIBLAT.NET – Qatar Charity bersama beberapa organisasi kemanusiaan negara Qatar menandatangani perjanjian dengan organisasi PBB untuk penyediaan bantuan dan pelaksanaan proyek-proyek kemanusiaan di Suriah, pada Sabtu (8/7) di ibukota Qatar, Doha. Total nilai proyek yang disepakati sebesar 8,5 juta dolar AS.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi ketiga antara lembaga-lembaga nasional dengan organisasi-organisasi kemanusiaan PBB untuk berkonsultasi pada pelaksanaan sejumlah inisiatif kemanusiaan yang diluncurkan.

Lembaga-lembaga nasional Qatar yang ikut berpartisipasi adalah Komite Organisasi Sosial Qatar, Qatar Red Crescent, Qatar Charity, Yayasan Thani bin Abdullah untuk Layanan Kemanusiaan (Ruff), Sheikh Eid Charity Foundation, dan Yayasan Sosial Afif.

Sementara itu, organisasi dan perwakilan dari PBB meliputi Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dan Kantor Komisaris Tinggi untuk Pengungsi (UNHCR), Program Pangan Dunia (WFP), dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pertemuan ini juga dihadiri oleh utusan dari Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Dr Ahmed Al Muraikhi.

Perwakilan dari organisasi PBB itu menyampaikan apresiasi yang mendalam untuk budaya memberi dan berkorban oleh orang-orang Qatar, yang diwakili kampanye Aleppo Bay.

“Kami menyatakan: Kita semua, saat ini penting untuk menggunakan akal sehat tentang tanggung jawab terhadap korban asli dari krisis kemanusiaan di Suriah,” ungkapnya.

Aleppo Bay adalah kampanye negara bertujuan untuk membantu rakyat Suriah, terutama di Aleppo. Aksi kemanusiaan ini telah dimulai sejak 18 Desember 2016 dan telah mencapai nilai kontribusi $ 85 juta USD pada Januari 2017 lalu.

BACA JUGA  MUI: Pengelolaan Filantropi Islam Kurang Maksimal

Perlu digarisbawahi, penandatanganan perjanjian itu dilakukan sekitar satu bulan setelah beberapa lembaga kemanusiaan Qatar dimasukkan sebagai organisasi teroris oleh empat negara yang memblokadenya, Arab Saudi, Bahrain, UAE dan Mesir. Arab Saudi menyampaikan 13 tuntutan pada 22 Juni lalu untuk mencabut sanksi, namun telah diabaikan oleh Qatar.

Tiga lembaga utama yang dimasukkan ke daftar tuduhan itu memegang peran utama dalam kerjasama dengan PBB tersebut. Mereka adalah Qatar Charity, Sheikh Ied Charity, dan Sheikh Thani bin Abdullah Untuk Layanan Kemanusiaan.

Langkah organisasi kemanusiaan tersebut, dilihat oleh pengamat sebagai, langkah berani, saat telah diklasifikasikan sebagai organisasi pendukung terorisme.

Redaktur: Salem
Sumber: Asy-Syarq, mubasher.aljazeera.net

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Abaikan Label Terorisme, Qatar Charity Biayai Proyek Kemanusiaan di Suriah”

  1. abu Jihad

    Perbedaan antara berjilbab dgn tdk
    Itu bukan perkara beda pemahaman
    Namun perbedaan sangat mendasar
    Walau mereka satu desa bahkan 1 rumah dgn kita ya harus dilawan
    Krn klo sampai bersatu dgn mereka bisa2 ALLAH g ngasih kita pertolongan

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Abdurrahim Baasyir: Isu Miring Hilangkan Kepercayaan Umat pada GNPF-MUI

Ustadz yang akrab disapa Iim ini juga menegaskan harus ada kepercayaan umat Islam pada GNPF-MUI. Sebab, musuh Islam selalu mencoba menghilangkan kepercayaan umat Islam pada GNPF-MUI.

Sabtu, 08/07/2017 16:36 0

Indonesia

Romo Syafi’i Ungkap 5 Cara Musuh Hancurkan Umat Islam

Sosok yang akrab dipanggil Romo ini menambahkan bahwa upaya menjauhkan umat Islam dari Al-Qur'an juga merupakan program musuh Islam. Menurutnya, umat Islam tidak bisa dikalahkan jika masih berpegang pada Al-Qur'an.

Sabtu, 08/07/2017 15:37 0

Indonesia

Putera Baasyir Himbau Umat Perbaiki Jalinan Ukhuwah Islamiyah

Maka, ia menghimbau kepada umat Islam untuk memperbaiki jalinan ukhuwah islamiyah dan meninggalkan segala bentuk perbedaan kalau kita menyampaikan pendapat.

Sabtu, 08/07/2017 15:09 0

Khazanah

Enam Ayat Palsu Musailamah Al-Kadzab

Ketika utusan Bani Hanifah mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq,beliau berkata, “Perdengarkanlah kepada kami Al-Qur’an Musailamah.” “Apakah Anda tidak membiarkan kami wahai khalifah Rasulullah?” jawab mereka. Abu Baka ra menjawab, “Kalian harus menyebutkannya.”

Sabtu, 08/07/2017 11:39 0

Indonesia

NU Ngotot Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah Mendikbud, Ini Alasannya

"Ada yang bilang karena menterinya Muhammadiyah. Wallahi tidak, menteri NU pun kalau mempunyai kebijakan begitu kami tolak"

Jum'at, 07/07/2017 23:34 0

Indonesia

KH Said Aqil Siroj Tuntut Pemerintah Bubarkan HTI Lewat Perppu

"Untuk itu kami menuntut pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebagai landasan hukum untuk membubarkan ormas yang anti Pancasila, seperti HTI dan lain-lainnya"

Jum'at, 07/07/2017 23:04 0

Indonesia

Romo Syafii: Ajaran Sekuler Menyesatkan

Dalam Islam semua diatur, apalagi soal politik

Jum'at, 07/07/2017 20:32 0

Video Kajian

Tadzkirah: Jangan-jangan Kita Telah Menipu Allah?

KIBLAT.NET-  Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman, “barang siapa mengerjakan suatu amalan untuk-ku, lalu...

Jum'at, 07/07/2017 08:00 0

Video News

Kiblat Review 6: PKI Gaya Baru, Bagaimana Umat Islam Menyikapinya?

KIBLAT.NET – Keberadaan Partai Komunis Indonesia atau PKI, tidak bisa dipisahkan dari bangsa Indonesia, dalam...

Rabu, 05/07/2017 15:35 3

Artikel

Mengucek Mata, Nyaman tapi Berbahaya

Mengucek mata saat kondisi seperti ini bisa merusak bagian depan mata. Kombinasi tekanan pada mata dan kerusakan mekanis akibat mengucek mata bisa membahayakan kornea.

Selasa, 04/07/2017 22:44 0

Close