... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KH Said Aqil Siroj Tuntut Pemerintah Bubarkan HTI Lewat Perppu

Foto: Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj (tengah)

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua PBNU, KH Said Aqil Siroj menuntut pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang pembubaran ormas radikal anti Pancasila. Salah satu Ormas yang dimaksud adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Said mengatakan secara fisik mungkin saja Ormas radikal anti pancasila tidak melakukan kekerasan. Menurutnya, dengan gerakan yang sistematis pemikiran Ormas tersebut masuk ke sebagian warga negara Indonesia dan dianggap mengancam kebhinekaan.

“Jika Ormas radikal atau anti pancasila itu dibiarkan bisa menjadi besar dan mengancam keberlangsungan Indonesia yang majemuk. Masyarakat awam akan menganggap ormas semacam ini sebagai ormas yang benar dan dibenarkan oleh negara,” kata Said saat konferensi pers bersama perwakilan 14 ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Jumat (07/07) di Kantor PBNU Kramar Raya, Jakarta Pusat.

Jika hal itu terus berlangsung, Said melanjutkan, jumlah orang yang mendukung radikalisme dan anti Pancasila akan berlipat-lipat. Atas dasar itu, dia menilai Ormas yang bertentangan dengan harus dibatasi perkembangannya. Sementara, Ormas yang bertentangan dengan Pancasila saatnya untuk dibubarkan.

Ketua PBNU itu mengatakan Ormas yang anti Pancasila dan tidak percaya dengan NKRI serta ingin menggantinya dengan sistem lain tidak mungkin yang mungkin bisa berpartisipasi dalam mencapai cita-cita NKRI, sebagaimana tercantum dalam pembukan UUD 1945. Pemerintah pun diminta bertindak tegas terhadap mereka.

BACA JUGA  Romo Syafii: Darurat Sipil Bentuk Ketidakpedulian Pemerintah Terhadap Rakyat

“Untuk itu kami menuntut pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebagai landasan hukum untuk membubarkan ormas yang anti Pancasila, seperti HTI dan lain-lainnya,” kata Said.

Proses pembubaran Ormas di Indonesia sendiri telah diatur dalam Undang-undang, yatu melalui proses pengadilan. Saat ditanya wartawan tentang adanya mekanisme hukum yang harus ditempuh dalam pembubaran Ormas, Said tetap menyebut Perppu sebagai caranya.

“Kalau HTI memang kita akui tidak melakukan kekerasan. Akan tetapi prinsipnya akan mendirikan Khilafah, yang jelas beberapa orang Arab sendiri menulis mengkritisi, menolak,” ujarnya.

“Makanya pemerintah harus tegas dari sejak dini harus membubarkan, melalui Perppu membubarkan ormas-ormas yang jelas akan merongrong NKRI,” imbuh Said.

Perwakilan 14 Ormas yang tergabung dalam LPOI hari ini menggelar pertemuan di Kantor PBNU Jakarta. Selain PBNU sebagai tuan rumah, ada juga Al Irsyad Al Islamiyah, Al Washliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Pesatuan Islam (PERSIS), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Mathlaul Anwar, Az Zikra, Al Ittihadiyah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Rabitha Alwiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Nahdatul Wathan, serta Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI) disebut mendukung pernyataan tersebut.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Azerbaijan Lancarkan Serangan Balasan ke Wilayah Armenia

KIBLAT.NET, Baku – Pasukan Azerbaijan menyerang posisi Armenia pada hari Jumat untuk apa yang mereka...

Jum'at, 07/07/2017 22:32 0

Wilayah Lain

Dua Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Artileri Tentara Armenia

KIBLAT.NET, Baku – Tentara Armenia melakukan serangan artileri di Desa Alkhanli, wilayah Fuzuli menewaskan dua...

Jum'at, 07/07/2017 22:19 0

News

Laporan Syamina: Perang Salib I, Seruan Paus Urbanus hingga Kejatuhan Yerusalem

Pasukan Salib tiba di Yerusalem pada Mei 1098. Mereka terkejut melihat betapa beradabnya kota itu, dengan adanya masjid Kubah Batu, pemandian air panas, dan kedokteran Islam yang maju.

Jum'at, 07/07/2017 20:21 0

Irak

Pertempuran di Jantung Kota Terakhir ISIS di Mosul Masih Sengit

Pertempuran sengit antara militer Irak dan pasukan Daulah Islamiyah (ISIS) beberapa hari terakhir berlagsung di jalan An-Najafi di kota Mosul Tua. Jalan An-Najafi merupakan jalan utama di kota ISIS terakhir di Mosul. Militer Irak berupaya merebut jalan itu dan bangunan-bangunan penting di sisinya.

Jum'at, 07/07/2017 20:20 0

Suriah

Aliansi Faksi FSA Terbesar di Hama Boikot Konferensi Astana

“Inilah agenda yang kami bawa ke Astana dan bersedia menempuh jalur politik serta menyampaikan kepada dunia bahwa oposisi percaya pada solusi politik,” tegas Al-Syaikh.

Jum'at, 07/07/2017 11:05 1

Suriah

Kehadiran Warga Suriah di Turki Diprotes, Ini Nasihat Ketua Dewan Islam Suriah

KIBLAT.NET – Syaikh Usamah Rifai, ketua Dewan Islam Suriah melalui rekaman video yang diposting di...

Jum'at, 07/07/2017 08:12 0

Video Kajian

Tadzkirah: Jangan-jangan Kita Telah Menipu Allah?

KIBLAT.NET-  Dalam sebuah hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman, “barang siapa mengerjakan suatu amalan untuk-ku, lalu...

Jum'at, 07/07/2017 08:00 0

Suriah

Warga Aleppo di Perlindungan Assad Tapi Mendemo Assad, Mengapa?

KIBLAT.NET – Warga sipil kota Aleppo yang berada di bawah kendali rezim Suriah pada hari...

Jum'at, 07/07/2017 07:24 0

Mesir

Mesir Tangkapi Ratusan Mahasiswa Turkistan di Al-Azhar

Rezim Mesir dikabarkan, Rabu (06/07), menggulirkan kampanye penangkapan terhadap ratusan mahasiswa Turkistan yang belajar di Universitas Al-Azhar di Kairo. Para mahasiswa Musim itu akan dipulangkan ke negara mereka.

Kamis, 06/07/2017 20:44 0

Eropa

Tiru Skotlandia, Akankah Katalan Berhasil Pisahkan Diri dari Spanyol?

KIBLAT.NET, Katalan – Orang-orang Katalan atau Katalunya dalam waktu dekat akan mendeklarasikan kemerdekaan jika suara...

Kamis, 06/07/2017 15:17 0

Close