... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Bin Salman dan Misteri Penyerahan Dua Pulau Mesir untuk Saudi

Foto: Putera Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dengan Presiden AS Donald Trump.

Tepat 50 tahun yang lalu, pembatasan Mesir terhadap pengiriman Israel melalui Selat Tiran berkontribusi pada pecahnya perang Arab-Israel 1967.

KIBLAT.NET – Sebuah langkah yang memicu kontroversi dilakukan Parlemen Mesir, pada awal bulan ini. Mereka menyetujui penyerahan dua pulau Laut Merah ke Arab Saudi. Sebagai gantinya, Riyadh menyediakan pinjaman dan investasi miliaran dolar untuk membantu perekonomian Mesir yang sakit.

Keputusan kontroversial tersebut memicu demonstrasi luas di Mesir. Banyak orang menilai bahwa langkah tersebut berarti menjual wilayah kedaulatan Mesir, dan Israel secara diam-diam merestui hal itu.

Langkah ini mengejutkan beberapa pengamat, terutama karena pergerakan kapal ke Eilat tergantung pada perjanjian damai yang ditandatangani oleh Israel dan Mesir pada tahun 1979. Secara efektif, Riyadh sekarang akan bertanggung jawab untuk menegakkan klausul perjanjian yang berkaitan dengan pengiriman Israel melalui selat tersebut.

Riyadh, tidak seperti Mesir, tidak pernah menandatangani perjanjian damai dengan Israel dan (setidaknya seolah-olah) tidak memiliki hubungan diplomatik dengannya. Keduanya secara tradisional dipandang sebagai musuh regional.

Namun para analis Israel dan Palestina mengatakan bahwa gambaran permusuhan bersejarah antara Israel dan Arab Saudi sudah usang. Israel berpotensi mendapat banyak keuntungan dari penyerahan tersebut.

Dampak dari penyerahan kedua pulau tersebut adalah normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel dan pembentukan front militer dan diplomatik Israel-Arab yang muncul melawan musuh bersama: Iran.

Tapi yang paling penting, kata analis, normalisasi tersebut akan membantu Israel lebih jauh mengisolasi kepemimpinan Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Hal itu jelas akan menambah tekanan pada Palestina.

Menurut Menachem Klein, seorang profesor politik di Universitas Bar Ilan di dekat Tel Aviv dan seorang ahli hubungan Israel-Mesir, Israel menganggap Mesir dan Arab Saudi sebagai dua pemain utama kekuasaan Arab.

“Israel ingin memperdalam kerja sama keamanan dan diplomatik dengan keduanya,” katanya kepada Al Jazeera. “Pada akhirnya, Israel berharap kerjasama dengan Arab dan Mesir akan dapat membantu menerapkan solusi regional terhadap orang-orang Palestina.”

Hubungan Israel yang semakin akrab dengan Kairo dan Riyadh, kata Klein, telah memungkinkan sikap yang semakin rileks terhadap perjanjian damai tahun 1979, yang mengharuskan Israel untuk menarik pasukan pendudukannya keluar dari Sinai.

Secara khusus, dicatat Klein, sejak Abdel Fattah as-Sisi berkuasa di Kairo pada tahun 2013, Israel telah menutup mata terhadap status Sinai sebagai zona demiliterisasi. Sebagai gantinya, Israel telah mengizinkan lebih banyak lagi tentara Mesir bergerak ke semenanjung Sinai, di perbatasan selatan, untuk menangani kelompok-kelompok Islam militan di sana dan memberlakukan blokade di Gaza, di samping pengepungan Israel sendiri.

“Keduanya pasti berkoordinasi di Sinai,” kata Klein. “Pesawat terbang Israel terbang di atas area tersebut dengan izin dari Mesir, dan mereka berbagi informasi intelijen.”


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Normalisasi Hubungan...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

4 comments on “Bin Salman dan Misteri Penyerahan Dua Pulau Mesir untuk Saudi”

  1. abu Jihad

    Agama tdk membawa org ke surga tp Iman lah yg membawa ke surga
    Jawab : lah klo kagak beragama ISLAM, gmn bs punya Iman???

  2. frederik

    Rasululloh SAW bersabda:
    “Barangsiapa membantu dalam rangka membunuh seorang mukmin dengan
    separuh kalimat saja, ia akan menghadap Alloh, tertulis di antara
    kedua matanya: “ORANG YANG BERPUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH”
    (HR Ibnu Majah)

    Al ‘Allamah Abu Ath Thoyyib Shidiq bin Hasan Al Bukhari rahimahullah
    dalam kitabnya Al ‘Ibrah (hal. 245), ia berkata :
    “Siapa saja yang memuji orang Nashrani, menyatakan mereka adalah orang yang adil,
    orang Nashrani itu mencintai keadilan, pujian seperti ini pun banyak disuarakan
    di majelis, maka yang memuji termasuk orang fasik dan pelaku dosa besar.
    Sedangkan sikapnya untuk pemimpin atau raja muslim jadi dihinakan.
    Adapun orang kafir diagung-agungkan dan tidak pernah disebut zalim.
    Orang yang melakukan seperti itu wajib bertaubat dan menyesal atas sikapnya.
    Sedangkan kalau yang dipuji adalah dari sisi akidah kafir yang mereka anut,
    maka memuji mereka termasuk kekafiran.”

    As-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir Al Barrak hafizhohullah berkata :
    “Siapa yang meyakini bahwa agama Yahudi dan Nashrani itu benar,
    maka ia kafir walaupun ia menjalani berbagai syariat Islam.
    Realitanya ia telah mendustakan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    Contohnya saja yang memuji non muslim dari sisi akhlak, kagum pada tingkah laku
    serta mengagungkan mereka, demikian itu haram.
    Seperti itu bertentangan dengan hukum Allah pada mereka.”

    Syaikhul Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab juga berkata :
    “Namun, perhatikanlah arsyadakallah perkataan beliau (Imam Ibnu Qayyim) :
    “Tidak ada yang selamat dari syirik akbar ini kecuali orang yang memusuhi
    karena Allah (kpd) orang-orang musyrik” sampai akhir perkataan beliau.
    Maka akan jelas bagi anda bahwa Islam tidak akan lurus (benar) kecuali
    dengan memusuhi para pelaku kesyirikan. Jika ia tidak memusuhi mereka,
    maka ia termasuk kelompok mereka sekalipun ia tidak melakukannya
    (kesyirikan tersebut).”

    Syaikh Abdurahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab juga berkata :
    “Para ulama salaf dan khalaf dari kalangan shahabat, tabi’in, aimmah
    dan seluruh ahlu sunah telah berijma’ bahwasanya seseorang tidak menjadi
    seorang muslim, kecuali dengan membebaskan diri dari syirik akbar,
    berlepas diri dari syirik akbar dan orang yang melakukannya, membenci
    dan memusuhi mereka sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan, dan
    mengikhlaskan seluruh amalan untuk Allah Ta’ala.”

  3. frederik

    Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata:
    “Sesungguhnya orang-orang yang keberatan dengan masalah takfir (mua’yyan) itu,
    bila kamu amati mereka ternyata kaum muwahhidin (BERTAUHID) itu adalah musuh mereka,
    di mana mereka membenci dan merasa dongkol dengan mereka itu,
    sedangkan kaum musyrikin dan kaum munafiqin itu justeru adalah
    kawan-kawan dekat mereka yang mereka sangat akrab dengan mereka itu…”
    (Ad Durar As Saniyyah 10/91)

  4. frederik

    Syaikh Marwan Hadi rahimahullah juga telah mendefinisikan
    Ulama itu dalam sebuah syair terkenalnya :

    “Siapakah Ulama Itu?”

    “Akhi… Ya akhi… Siapakah Ulama itu?
    Apakah ia seorang yang selalu tidur di malam hari?
    Apakah ia seorang yang jauh dari petunjuk?
    Sehingga terlihat mendekat kepada THOGHUT..

    Apakah ia seorang yang sopan kepada musuh…?
    Tapi justru memerangi orang orang bertaqwa?

    Apakah ia yang mengumpulkan potongan roti.
    Di depan pintu-pintu istana THAWAGHIT..?
    Yang selalu bermakar untuk membasmi para Da’i?

    Maka jangan sekali kali engkau sholat di belakangnya!
    Yang bersembunyi di balik baju taqwa.
    Padahal sejatinya anjing THOGHUT yang angkuh?

    Apakah ia seorang yang membai’at orang orang dholim.
    Dan tertawa bersama orang hina lagi terlaknat..?
    Yang berfatwa demi mengaburkan kekafiran.
    Dan memcampur adukkan yang haq dan kedholiman.
    Yang menyesatkan manusia, yang meruntuhkan din.
    Yang memenuhi perut dan temboloknya dengan lemak.

    Yang ikut MEMBUAT HUKUM di PARLEMEN.
    Dengan saling mencurangi dan syirik modern.
    Yang mengumpulkan manusia, yang menghimpun jin.
    Demi memperoleh “kursi palsu” lagi hina.
    (ikut Pemilu & Demokrasi, pen)

    Yang tertawa girang dan hina.
    Demi mengumpulkan uang dan kerendahan.
    Yang melahap piring dengan rakus.
    Padahal anak anak saudara kita kelaparan.
    Yang tertawa gila terbahak bahak.

    Padahal saudara-saudara kita tersiksa di sel-sel penjara?
    Maka sial dan celakahlah bagi setiap penghianat.
    Yang menjual surga dengan barang murahan.”

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Australia

Cegah Serangan di Dunia Maya, Australia Bangun Divisi Siber Militer

Pemerintah Australia membangun sebuah divisi siber militer guna memperluas aksi menghadapi serangan kalangan peretas dan musuh-musuh asing, termasuk kelompok ISIS,

Sabtu, 01/07/2017 22:00 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Sisi lain dari Kisah Musa vs Fir’aun

KIBLAT.NET-  Dalam Al Qur’an diceritakan kurang lebih kisah 25 nabi. Dari ayat-ayat yang menceritakan kisah...

Sabtu, 01/07/2017 13:00 0

Philipina

Tensi Pertempuran Turun, Duterte Simpulkan Bakal Menangkan Perang Marawi Hitungan Hari

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menilai bahwa perang di Marawi akan segera berakhir karena militan yang dihadapi semakin sedikit. Walau begitu, ia mengaku tidak dapat memprediksi kapan perang akan benar-benar berakhir.

Sabtu, 01/07/2017 07:00 0

Myanmar

Myanmar Tolak Penyelidikan Kekerasan terhadap Minoritas Muslim Rohingya

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menggambarkan Muslim Rohingya di Myanmar sebagai salah satu orang paling teraniaya di dunia.

Sabtu, 01/07/2017 05:35 0

Yaman

Diam-diam, Hutsi Izinkan Media Israel Beroperasi di Yaman

Pemberontak Syiah Hutsi memberikan izin kerja saluran berita Israel di wilayah yang berada di bawah kendalinya di Yaman. Demikian menurut keterangan seorang pejabat senior Yaman, Kamis (29/06).

Jum'at, 30/06/2017 06:32 0

Amerika

Larangan Masuk ke AS dari 6 Negara Mayoritas Muslim Akhirnya Disetujui

Kebijakan pelarangan imigran atau pendatang dari sejumlah negara mayoritas Muslim untuk masuk AS mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung.

Jum'at, 30/06/2017 05:34 0

Palestina

Hamas Dirikan Zona Aman di Perbatasan Gaza-Mesir

Kementerian Dalam Negeri Pemerintahan Hamas di Jalur Gaza, Rabu (28/06), mengumumkan mendirikan zona aman di sepanjang perbatasan dengan Mesir sejauh 100 meter. Langkah ini sebagai upaya mengontrol keamanan perbatasan di wilayah selatan.

Kamis, 29/06/2017 10:04 0

Amerika

AS Perketat Pengamanan Bandara dan Penerbangan

Langkah-langkah itu lebih dikhususkan terhadap 280 maskapai dari 105 negara yang terbang langsung menuju AS. Tidak dijelaskan negara dan nama maskapai tersebut.

Kamis, 29/06/2017 08:50 0

Palestina

Semakin Menderita, Israel Persempit Akses Pencarian Ikan Warga Gaza

Otoritas Israel telah memutuskan untuk mengurangi zona penangkapan ikan bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung dari 9 mil menjadi 6 mil di laut. Demikian dilaporkan Nizar Ayash, Kepala Serikat Nelayan Palestina Rabu (28/06).

Kamis, 29/06/2017 06:18 0

Asia

Ribuan Orang Berdemo di India, Tuntut “Terorisme Sapi” Dihentikan

Ribuan orang melakukan demonstrasi di India pada Rabu (28/06) untuk melawan gelombang serangan terhadap umat Islam yang dituding melakukan pembunuhan terhadap sapi atau makan daging sapi.

Kamis, 29/06/2017 05:35 0

Close