... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

⁠⁠⁠Memaknai Kunjungan GNPF ke Istana

Foto: Pertemuan GNPF-MUI dengan Jokowi di Istana.

KIBLAT.NET – Lebaran kali ini kita dikejutkan dengan kunjungan GNPF ke Istana Negara. Sebuah langkah ‘radikal’ menurut saya. Karena kita semua tahu, Istana memang tidak pernah secara eksplisit mendukung aparat yang tebang pilih terhadap umat Islam. Tetapi diamnya Istana selama ini, lalu sikap dan wacana yang sering berseberangan dengan GNPF seperti dalam isu komunisme misalnya, seolah memberi ‘lampu hijau’ bagi pihak-pihak yang tidak suka dengan Islam.

Maka pertemuan Ahad kemarin, memiliki banyak makna. Saya tidak akan membahas orang-orang yang merasa menang dengan sowan-nya GNPF ke Istana. Bagi saya, mereka manusia awam yang tidak paham ideologi dan garis perjuangan GNPF. Juga tidak akan membahas media-media mainstream yang memelintir acara dan statement GNPF, sedemikian sehingga seolah GNPF tunduk pada penguasa, dan kehilangan idealisme.

Jangankan urusan Islam, wong hal-hal umum saja, biasa mereka pelintir. Bagaimana bisa, tol Brebes-Batang dibilang sengaja dibuat bergelombang. Ini kan sama seperti statement ‘membuat atap rumah yang disengaja bocor’. Tidak bisa dilogika. Dimana-mana, para insinyur pembuat jalan akan berusaha maksimal, agar jalanan yang mereka buat serata mungkin.

Lebih baik kita lihat kunjungan ini dari perspektif Islam. Toh GNPF lahir dari semangat memperjuangkan Islam. Dan eksistensi mereka sejauh ini, setelah berbagai fitnah melanda, mustahil tanpa campur tangan Allah SWT. Kesuksesan mengatur jutaan massa, dalam satu komando, tidak akan pernah bisa disamai oleh ideologi buatan manusia.

BACA JUGA  Ikuti! Dauroh Fiqh "Matan Abi Syuja'" Bersama MADINA

Setidaknya ada 3 hal yang bisa dimaknai dari kunjungan ini. Pertama, ini bermakna pengakuan Negara atas eksistensi GNPF, termasuk FPI. FPI, yang Imam Besar-nya terus dicari-cari kesalahannya, alhamdulillah, ternyata salah satu pimpinannya diterima Istana. Lengkap dengan atribut/identitas FPI pula. Secara psikologis, ini akan menguatkan moral umat Islam, pada saat yang sama membuat kecewa mereka yang tidak suka dengan Islam.

Kedua, meruntuhkan stigma GNPF dengan seluruh gerbongnya sebagai kelompok radikal. Selama ini, mereka dituduh sebagai kelompok intoleran, anti kebhinnekaan, sampai berniat makar terhadap Republik ini. Ternyata para pimpinannya mampu datang dan berdialog secara elegan, bervisi negarawan. Setelah ini, tentu tidak ada alasan bagi penentang GNPF untuk menolak dialog. Melalui dialog, akan ketahuan, siapa yang benar, siapa yang cuma bermodal ‘pokoknya’.

Ketiga, ini yang terpenting, meski mendatangi Istana, mereka tidak kemudian terkooptasi penguasa. Tak sekalipun keluar kata maaf atau penyesalan, atas perjuangan mereka selama ini. Sebaliknya, mereka bisa menyampaikan aspirasi secara langsung, kepada orang nomor satu di negeri ini. Saat diterima pun, posisi mereka sangat berbeda dengan saat GIDI Tolikara ke Istana. GNPF duduk dalam posisi setara dengan pihak Istana. Presiden dengan jajarannya di satu sisi, sementara UBN dan Ulama lainnya di sisi yang lain.

Dalam pandangan saya, GNPF ini memang kelompok yang unik. Unsur-unsur mereka lumayan lengkap. Ada UBN yang jadi ideolog, ada HRS yang orator pembakar massa, ada massa FPI yang siap digerakkan setiap saat. Belum lagi Moslem Cyber Army yang selalu siaga di dunia maya. Garis perjuangan merekapun unik. Tegas terhadap penguasa, tetapi menghindari konflik fisik terutama dengan aparat, meski sering sekali mereka dipancing-pancing. Jika terus dipertahankan, InsyaAllah, massa dan simpatisan GNPF akan semakin banyak.

BACA JUGA  Pernyataan Kepala BPIP Benar-benar Bermasalah

Pada akhirnya memang kita tidak punya pilihan, selain harus terus optimis dengan perjuangan Islam. Unsur-unsur penguat semakin banyak. Kampus-kampus makin ramai oleh Mahasiswa yang juga Hafidz. Muncul dua ulama besar, yang cukup dekat dengan dua ormas Islam terbesar. Ustadz Adi Hidayat dekat ke Muhammadiyah, Ustadz Abdul Somad dekat dengan NU Kultural. Ramainya Sholat Eid pun menjadi viral hingga ke mancanegara. Pilihan Habib Rizieq keluar negeri juga sangat tepat, karena memungkinkan Beliau untuk terus memberi petunjuk dan arahan perjuangan.

Alam sekalipun, ikut memainkan orkestra persatuan ini. Alhamdulillah, sudah beberapa kali kita selalu satu dalam penentuan hari raya. Wallohu a’lam, Eid Mubarak dari pelosok Sulawesi.

Penulis: Madi Hakim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “⁠⁠⁠Memaknai Kunjungan GNPF ke Istana”

  1. Yang mengundang pemerintah bro..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Erdogan: Turki Tidak Berniat Tinggalkan Qatar

Arab Saudi kembali mengajukan daftar 13 tuntutan kepada Qatar sebagai syarat diakhirinya blokade negara-negara Teluk terhadap negara tersebut. Hampir semua tuntutan Arab Saudi kepada Qatar itu masih sama dengan 10 tuntutan pada beberapa pekan sebelumnya yang sudah ditolak, dengan menambahkan beberapa poin yang sangat spesifik. Salah satu poin pentingnya adalah permintaan/tuntutan kepada Qatar untuk mengeluarkan Turki dari sebuah pangkalan militer di Semenanjung Qatar.

Selasa, 27/06/2017 18:00 0

Philipina

Gencatan Senjata Usai, Pertempuran Kembali Pecah di Marawi

Pertempuran dilaporkan kembali pecah di Marawi setelah gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh militer pemerintah dinyatakan berakhir. Pihak militer mengklaim memberlakukan gencatan senjata sepihak untuk memberi kesempatan bagi warga Muslim merayakan Iedul Fitri.

Selasa, 27/06/2017 17:00 0

Palestina

Militer Israel Serang Lokasi Pejuang Izzudin Al-Qassam

Jet tempur Israel, Selasa pagi (26/06), meluncurkan serangan udara menargetkan lokasi pejuang perlawanan Palestina, Hamas, di Jalur Gaza. Hal itu mengakibatkan kerusakan material dan memaksa Departemen Dalam Negeri Gaza mengosongkan sektor-sektor keamanan dan militer di kota yang terkepung itu.

Selasa, 27/06/2017 16:23 0

Suriah

Tahrir Al-Syam Tolak Kehadiran Militer Turki di Idlib

Menurut pernyataan tersebut, para negara pengendali dan penjamin kesepakatan konferensi Jenewa dan Astana sengaja memberikan waktu bagi rezim penjahat untuk mengosongkan daerah satu demi satu. Mereka berupaya membekukan senjata revolusi dan jihad serta menggulirkan “senjata” pengusiran dan perluasan untuk kepentingan rezim.

Selasa, 27/06/2017 13:38 0

Video News

Kiblat Review 5: Undang-undang ITE Untuk Siapa?

KIBLAT.NET – Kelatahan masyarakat awam yang baru mengenal media sosial membawa dampak sosial yang beraneka...

Selasa, 27/06/2017 10:00 0

Asia

Protes Diskriminasi terhadap Minoritas, Muslim India Kenakan Ban Hitam

Umat Islam di India pada Senin (26/06) mengenakan ban hitam di lengan sebagai aksi protes atas perampokan terhadap seorang Muslim baru-baru ini. Pelaku perampokan diduga dilakukan oleh kelompok sayap kanan Hindu.

Selasa, 27/06/2017 06:25 0

Afrika

Kerjasama Menguat, Haftar Undang Petinggi Militer UEA ke Bengazhi

UEA, bersama dengan Mesir, melakukan operasi pengeboman udara di sekitar Tripoli pada Agustus 2014 ketika pasukan Fajar Libya memerangi milisi yang bersekutu dengan Haftar.

Selasa, 27/06/2017 05:25 0

Turki

Polisi Turki Bubarkan Parade Gay di Hari Idul Fitri

Polisi menembakkan peluru karet kepada sekelompok LGBT berjumlah sekitar 40 aktivis di kota terbesar di negara itu, sehari setelah kantor gubernur kota melarang pawai tersebut dengan alasan keamanan dan ketertiban umum.

Senin, 26/06/2017 13:48 0

Suara Pembaca

Cerita Mahasiswa Patani Berhari Raya Jauh dari Kampung Halaman

Sejumlah mahasiswa Patani yang sedang menimba ilmu di Indonesia, mengaku perayaan di negeri orang tidak lengkap tetapi ketika mereka semua yang berada dapat berkumpul bersama setelah menunaikan shalat sunat Eid

Senin, 26/06/2017 13:28 0

Indonesia

GNPF MUI Silaturahim ke Istana Merdeka, Sampaikan Kriminalisasi Ulama

Pertemuan yang dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir selaku Ketua GNPF MUI itu diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Pertemuan sebenarnya dijadwalkan pukul 11.30 WIB, namun tertunda

Senin, 26/06/2017 12:49 0

Close