... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Ketika Cahaya Hati Tak Lagi Bersinar

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Kehidupan fana ini memiliki jutaan cerita dan otomatis dengan sejuta perasaan yang menyelimuti. Tak bisa dipungkiri pasti akan selalu dialami oleh setiap individu dalam hidupnya. Karena memang, orang hidup pasti memiliki masalah dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda dan selalu diiringi dengan berbagai macam perasaan, mulai dari sedih, senang, kecewa, puas, tertekan, dll.

Tak perlu diambil pusing atau dipikir terlalu berat, itu semua menjadi suatu kewajaran yang kita jalani sebagai manusia. Kalau berbicara perasaan, mungkin kita tidak risau jika itu dapat membahagiakan atau tidak menjadi beban, yang dipermasalahkan adalah saat masalah itu hanya ditemani perasaan sedih atau yang membuat pikiran ini beban.

Menetralisir perasaan perlu dilakukan jika rasa itu terlalu berlebihan di hati. Entah itu senang atau sedih. Namun, yang perlu dinetralisir itu jika perasaan sedih atau frustasi dengan masalah yang berlarut-larut. Saat itu terjadi, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengingat bahwa Allah tidak akan memberi suatu masalah atau kesulitan di luar kemampuan hamba-Nya.

Jadi, kita tidak boleh berputus asa dalam menghadapi cobaan. Jika perasaan kita tenang dan tentram, insyaAllah kita tidak akan frustasi dan merasa bahwa masalah yang kita hadapi sangat berat dan tidak adil. Masalah yang sedang kita hadapi, akan memberikan hal-hal positif dan hikmah yang sangat berharga jika kita mau menghayati apa, bagaimana, dan mengapa hal ini bisa terjadi.

BACA JUGA  PDIP Lancang Mensejajarkan Khilafah dengan Komunisme

Diri kita sendirilah yang bisa menyinarkan ulang perasaan agar menjadi lebih tenang. Jangan sampai perasaan yang merugikan diri kita terus mendiami hati. Jangan ragu akan kekuasaan Allah SWT dan jangan khawatir akan sederet masalah yang terjadi terkesan never end.

Jika kita mendekat pada-Nya, dia akan jauh lebih dekat kepada kita. Bersungguh-sungguhlah untuk selalu berada di jalan yang benar tanpa melupakan keberadaan-Nya sedikitpun.

Penulis: Biqolbi Aqwam (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

One comment on “Ketika Cahaya Hati Tak Lagi Bersinar”

  1. Entahlah… Setiap kali saya mencoba hidup sebagai seseorang yang sejatinya bukan saya, separuh jiwa saya menghilang seiring berlalunya sang waktu.
    Sehingga saya tidak akan ingat lagi cara menghabiskan waktu seperti biasanya.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Qatar

Qatar: 13 Tuntutan Arab Saudi Tidak Masuk Akal

Qatar mengatakan bahwa 13 tuntutan oleh Arab Saudi dan sekutunya untuk mengakhiri blokade mereka tidak "masuk akal" dan "dapat ditindaklanjuti". Demikian dikatakan pada Sabtu (24/06), sehari setelah tuntutan diajukan.

Senin, 26/06/2017 08:40 0

Indonesia

Ustadz Abu Rusydan: Menegakkan Dien untuk Ibadah yang Sempurna

"Jadi sekali lagi satu-satunya kewajiban kita kenapa kok kita hidup itu ya supaya iqomatuddin (menegakkan Dien). Sebab wujud kesempurnaan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala itu apabila Dien ini tegak. Kalau tidak maka peribadatannya kepada Allah subhanahu​ wa ta'ala tidak akan pernah berjalan dengan sempurna," imbuhnya.

Senin, 26/06/2017 08:08 0

Foto

Meriahnya Pawai Obor Idul Fitri di Kota Poso

Kemeriahan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H terpancar dari Kota Poso. Ribuan warga turun ke jalan membawa obor memekikkan takbir kemenangan hari raya.

Senin, 26/06/2017 07:44 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin Ibrahim: 3 Golongan Manusia III

KIBLAT.NET-  Ust. Muhajirin Ibrahim: 3 Golongan Manusia III. Dalam khutbah ini akan dijelaskan golongan manusia yang...

Senin, 26/06/2017 07:00 0

Artikel

Jangan Keliru, Ini Lho Perang Pertama Dipimpin Rasulullah

Banyak yang mengira Perang Badar adalah perang pertama yang dipimpin Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun, persepsi itu tidak mutlak benar. Perang pertama Rasullah yakni Perang Abwa' atau Perang Waddan pada bulan Safar tahun 2 Hijriah.

Sabtu, 24/06/2017 11:40 1

Video Kajian

Ust. Muhajirin Ibrahim: 3 Golongan Manusia II

KIBLAT.NET-  Ust. Muhajirin Ibrahim: 3 Golongan Manusia II. Dalam khutbah ini akan dijelaskan golongan manusia yang...

Sabtu, 24/06/2017 08:00 0

Arab Saudi

Saudi Klaim Gagalkan Serangan ke Masjidil Haram

Pasukan keamanan Arab Saudi menggagalkan sebuah serangan di dekat Masjidil Haram, Mekkah pada Jum'at (23/06). Demikian menurut saluran TV Saudi, Al-Ekhbariya dan Al-Arabiya.

Sabtu, 24/06/2017 05:29 0

Philipina

Hampir Sebulan Lawan Militer Filipina, Ini Sekilas Kelompok Maute

Hampir sebulan, kelompok militan yang sebelumnya tak dikenal telah bertahan melawan pasukan pemerintah dan kekuatan udara di Filipina selatan.

Jum'at, 23/06/2017 16:00 0

Suriah

Konfrontasi Militer Meningkat di Daraa

Konfrontrasi darat ini diiringi dengan serangan udara di sejumlah wilayah Daraa lainnya. Serangan pada hari itu paling banyak menghantam Daraa kota dan kawasan Gharaz.

Jum'at, 23/06/2017 14:45 0

Analisis

Adu Taktik Strategi di Suriah dan Iraq

Komplikasi konflik Suriah makin rumit dan tereskalasi selama satu bulan terakhir. Tidak ada kawan abadi; semua kesepakatan dan sekutu dapat berubah seketika sesuai kepentingan masing-masing pihak. Dalam hal konflik Suriah, kepentingan Iran-Rusia, AS dan Turki terus saling kejar memanfaatkan proxy ISIS yang kini sudah hampir K.O. (knock out).

Jum'at, 23/06/2017 14:10 0

Close