... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Mengupas Analisis Barat soal Konsep Khilafah

KIBLAT.NET – Dalam imajinasi populer Barat, khilafah sering memunculkan sejumlah citra negatif, sementara demonstrasi yang diselenggarakan untuk mendukung kebangkitan kembali khilafah diperlakukan dengan campuran rasa takut dan penghinaan, seolah-olah mereka adalah langkah pertama untuk merebut demokrasi. Namun gambaran dan persepsi ini tidak ada kaitannya dengan kenyataan.

Sementara beberapa orang Muslim mungkin bernostalgia dengan khilafah, hanya sedikit dari mereka yang sekarang berusaha mewujudkan mimpinya itu. Namun khilafah dapat dijadikan sebagai sebuah seruan yang kuat dan sebuah simbol yang mengacu pada masa lalu yang dibayangkan dan dirindukan untuk dibangkitkan kembali sebagai sebuah pemerintahan Islam yang ideal.

Khilafah saat ini merupakan konsep yang diperebutkan diantara banyak aktor di dunia Muslim, Eropa dan sekitarnya. Penegakan kembali dan imajinasi tentangnya mungkin tampak membingungkan bagi kebanyakan kita.

Hal itulah yang disorot dalam buku berjudul “DEMYSTIFYING THE CALIPHATE: Historical Memory and Contemporary Contexts” secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “MENGUAK KHILAFAH: Ingatan Sejarah dan Konteks Masa Kini”. Buku ini merupakan kumpulan artikel oleh beberapa akademisi ini diedit oleh  Madawi Al-Rasheed, Carool Kersten, dan Marat Shterin. Buku ini diterbitkan oleh Oxford University Press, New York, pada tahun 2013.

Buku dengan ketebalan sebanyak 324 halaman ini mempunyai ISBN: 9781849042284 untuk versi cetak. Isi buku ini disusun dari 12 artikel ilmiah tentang khilafah yang ditulis oleh para kontributor yang merupakan akademisi dari berbagai bidang ilmu. Buku ini juga dilengkapi dengan Bagian Pendahuluan, Daftar Pustaka, dan Daftar Indeks.

Buku Demystifying Khilafah.

Buku ini disusun oleh tiga orang editor berikut. Madawi Al-Rasheed adalah Profesor Antropologi Agama di King’s College London. Carool Kersten adalah dosen Studi Islam di King’s College London. Dia memiliki gelar PhD dalam Studi Agama dari School of Oriental and African Studies (SOAS), MA dalam Bahasa dan Budaya Arab, serta Sertifikat dalam Studi Asia Tenggara. Dia bekerja bertahun-tahun di Timur Tengah dan telah mengajarkan sejarah dan agama Asia di Thailand. Marat Shterin adalah dosen Sosiologi Agama di King’s College London. Dia telah mempublikasikan secara luas tentang agama, masyarakat dan hukum di Rusia.

BACA JUGA  Tujuh Kata, 'Jimat' Paling Ditakuti Oleh Komunis

Buku ini menyoroti perdebatan historis setelah runtuhnya khilafah Utsmaniyah terakhir dan kontroversi seputar seruan baru-baru ini untuk membangkitkannya kembali, melampaui agenda alarmis untuk menjawab pertanyaan mendasar mengapa ingatan khilafah tetap ada di antara umat Islam yang beragam. Dari London sampai ke Kaukasus, Jakarta, Istanbul, dan Baghdad, para kontributor mengeksplorasi konsep khilafah ini dan imajinasi ulang umat Islam sebagai sebuah komunitas multi-etnis yang beragam.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Ulasan Isi Buku...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Mengupas Analisis Barat soal Konsep Khilafah”

  1. Hilmy Akbar

    Cara yg terbaik mungkin seperti yg di contohkan oleh Rasulullah S.A.W mendirikan daulah Islam Madinah.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Dr. Anung Al Hamat: Marah yang Terpuji dan Tercela

KIBLAT.NET-  Dr. Anung Al Hamat: Marah yang Terpuji dan Tercela dalam Islam. Marah dibagi menjadi...

Rabu, 21/06/2017 06:00 0

Philipina

Militer Filipina Gempur Marawi Habis-habisan Sebelum Lebaran

Pertempuran di Marawi sudah memasuki pekan keenam. Sekitar 350 orang tewas akibat perang ini.

Rabu, 21/06/2017 03:43 0

Indonesia

4 Napi Asing Kabur dari Lapas Kerobokan, ICJR: Itu Masalah Laten

Bagi ICJR, problem melarikan diri dari Rutan dan Lapas di Indonesia tidak terlepas dari masalah laten kelebihan beban penghuni di Rutan dan Lapas di Indonesia.

Rabu, 21/06/2017 00:41 0

Info Event

Baru Berusia 20 Hari, Bocah Ini Derita Infeksi Saluran Pernapasan, Mari Bantu!

Kholid, yang baru berusia 20 hari, merupakan putra pertama dari Irfanuddin (24). Ia diuji Allah dengan sakit infeksi saluran pernafasan atas. Saat diperiksa di RS. UNS Solo Pada sabtu (25/5), si kecil Kholid divonis dokter mengalami infeksi saluran pernafasan atas dan langsung dirujuk ke RS. Moewardi

Rabu, 21/06/2017 00:19 0

Opini

Memaknai Rekonsiliasi: Kebaikan untuk Semua

Ketika abolisi terwujud, maka kita akan mudah menuju rekonsiliasi yang dimaksudkan, tentunya didasarkan atas kebenaran (truth), sifat welas asih manusia (mercy), keadilan (justice), dan perdamaian (peace), kesemua itu bertemu dan bersatu secara bersama.

Rabu, 21/06/2017 00:01 0

Indonesia

ODOJ Palu Ajak Masyarakat Rutin Membaca Al-Quran

Komunitas ODOJ Palu ajak masyarakat tingkatkan semangat baca Al-Quran.

Selasa, 20/06/2017 23:18 0

Asia

Ingin Bantu Anak Yatim dan Janda Syuhada Patani? Begini Caranya

KIBLAT.NET – Konflik Patani di selatan Thailand dari tahun 2004 sampai sekarang ini. Banyak memberikan...

Selasa, 20/06/2017 23:07 0

Indonesia

Serunya Berbagi Buka Puasa di Lumbung Desa Cigalontang Tasik

Seperti diketahui, lumbung desa merupakan program yang digagas Sinergi Foundation guna mewujudkan ketahanan pangan dengan memberdayakan pedesaan.

Selasa, 20/06/2017 22:01 0

Info Event

Silaturahim Pemuda Muslim ASEAN: Pemuda Bersatu dalam Keragaman Budaya ASEAN & Nusantara

(KAMMI) mengadakan majelis "Silaturahim Pemuda Muslim ASEAN" dengan menyusun tema "Pemuda Bersatu dalam Keragaman Budaya ASEAN dan Nusantara".

Selasa, 20/06/2017 21:45 0

Afrika

Bom Mobil Al-Shabab Tewaskan 10 Pejabat di Mogadishu

Pejuang Al-Shabab kembali melancarkan serangan di sebuah gedung pemerintahan di ibukota Somalia, Mogadishu.

Selasa, 20/06/2017 19:59 0

Close