... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Duterte Tak Akui Negaranya Minta Bantuan AS untuk Usir Maute?

Foto: Duterte saat mengunjungi pasukan Filipina yang terluka dalam pertempuran Marawi pada Ahad (11/06) di Kota Cagayan de Oro

KIBLAT.NET, Manila- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte membantah telah meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk mengalahkan Maute di Marawi. Bahkan, Duterte mengaku tidak menyadari adanya bantuan teknis dari AS dalam pertempuran terhadap kelompok pro-ISIS tersebut.

Bantahan itu disampaikan Duterte pada Ahad (11/06) di Kota Cagayan de Oro yang terletak 100 km dari Marawi. Tepatnya, sehari setelah Kedubes AS mengumumkan bahwa Filipina meminta bantuan pasukan khusus AS dalam operasi Marawi.

“Tidak pernah mendekati Amerika untuk meminta bantuan,” ungkap Duterte.

Kabar tentang bantuan militer AS kepada Filipina menjadi penting karena Duterte sejak tahun pertama jabatannya kerap menyerang Washington dan memutuskan kerjasama militer antar kedua negara. Hingga saat ini, tidak diketahui apakah militer telah meminta langsung bantuan kepada Amerika tanpa sepengetahuan Duterte.

Sebelumnya, pada Sabtu Kedubes AS di Manila mengatakan bahwa Filipina meminta bantuan AS dalam operasi Marawi. Hal itu dibenarkan oleh militer Filipina dan mengatakan bahwa pasukan AS telah memberikan bantuan teknis namun tidak terjun langsung ke lapangan.

Di hari yang sama Pentagon juga menyatakan bahwa pihaknya telah memberi bantuan militer dan pelatihan di bidang intelijen dan pengintaian. Dikatakan bahwa 300 hingga 500 tentara tambahan akan dikirim untuk mendukung pelatihan dan kegiatan reguler.

Di sisi lain, pejabat AS yang tidak disebut namanya mengatakan bahwa dukungan yang diberikan kepada Filipina ialah pengintaian udara, penyadapan sistem elektronik, bantuan komunikasi dan pelatihan. Di hari Jumat, sebuah pesawat pengintai Orion P-3 milik AS tampak mengudara di kota Marawi.

Sejatinya, Pentagon tidak memiliki kehadiran permanen di Filipina. Namun selama bertahun-tahun, terdapat 50 sampai 100 pasukan khusus yang beroperasi di bagian selatan Filipina terutama di Mindanou. Pentagon mengkofirmasi bahwa keberadaan pasukan itu untuk membantu militer Filipina.

 
Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Reuters

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sebut Peserta Aksi 212 Bayaran, Kyai Said Diminta Jaga Lisan

Ketua Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution meminta agar KH. Said Aqil Siradj melakukan tabayun (klarifikasi,red) kepada peserta aksi 212. Sebab, ia menuding para peserta aksi 212 dibayar 300 ribu.

Senin, 12/06/2017 13:13 0

Opini

Anonymous dan Proxy War: Sebuah Ancaman Geopolitik

Di sisi lain, masyarakat telah terpolarisasi sedemikian rupa akibat pemberitaan anonymous yang provokatif. Sesama anak bangsa sudah mulai saling tidak percaya satu sama lain.

Senin, 12/06/2017 07:49 0

Analisis

Skandal Kremlingate: Kerjasama Rahasia Trump-Rusia Menangi Pilpres AS

Apa yang dikatakan Comey, dengan penuh ketenangan, adalah fakta-apa adanya. Ini hanyalah salah satu potongan dari kepingan puzzle Skandal Kremlingate.

Senin, 12/06/2017 02:03 0

Indonesia

Bersama Walikota Depok, IZI Gelar Makan Bersama 300 Penyapu Jalan

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali semarakkan bulan Ramadhan dengan menyelenggarakan kegiatan santunan bersama 300 Penyapu Jalanan di Kota Depok.

Ahad, 11/06/2017 21:18 0

Opini

Refleksi Pengaruh Paradigma Positivisme terhadap Penegakan Hukum di Indonesia

Pengaruh positivisme telah menjadikan aparat penegak hukum hanya menegakkan bunyi undang-undang, bukan menegakan keadilan sebagai substansi dari hukum itu sendiri.

Ahad, 11/06/2017 20:48 0

Indonesia

Konvensi Antikorupsi Jilid 2 Resmi Ditutup, Ini Rekomendasinya

Salah satu rekomendasi dan komitmen penting dalam Konvensi Antikorupsi Jilid 2 ini adalah mengulangi kembali komitmen Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi yang diinisiasi Pemuda Muhammadiyah.

Ahad, 11/06/2017 20:33 0

Info Event

Mahasiswa Patani Hadiri Diskusi Melayu, Indonesia dan Mindanao: Jaringan Ulama Yang Terlupakan

KIBLAT.NET, Jakarta – Mahasiswa Patani (Selatan Thailand) pada Jumat (09/06) memenuhi undangan acara buka bersama...

Ahad, 11/06/2017 16:59 0

Suara Pembaca

Polri Diminta Tidak Gegabah dalam Penanganan Kasus Habib Rizieq

Gonjang-ganjing kasus Muhammad Habib Rizieq Shihab sampai saat ini belum menemukan titik temu. Polisi harus hati-hati dalam melangkah, karena kasus ini belum jelas akar permasalahannya.

Ahad, 11/06/2017 16:39 0

Artikel

Mengapa Rezim Tiran Pelihara Ketakutan Warga terhadap Aksi Terorisme?

Ada beberapa alasan kenapa ilusi ketakutan terhadap terorisme perlu dijaga. Rasa takut memungkinkan pemerintah untuk mengalihkan perhatian publik dan perdebatan dari masalah sosial dan ekonomi yang belum terselesaikan.

Ahad, 11/06/2017 16:14 0

Indonesia

Kisah Perjuangan Para Dai Ramadhan yang Turun ke Pelosok Sulawesi

Deretan gunung sejauh mata memandang, hamparan padi dan desiran air irigasi menemani perjalanan para dai safari Ramadhan

Sabtu, 10/06/2017 17:18 0

Close