... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Anonymous dan Proxy War: Sebuah Ancaman Geopolitik

Foto: Hacker Anonymous

 

 

Sebagaimana diberitakan, pihak Kepolisian mengatakan bahwa penyebar konten chat seks antara Habib Rizieq Syihab (selanjutnya disingkat HRS) dan FH berasal dari kelompok peretas atau hacker yang mengatasnamakan diri sebagai anonymous.

Berdasarkan hasil penelusuran penyidik diketahui bahwa domisili penyebar awal konten mesum itu di Amerika Serikat. Penyebaran konten chat seks oleh kelompok peretas yang berlangsung secara masif dan ofensif ini merupakan salah satu bentuk perang asimetris (proxy war) yang dilakukan oleh non-state actor.

Perlu diketahui, bawah kemunculan ancaman-ancaman yang bersifat asimetris telah menggeser paradigma pertahanan negara dengan menggunakan kekuatan  militer (hard power) atau peperangan simetris menjadi peperangan yang bersifat asimetris yang tidak menggunakan metode serangan secara frontal, melainkan dapat melakukan serangan dengan menggunakan isu-isu ideologis, politik, hukum, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi informasi.

Ditinjau dari pendekatan ancaman nirmiliter, proxy war tergolong mengancam Ketahanan Nasional Indonesia. Risiko yang ditimbulkan dari ancaman nir-militer dapat berimplikasi mengganggu stabilitas nasional. Terganggunya stabilitas nasional tidak saja menghambat pembangunan nasional, tetapi lambat-laun dapat berkembang menjadi permasalahan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Ancaman nir-militer pada hakikatnya adalah ancaman yang menggunakan faktor-faktor nir-militer yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan keutuhan negara, kedaulatan wilayah negara, termasuk didalamnya keselamatan segenap bangsa.

Seiring dengan pesatnya infomasi dan telekomunikasi di era globalisasi ini, telah memunculkan pula suatu kondisi yang paradoks, mempengaruhi pola pikir anak bangsa dalam memandang kehidupan berbangsa dan bernegara. Kondisi saat ini memperlihatkan adanya krisis kebangsaan yang cukup serius ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok eklusivisme berdasarkan pada sentimen primordial sehingga pada gilirannya berbagai konflik yang besifat horisontal sering dan cenderung mudah terjadi di seluruh Indonesia.

Pada saat yang sama, upaya penegakan hukum terhadap adanya dugaan konten chat seks HRS dan FH, pihak penyidik telah menetapkan keduanya sebagai tersangka, padahal keberadaan pihak yang pertama kali melakukan penyebarluasaan belum diketahui.  Di sisi lain, masyarakat telah terpolarisasi sedemikian rupa akibat pemberitaan anonymous yang provokatif. Sesama anak bangsa sudah mulai saling tidak percaya satu sama lain.

Penegakan hukum terhadap HRS dengan pendekatan positivistik – yang hanya mengedepankan aspek prosedural – secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi terciptanya polarisasi di masyarakat. Kondisi demikian tentu sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Sepertinya kita terjebak dengan paradigma positivistik dalam cara berhukum, tanpa melihat adanya ancaman yang lebih besar yakni kepentingan geopolitik negara asing. Di sini kita dituntut untuk memahami geopolitik. Ketika kita mengabaikan geopolitik,  maka sejatinya kita sedang membuka pintu yang seluasnya kepada berbagai kepentingan asing.

Keterlibatan pihak asing untuk menciptakan proxy war dalam bentuk  menciptakan hasutan dan konflik tanpa perlu terlibat langsung di dalamnya. Proxy war  senantiasa bertujuan menciptakan agitasi melalui propaganda sistematis yang pada akhirnya menciptakan konflik, perang dan berkuasanya rezim baru yang dipengaruhi pihak asing.

Pemenang proxy war kemudian akan menguasai pengelolaan sumber daya alam yang diperuntukkan untuk kepentingan negara asing, dan kita tetap dalam posisi sebagai pelayan, tidak lebih. Proxy war telah merebak dimana-mana di sejumlah negara, sehingga banyak kalangan memprediksi proxy war ini menjadi pemicu pecahnya Perang Dunia Ketiga.

Penulis:  DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH. (Ahli Hukum & Pengurus Komisi Kumdang MUI)

 

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Gara-gara Ini, Mantan Direktur FBI Disebut ‘Gak Jantan’ oleh Presiden Trump

Presiden Trump (kiri) dan Mantan Direktur FBI, James Comey (kanan).

Senin, 12/06/2017 03:06 0

Analisis

Skandal Kremlingate: Kerjasama Rahasia Trump-Rusia Menangi Pilpres AS

Apa yang dikatakan Comey, dengan penuh ketenangan, adalah fakta-apa adanya. Ini hanyalah salah satu potongan dari kepingan puzzle Skandal Kremlingate.

Senin, 12/06/2017 02:03 0

Turki

Pesepakbola Muslim Karim Benzema Ikut Buka Puasa Bareng Warga

Karim Benzema, merupakan pemain sepak bola profesional yang bermain untuk klub Spanyol, Real Madrid. Ia juga merupakan bagian dari tim nasional Prancis sebagai striker. Ia terlihat turut berbuka puasa dengan pesepak bola Afrika yang tinggal di wilayah Fatih.

Ahad, 11/06/2017 22:57 1

Qatar

Lawan Blokade Saudi Cs, Qatar Ambil Tindakan Hukum

Kepala Komite Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC) Ali bin Smaikh Al Marri mengatakan organisasinya akan menyewa sebuah firma hukum internasional untuk mengatasi kerusakan blokade yang disebabkan oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Ahad, 11/06/2017 22:15 0

Libya

Ditahan 6 Tahun, Putera Muammar Gadafi Dibebaskan dari Penjara

Selama pemerintahan Gaddafi, Saiful Islam telah menjadi pewarisnya. Saat pemberontakan melawan Gaddafi pecah pada 2011, dia kembali ke Tripoli untuk mendukung ayahnya.

Ahad, 11/06/2017 21:37 0

Indonesia

Bersama Walikota Depok, IZI Gelar Makan Bersama 300 Penyapu Jalan

Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) kembali semarakkan bulan Ramadhan dengan menyelenggarakan kegiatan santunan bersama 300 Penyapu Jalanan di Kota Depok.

Ahad, 11/06/2017 21:18 0

Indonesia

Konvensi Antikorupsi Jilid 2 Resmi Ditutup, Ini Rekomendasinya

Salah satu rekomendasi dan komitmen penting dalam Konvensi Antikorupsi Jilid 2 ini adalah mengulangi kembali komitmen Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi yang diinisiasi Pemuda Muhammadiyah.

Ahad, 11/06/2017 20:33 0

Info Event

Mahasiswa Patani Hadiri Diskusi Melayu, Indonesia dan Mindanao: Jaringan Ulama Yang Terlupakan

KIBLAT.NET, Jakarta – Mahasiswa Patani (Selatan Thailand) pada Jumat (09/06) memenuhi undangan acara buka bersama...

Ahad, 11/06/2017 16:59 0

Suara Pembaca

Polri Diminta Tidak Gegabah dalam Penanganan Kasus Habib Rizieq

Gonjang-ganjing kasus Muhammad Habib Rizieq Shihab sampai saat ini belum menemukan titik temu. Polisi harus hati-hati dalam melangkah, karena kasus ini belum jelas akar permasalahannya.

Ahad, 11/06/2017 16:39 0

Artikel

Mengapa Rezim Tiran Pelihara Ketakutan Warga terhadap Aksi Terorisme?

Ada beberapa alasan kenapa ilusi ketakutan terhadap terorisme perlu dijaga. Rasa takut memungkinkan pemerintah untuk mengalihkan perhatian publik dan perdebatan dari masalah sosial dan ekonomi yang belum terselesaikan.

Ahad, 11/06/2017 16:14 0