... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Polri Diminta Tidak Gegabah dalam Penanganan Kasus Habib Rizieq

Foto: Larshen Yunus, Ketua DPC Gemasaba Kota Pekanbaru.

KIBLAT.NET – Gonjang-ganjing kasus Muhammad Habib Rizieq Shihab sampai saat ini belum menemukan titik temu. Polisi harus hati-hati dalam melangkah, karena kasus ini belum jelas akar permasalahannya.

“Polri semestinya jangan gegabah, karena orang yang dihadapi ini bukanlah sembarangan, Habib Rizieq adalah sosok terhormat yang sudah menjadi bahagian dari kebesaran ulama Indonesia.” Hal tersebut disampaikan oleh keluarga besar aktivis Riau yang sebagian juga merupakan alumni 212.  Pertemuan tersebut dilakukan di sela kegiatan menunggu jadwal berbuka puasa (09/06/2017).

Larshen Yunus selaku Pimpinan dari kelompok tersebut, yang juga merupakan Ketua DPC GEMASABA Kota Pekanbaru, menjelaskan bahwa dalam kasus ini semua pihak harus hati-hati, jangan sembrono, ingat siapa yang dihadapi. Muhammad Habib Rizieq adalah ulama kita semua.” tutur Yunus dengan tegas.

Hal ini sejalan dengan pemberitaan dari Televisi, bahwa Habib Rizieq telah dijadikan target Daftar Pencarian Orang dari aparat kepolisian. Seperti penjelasan dari acara Indonesia Lawyer Club, melalui penasehat hukum Habib Rizieq, bahwa pihaknya sejauh ini justru bingung dan heran atas penetapan tersebut, pihak Habib Rizieq mengutarakan bahwa mereka sama sekali tidak berniat untuk melawan hukum, justru selama ini kami kooperatif.

“Jangan karena Habib Rizieq masih di luar negeri kita anggap sebagai perlawanan. Iya benar, perlawanan atas ketidakjelasan dari aparat kepolisian kita,” tegas Larshen Yunus menjelaskan apa yang telah disampaikan Pengacara GNPF MUI pada saat acara ILC tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar semuanya harus menarik diri, jangan gegabah. Persoalan ini juga bahagian dari semua umat, sedikit saja yang tergores, maka bayarannya akan besar.

BACA JUGA  Apapun Alasannya, RUU HIP Harus Dibatalkan

“Jangan sampai seluruh umat kembali membanjiri ibukota, demi sebuah perlawanan atas ketidakadilan di negeri ini. Hindari proses yang tidak elok dan jangan sampai terjadi Kriminalisasi terhadap kaum Ulama.” ungkap Larshen Yunus yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium Pusat GAMARI.

Aktivis Islam Riau juga mengharapkan di kemudian harinya, para aparat dinegeri ini harus lebih profesional lagi dalam bekerja, jangan ada pilih kasih, kalau memang “terbukti” salah, ya proses. Namun jika memang tidak ada kejelasan atas bukti-bukti yang valid, maka sudah layak di SP3 kan. Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa pengaduan terhadap Habib Rizieq tidak lebih dari sekedar bahagian dari persoalan kepentingan politik.

“Kami kira ada yang dirugikan, maka Habib Rizieqlah sekarang yang jadi targetnya. Ada kepentingan besar didalam kasus ini, pemain besar sedang bekerja,” tutur Larshen Yunus.

Di atas segalanya, kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi, kita ini sesama umat manusia, semua orang pasti pernah salah, pastilah khilaf dalam suatu hal, tapi jangan kita persulit dengan hal-hal seperti ini. ingat, bahwa Habib Rizieq itu Ulama besar. Ulama yang sangat dihormati di Republik ini, jangan sesekali menyentuhnya dengan sikap yang tidak santun,” tambah Larshen Yunus.

Seperti wacana yang sudah berkembang, bahwa ada sekelompok orang yang mengatasnamakan pembela Habib Rizieq untuk akan melakukan unjuk rasa besar-besaran, apabila Polri sewenang-wenang terhadap kasus ini, dan kamipun setuju dengan niatan tersebut,” cetus Larshen Yunus.

BACA JUGA  Kurban, Yuk! Bersama Mualaf dan Kaum Termarjinal

Oleh karenanya, sekali lagi kami pertegas, agar aparat kepolisian hati-hati dan tidak gegabah dalam menangani kasus ini. jangan ada dusta diantara kita, junjung tinggi konstitusi, maka dengan sendirinya Habib Muhammad Rizieq Shihab pun akan kembali pulang ke Indonesia, tanpa adanya upaya jemput paksa dari pihak Interpol yang bekerjasama dengan aparat kepolisian Indonesia. “Kami pertegas sekali lagi, jangan melakukan Kriminalisasi terhadap Kaum Ulama,” pungkas dia.

 

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Mengapa Rezim Tiran Pelihara Ketakutan Warga terhadap Aksi Terorisme?

Ada beberapa alasan kenapa ilusi ketakutan terhadap terorisme perlu dijaga. Rasa takut memungkinkan pemerintah untuk mengalihkan perhatian publik dan perdebatan dari masalah sosial dan ekonomi yang belum terselesaikan.

Ahad, 11/06/2017 16:14 0

Timur Tengah

Blokade Saudi, Qatar Petroleum: Bisnis Berjalan Seperti Biasa

Raksasa energi Qatar Petroleum mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (10/06), bahwa bisnis tetap berjalan seperti biasa meskipun terjadi krisis diplomatik yang melibatkan Doha dan tetangganya di Teluk.

Ahad, 11/06/2017 12:37 2

Amerika

PBB Sebut Hanya Komitmen pada Daftar “Teroris” yang Dikeluarkannya

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada daftar “teroris” yang dikeluarkan lembaganya. Hal ini ditegaskan untuk menanggapi daftar “teroris” yang dikeluarkan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain terhadap individu dan lembaga terkait Qatar.

Ahad, 11/06/2017 12:00 0

Eropa

Juncker: Soal Pertahanan Keamanan, Eropa Tidak Bisa Lagi Bergantung pada Pihak Luar

Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, pada hari Jumat (09/06) mengatakan bahwa Eropa harus memperhatikan sistem pertahanannya sendiri mengingat telah terjadi perubahan kebijakan di AS. Juncker mengungkapkan pandangannya tersebut saat mempromosikan anggaran pertahanan yang lebih besar yang sebelumnya telah diumumkan oleh Brussel.

Ahad, 11/06/2017 11:37 0

Philipina

Tiga Pekan Belum Kendalikan Marawi, Filipina Datangkan Pasukan Khusus AS

Tiga belas marinir Filipina terbunuh dalam baku tembak dengan gerilyawan Maute saat pasukan Filipina ingin mengambil alih kota Marawi yang dikuasai kelompok itu selama hampir tiga minggu.

Ahad, 11/06/2017 10:51 0

Malaysia

Sikap Tegas Malaysia terkait Boikot Qatar

"Jika mereka datang dalam damai dan tidak menimbulkan masalah maka apa masalahnya?" katanya dalam sebuah konferensi pers di ibukota Malaysia. "Kami tidak punya masalah. Ini adalah negara merdeka. Siapapun diterima asalkan tidak menimbulkan masalah," imbuhnya.

Ahad, 11/06/2017 10:10 0

Wilayah Lain

Hampir 24 Jam, Puasa Umat Islam di Islandia

Pulau Atlantik utara ditempati oleh sekitar 1.500 warga Muslim. Selama Ramadhan, mereka mulai berpuasa sekitar jam 2 pagi waktu setempat hingga sampai sekitar tengah malam. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan niat mereka untuk melaksanakan kewajiban puasa tersebut.

Ahad, 11/06/2017 09:38 0

Afghanistan

Menyusup Pasukan Khusus, Pejuang Taliban Tewaskan Tiga Tentara AS

Setidaknya tiga tentara Amerika Serikat tewas dan satu lainnya luka-luka setelah diserang anggota pasukan khusus Afghanistan pada Sabtu siang (10/06) di provinsi Nangarhar. Insiden semacam ini menambah panjang daftar tentara asing yang tewas akibat serangan insider atau serangan dari dalam.

Ahad, 11/06/2017 08:24 0

Turki

Erdogan: Maaf! Kami Akan Terus Memberi Qatar Dukungan

Menurut Erdogan, Saudi dan sejumlah negara lainnya telah menempatkan saudara sebagai musuh.

Sabtu, 10/06/2017 17:53 0

Indonesia

Kisah Perjuangan Para Dai Ramadhan yang Turun ke Pelosok Sulawesi

Deretan gunung sejauh mata memandang, hamparan padi dan desiran air irigasi menemani perjalanan para dai safari Ramadhan

Sabtu, 10/06/2017 17:18 0

Close