... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konvensi Antikorupsi Jilid 2 Resmi Ditutup, Ini Rekomendasinya

Foto: Konvensi Antikorupsi resmi ditutup

KIBLAT.NET, Jakarta – Konvensi Antikorupsi Jilid 2, yang digelar di Jakarta, 10-11 Juni 2017, sore tadi resmi ditutup. Konvensi Antikorupsiyang digelar Pimpinan Pemuda Muhammadiyah setiap tahunnya ini, merupakan pertemuan tahunan 25 Madrasah Antikorupsi yang dibentuk Pemuda Muhammadiyah di 24 Kota/Kabupaten di Seluruh Indonesia.

Selain dihadiri 24 Kepala Madrasah Antikorupsi Pemuda Muhammadiyah, juga dihadiri 33 Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah dari 33 Provinsi.

Salah satu rekomendasi dan komitmen penting dalam Konvensi Antikorupsi Jilid 2 ini adalah mengulangi kembali komitmen Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi yang diinisiasi Pemuda Muhammadiyah.

Gerakan Antikorupsi harus menjadi gerakan kebudayaan, gerakan massal bukan gerakan sporadis berbasis donor, oleh sebab itu Pemuda Muhammadiyah berkomitmen menjadikan gerakan Antikorupsi sebagai gaya hidup bagi anak-anak muda saat ini, khususnya di kalangan Pemuda Muhammadiyah.

Hanya kebudayaan baru yang bisa melawan praktik Korupsi yang massif, tentu melalui gerakan pendidikan yang dilakukan secara massif, mendorong perubahan pola bersikap dan bertindak, setidaknya anak muda berani menjadikan Antikorupsi sebagai sikap hidup atau Gaya hidup. Kebiasaan antri, bersih, Tepat waktu, tidak menyontek (plagiat), dan lainnya merupakan nilai-nilai dasar Antikorupsi itu sendiri.

Beberapa poin hasil konvensi antikorupsi :
1. Menolak Hak Angket DPR terhadap KPK
2. Mendorong Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Pencari Fakta kasus Novel Baswedan
3. Mendorong KPK mengungkap & menuntaskan kasus-kasus korupsi besar seperti BLBI, RS Sumber Waras, Reklamasi, E-KTP
4. Meminta KPK menindaklanjuti laporan PP Pemuda Muhammadiyah tentang uang Rp100 Juta dari istri Alm Siyono

BACA JUGA  Pemuda Muhammadiyah Desak PBB Tindak Tegas Penjajah Israel

Salam,
Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

 

Editor: Fajar Shadiq

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Mahasiswa Patani Hadiri Diskusi Melayu, Indonesia dan Mindanao: Jaringan Ulama Yang Terlupakan

KIBLAT.NET, Jakarta – Mahasiswa Patani (Selatan Thailand) pada Jumat (09/06) memenuhi undangan acara buka bersama...

Ahad, 11/06/2017 16:59 0

Suara Pembaca

Polri Diminta Tidak Gegabah dalam Penanganan Kasus Habib Rizieq

Gonjang-ganjing kasus Muhammad Habib Rizieq Shihab sampai saat ini belum menemukan titik temu. Polisi harus hati-hati dalam melangkah, karena kasus ini belum jelas akar permasalahannya.

Ahad, 11/06/2017 16:39 0

Artikel

Mengapa Rezim Tiran Pelihara Ketakutan Warga terhadap Aksi Terorisme?

Ada beberapa alasan kenapa ilusi ketakutan terhadap terorisme perlu dijaga. Rasa takut memungkinkan pemerintah untuk mengalihkan perhatian publik dan perdebatan dari masalah sosial dan ekonomi yang belum terselesaikan.

Ahad, 11/06/2017 16:14 0

Timur Tengah

Blokade Saudi, Qatar Petroleum: Bisnis Berjalan Seperti Biasa

Raksasa energi Qatar Petroleum mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (10/06), bahwa bisnis tetap berjalan seperti biasa meskipun terjadi krisis diplomatik yang melibatkan Doha dan tetangganya di Teluk.

Ahad, 11/06/2017 12:37 1

Amerika

PBB Sebut Hanya Komitmen pada Daftar “Teroris” yang Dikeluarkannya

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen pada daftar “teroris” yang dikeluarkan lembaganya. Hal ini ditegaskan untuk menanggapi daftar “teroris” yang dikeluarkan Arab Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain terhadap individu dan lembaga terkait Qatar.

Ahad, 11/06/2017 12:00 0

Eropa

Juncker: Soal Pertahanan Keamanan, Eropa Tidak Bisa Lagi Bergantung pada Pihak Luar

Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, pada hari Jumat (09/06) mengatakan bahwa Eropa harus memperhatikan sistem pertahanannya sendiri mengingat telah terjadi perubahan kebijakan di AS. Juncker mengungkapkan pandangannya tersebut saat mempromosikan anggaran pertahanan yang lebih besar yang sebelumnya telah diumumkan oleh Brussel.

Ahad, 11/06/2017 11:37 0

Philipina

Tiga Pekan Belum Kendalikan Marawi, Filipina Datangkan Pasukan Khusus AS

Tiga belas marinir Filipina terbunuh dalam baku tembak dengan gerilyawan Maute saat pasukan Filipina ingin mengambil alih kota Marawi yang dikuasai kelompok itu selama hampir tiga minggu.

Ahad, 11/06/2017 10:51 0

Malaysia

Sikap Tegas Malaysia terkait Boikot Qatar

"Jika mereka datang dalam damai dan tidak menimbulkan masalah maka apa masalahnya?" katanya dalam sebuah konferensi pers di ibukota Malaysia. "Kami tidak punya masalah. Ini adalah negara merdeka. Siapapun diterima asalkan tidak menimbulkan masalah," imbuhnya.

Ahad, 11/06/2017 10:10 0

Wilayah Lain

Hampir 24 Jam, Puasa Umat Islam di Islandia

Pulau Atlantik utara ditempati oleh sekitar 1.500 warga Muslim. Selama Ramadhan, mereka mulai berpuasa sekitar jam 2 pagi waktu setempat hingga sampai sekitar tengah malam. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan niat mereka untuk melaksanakan kewajiban puasa tersebut.

Ahad, 11/06/2017 09:38 0

Afghanistan

Menyusup Pasukan Khusus, Pejuang Taliban Tewaskan Tiga Tentara AS

Setidaknya tiga tentara Amerika Serikat tewas dan satu lainnya luka-luka setelah diserang anggota pasukan khusus Afghanistan pada Sabtu siang (10/06) di provinsi Nangarhar. Insiden semacam ini menambah panjang daftar tentara asing yang tewas akibat serangan insider atau serangan dari dalam.

Ahad, 11/06/2017 08:24 0