... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Potret Kehidupan Desa Perbatasan

Foto: Potret anak sekolah di desa pinggiran (foto: Brilio)

KIBLAT.NET- Detak kemiskinan yang berdegup tiada henti masih membayangi negeri ini. Sebuah video viral menjadi saksi bahwa kemiskinan masih menjadi fenomena yang belum terpecahkan.

Potret Buram Pendidikan

Video yang beredar menunjukkan empat siswa dari SD negeri 04 Sungkung, Bengkayang, Kalimantan Barat yang tengah meminta tas kepada bapak Presiden. Ya, sekedar tas sekolah. Sungguh, pemandangan miris melihat penampilan mereka yang berseragam lusuh, tanpa alas kaki, dengan resleting jebol dan membawa “tas” kantong kresek.

Potret pendidikan di SDN 04 Sungkung terekspose media berkat video yang diunggah oleh instagram @anggitpurwoto. Anggit Purwoto adalah guru yang mengikuti program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengabdikan dirinya untuk kemajuan pendidikan di daerah terpencil.

Jeritan siswa Sungkung pun terdengar oleh Presiden RI. Presiden Jokowi merespon baik permintaan siswa-siswa ini. Beliau mengirimkan 650 paket bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi di lima sekolah di Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. (Detiknews.com, 07/04/2017)

Tentu, nurani kita terketuk, dada merintih pilu, melihat kondisi memprihatinkan ini. Seolah zaman tidak pernah maju. Seolah peradaban tidak pernah berkembang. Ada ribuan siswa-siswi lainnya yang bernasib sama. Berwajah tiada beda. Wajah keterbatasan, keterbelakangan dan kemiskinan.

Akar Masalah

Permasalah negeri ini masih berkutat pada pemerataan ekonomi yang selalu timpang (kekayaan hanya berputar pada pemodal besar), disertai dengan pembangunan infrastruktur yang tidak memadai, serta pendidikan yang tidak layak. Hal inilah yang menjadi faktor utama penyumbang kemiskinan, keterbatasan, keterbelakangan yang kian parah, terutama di daerah Sungkung, Bengkayang, Kalimantan Barat. Sebut saja infrastruktur di desa tersebut yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan nasional, hampir tidak tersentuh tangan.

Seperti yang dilansir situs kumparan.com pada tanggal 08 April 2017, Anggit bercerita tentang keadaan desa Sungkung yang begitu memprihatinkan. Dibutuhkan dua hari perjalanan untuk mencapai Desa Sungkung dari ibukota Kabupaten Bengkayang. Perjalanan harus singgah di kecamatan Entikong yang merupakan wilayah Kabupaten Sanggau.

Untuk mencapai Desa Sungkung, ada dua pilihan, jalur darat atau jalur sungai. Jalur darat ditempuh menggunakan ojek seharga Rp 500 ribu selama 5 jam. Ojek digunakan karena akses masuk menuju ke Desa Sungkung hanya ada satu jalan sempit dan tidak beraspal. Yaitu, jalan hasil cangkulan masyarakat. Jika membawa barang bawaan, masyarakat mengharuskan melalui jalur sungai dengan perahu. Waktu tempuh jalur sungai 10 jam. Jalur sungai harus melewati air terjun yang mana harus berhenti dan perahunya diangkut. Sekali carteran 4,5 juta.

BACA JUGA  Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak

Kondisi ini menyebabkan harga menjadi di luar nalar. Harga semen di Entikong berkisar Rp 80 ribu. Jika dibawa ke Sungkung, harganya bisa sampai Rp 450 ribu. Gas LPG bisa mencapai Rp 80 ribu per tiga kilogram.

Harga yang melangit membuat kehidupan warga Sungkung yang sebagian besar berprofesi petani benar-benar sulit. Untuk alat tulis, harga pulpen dan pensil Rp 5 ribu, harga buku tulis Rp 8 ribu. Jarang ada yang menjual tas.

Tidak hanya peranti para siswa, tempat mereka belajar pun tidak kalah menyedihkan. Fasilitas pendidikan kurang memadai. Tidak ada listrik sama sekali. Kondisi WC rusak, bahkan salah satu sekolah tanpa ada dinding pelindung. Kegiatan belajar mengajar terlihat jelas ketika orang melintas.

Solusi Islam

Siswa SD negeri 04 Sungkung, Bengkayang, Kalimantan Barat tidak hanya sekedar membutuhkan paket perlengkapan sekolah. Mereka membutuhkan lebih dari itu. Mereka butuh pembangunan infrastruktur, sekolah yang layak dan pemerataan ekonomi. Sayangnya, untuk pemenuhan kebutuhan tersebut tidak mungkin terselesaikan dengan sistem kapitalisme. Kita butuh sistem yang lebih baik dan sempurna untuk menyelesaikan kemiskinan, keterbatasan dan keterbelakangan. Sistem sempurna yang hanya berasal dari Rabb yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Sistem itu tidak lain adalah sistem Islam.

Cara Islam mengatasi permasalahan ekonomi dan pembangunan:

Pertama, memahami bahwa prinsip pembangunan infrastruktur adalah sepenuhnya tanggungjawab negara, bukan swasta.

Kedua, karena negara sifatnya sebagai pemelihara urusan rakyat, maka harus memiliki harta yang melimpah, agar bisa digunakan untuk melakukan kewajibannya terhadap rakyat. Yaitu kewajiban untuk mensejahterakan rakyat, membangun infrastruktur negeri serta memberikan jaminan pendidikan yang baik. Karena itu Islam menetapkan bahwa negara memiliki hak untuk memanfaatkan sebesar-besarnya kepemilikan umum untuk kepentingan rakyat.

Nabi SAW bersabda:

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءٌ فِيْ ثَلَاثٍ: اَلْمَاءِ وَالْكَلَأِ وَالنَّارِ

“Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang dan api” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan al-Baihaqi).

Dari hadits di atas, inilah yang dimaksud sebagai kepemilikan umum. Yaitu, air (seperti sungai, laut, pantai, danau); padang yang luas di gunung, dataran, sabana dan hutan; api dengan makna sumber api seperti hutan kayu, tambang batubara, minyak dan gas; semuanya adalah milik umum. Dan juga barang tambang dari berbagai mineral seperti besi, tembaga, fosfat, uranium, emas, perak dan lainnya. Ini tidak boleh diserahkan (diperjualbelikan) kepada swasta atau golongan. Ini merupakan kepemilikan umum yang semata mata digunakan untuk kepentingan umum.

BACA JUGA  Islamophobia Gaya Baru

Pemasukan kepemilikan umum untuk negara merupakan pemasukan paling banyak dan penting, karena mencakup sumber-sumber terbesar pendanaan. Pemasukan-pemasukan kepemilikan umum ini digunakan untuk pembelanjaan terhadap apa yang wajib bagi masyarakat dan menjadi hak masyarakat. Seperti jaminan pendidikan, pemeliharaan kesehatan, keamanan pangan, keselamatan dan kebersihan lingkungan; juga berbagai sarana komunikasi dan apa saja yang menjadi fasilitas publik seperti jalan, bandara, pelabuhan, dsb. Semua itu merupakan hak masyarakat, yakni milik umat secara umum dan bukan milik individu tertentu.

Ketiga, negara tidak menembus ke harta masyarakat melalui pajak untuk membiayai apa yang menjadi kewajiban negara.

Jika ketiga hal tersebut dapat dilakukan, maka tidak hanya permasalahan desa Sungkung, Bengkayang, Kalimantan Barat saja yang terselesaikan, namun permasalahan ekonomi dan pembangunan negeri pun dapat terselesaikan.

Allah SWT berfirman:

اللهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ

“Allahlah yang menciptakan kamu, kemudian memberikan rezeki” (QS ar-Ruum [30]: 40).

Allah Swt. sesungguhnya telah menciptakan manusia, sekaligus menyediakan sarana-sarana untuk memenuhi kebutuhannya. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Hal itu berpotensi besar untuk mensejahterakan rakyat. Namun, kesejahteraan hanya bisa terjadi dalam sistem Islam ( baik ekonomi, sosial, pemerintah, dll), bukan sistem kapitalisme.

Allah berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 39: Ayat 96)

Sudah waktunya negeri ini bangkit. Kembali kepada syariat Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pencipta lagi Maha pengatur. Campakkan tata kehidupan kapitalisme yang hanya menyebabkan ketimpangan ekonomi.

 
Penulis: Erni Yuwana (Pemerhati Masalah Sosial)

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sekjen PBNU: Diakui Dunia, Umat Islam Indonesia Toleran

Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini mengungkapkan bahwa umat Islam Indonesia sangat toleran.

Sabtu, 10/06/2017 13:25 0

Eropa

Berpuasa Hingga Hampir 22 Jam Seperti Muslim di Islandia, Mampukah Anda?

Muslim di ibukota Reykjavik, Islandia, harus melakukan ibadah puasa selama hampir 22 jam selama bulan suci Ramadhan tahun ini.

Sabtu, 10/06/2017 12:43 0

Indonesia

Komentari Aksi 212, Said Aqil Sebut Peserta Bayaran dan Sholat Jumat Tidak Sah

KH. Said Aqil Siradj mengatakan bahwa sholat Jumat yang dilakukan pada aksi 212 silam tidak sah.

Sabtu, 10/06/2017 11:25 0

Indonesia

Aksi Bela Ulama 96 Galang 1 Juta Tanda Tangan di Atas Kain Putih

Pada aksi bela ulama 69, presidium alumni 212 membuat petisi berisi dukungan untuk meyerukan pembebasan para ulama yang didiskriminasi oleh pemerintah Indonesia.

Jum'at, 09/06/2017 19:25 0

Artikel

Inilah Fakta Seputar Ikhwanul Muslimin, Organisasi Islam Tertua di Tanah Arab

Ikhwanul Muslimin akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia.

Jum'at, 09/06/2017 15:48 0

Amerika

Diduga Jadi Inspirator Serangan London, Ulama AS “Dibidik” Polisi

Pejabat pemerintah Eropa dan AS, menyebut para penyerang warga sipil dengan mobil van dan pisau di London pada Sabtu lalu mendapat inspirasi dari seorang ulama AS, Syekh Ahmad Musa Jebril. Syekh Jebril yang telah tinggal di daerah Detroit selama beberapa tahun, disebut oleh pihak berwenang sebagai propagandis online yang mempengaruhi ketiga penyerang tersebut.

Jum'at, 09/06/2017 14:41 0

Qatar

Negara Teluk Memanas, Turki Berjanji Akan Perkuat Militer Qatar

Presiden Recep Tayyib Erdogan mengesahkan keputusan parlemen untuk memperkuat kerjasama militer dengan Qatar.

Jum'at, 09/06/2017 14:17 0

Qatar

Pasca Diblokade Saudi, Qatar Siapkan Kekuatan Militer Besar di Perbatasan?

Media Amerika Serikat, CNN pada Rabu, 7 Juni melaporkan bahwa militer Qatar telah meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi di sepanjang perbatasan selatan dengan Arab Saudi sejak krisis antar negara tesebut dengan Saudi pecah. CNN mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya.

Jum'at, 09/06/2017 13:25 0

Suriah

Komandan Senior Milisi Syiah Liwa Al-Imam Al-Husain Tewas di Suriah

Komandan senior milisi Syiah Irak, Liwa Al-Imam Al-Husain, Kamis (08/06), akhirnya tewas setelah menderita luka parah. Dia sempat dirawat satu bulan lebih sebelum dinyatakan tewas.

Jum'at, 09/06/2017 13:00 0

Qatar

Selidiki Pernyataan Palsu Emir Qatar, Ini Temuan Tim Investigasi

Pernyataan yang dikaitkan dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani tersebut mengenai isu-isu penting seperti Israel, Iran dan kelompok Islam Palestina Hamas. Memanasnya hubungan membuat Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin lalu.

Jum'at, 09/06/2017 12:12 0