... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terseret Krisis Qatar, Al Jazeera Tegaskan Akan Tetap Independen

KIBLAT.NET, Doha- Al Jazeera akan mempertahankan independensi editorialnya meskipun krisis Qatar telah menyeretnya sehingga diboikot Arab Saudi. Media yang berbasis di Doha tersebut menegaskan bahwa tugas mereka adalah melaporkan dan tidak akan ikut campur dalam urusan negara.

“Semua pembicaraan tentang campur tangan Al Jazeera dalam urusan negara lain adalah omong kosong. Kami tidak mengganggu urusan siapa pun. Kami hanya melaporkan,” ungkap Mostefa Souag, Diretur Jenderal Jaringan Penyiaran yang berpusat di Doha, Qatar pada Kamis (08/06).

“Jika kami membawa narasumber yang menentang pemerintahan tertentu, apakah itu artinya kami menganggu urusan negara? Tidak. Kebijakan editorial Al Jazeera akan terus berlanjut terlepas dari apa yang terjadi saat ini,” sambungnya.

Jaringan media yang didanai oleh Qatar ini ikut terseret dalam perselisihan antara Arab Saudi bersama sejumlah negara lainnya terhadap Qatar. Dimana Arab Saudi memutuskan untuk mencabut izin dan menutup kantor berita itu di negaranya.

Selain itu, Saudi juga menghimbau kepada seluruh warganya yang bekerja di Al Jazeera untuk segera keluar. Keputusan itu datang setelah pemerintah Saudi, UEA, Bahrain, Mesir dan Yaman memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar. Mereka menuduh Qatar mendukung kelompok teroris dan mengancam stabilitas negara-negara Arab.

Al Jazeera pertama kali didirikan di Doha pada tahun 1996 sebagai bagian dari upaya Qatar untuk memperbaiki kekuatan ekonominya menjadi pengaruh politik. Al Jazeera sukses meraup jutaan pemirsa di seluruh dunia dengan menanyangkan debat tanpa sensor yang jarang ditayangkan oleh media-media pada umumnya.

Kendati demikian, Al Jazeera juga memancing curiga di sejumlah negara. Pasalnya, tidak sedikit narasumber atau kelompok tertentu yang ditetapkan sebagai teroris oleh negara barat justru diberi panggung oleh Al Jazeera.

 

 

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Reuters


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Al-Irsyad Khawatir Krisis Saudi-Qatar Jadi Arab Spring Jilid II

Konflik beberapa negara Timur Tengah yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dikhawatirkan menjadi Arab Spring jilid II.

Kamis, 08/06/2017 19:15 0

Indonesia

Dampak dari Teror Bom terhadap Revisi RUU Terorisme

Dampak dari Teror Bom di Terminal Kampung Melayu Jakarta Timur berdampak terhadap Revisi RUU Terorisme

Kamis, 08/06/2017 15:49 0

Tazkiyah

Antara Maryam dan Aisyah

“Apa yang telah diperbuat oleh istri Nabi kalian (Aisyah) dan apa yang terjadi setelah ia dituduh dengan tuduhan bohong?”

Kamis, 08/06/2017 15:00 0

Indonesia

Tiap Hari, Masjid Al-Ikhlas Bandara Bali Sediakan Ratusan Porsi Buka Puasa

Masjid Al-Ikhlas, di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menjadi salah satu lokasi buka bersama kaum muslimin di Bali. Ratusan paket menu buka puasa disiapkan takmir setiap harinya.

Kamis, 08/06/2017 12:55 0

Indonesia

Berburu Takjil Buka Puasa di Kawasan Kuta, Bali

Langit di atas kawasan Kuta, Badung, Bali telah berubah jadi jingga saat waktu menunjukkan pukul 16.30 WITA. Saat itu kerumunan orang terlihat sudut Jalan Dewi Sartika.

Kamis, 08/06/2017 11:53 0

Indonesia

Fadli Zon: Isu Persekusi Muncul Karena Hukum Tak Berjalan

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengungkapkan bahwa munculnya isu persekusi belakangan ini, tak lepas dari masih lemahnya upaya penegakkan hukum di Indonesia. Sebab, hukum tidak dijalankan dengan adil.

Kamis, 08/06/2017 05:10 0

Indonesia

Din Desak Dunia Internasional Tak Perkeruh Krisis di Negara Teluk

"Kami mengingatkan kepada dunia internasional untuk tidak memperkeruh suasana dengan isu-isu diplomatik yang antagonistik, hegemonik, tiranic dan politik pecah belah dalam pentas hubungan internasional," katanya dalam konferensi pers di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (07/06).

Kamis, 08/06/2017 04:20 0

Indonesia

MUI Minta Pemerintah Ambil Langkah Damaikan Negara Teluk

"Kami mendukung pemerintah Indonesia mengambil langkah islah dengan segera dan mendesak sidang darurat OKI untuk menghindari perpecahan dan peperangan dengan mengacu kepada prinsip-prinsip piagam OKI," kata Din dalam konferensi pers di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Rabu (07/06).

Kamis, 08/06/2017 03:45 0

Indonesia

Din Menilai Krisis Saudi-Qatar Dapat Hancurkan Peradaban Islam

etua Dewan Pertimbangan MUI, Prof. Din Syamsuddin menegaskan bahwa MUI menyatakan keprihatinan atas krisis diplomatik antara Saudi dan sejumlah negara Teluk dengan Qatar. Ia mengaku khawatir kejadian ini dapat menciptakan kehancuran peradaban Islam.

Rabu, 07/06/2017 16:50 0

Indonesia

Kader Dituding Makar, Fokal IMM Adukan ke Komnas HAM

Selain itu, kepada Komnas HAM, Pedri menegaskan bahwa Zainudin tidak mungkin melakukan makar. Sebab, ia hanya mahasiswa biasa yang tidak memiliki kekuatan besar. "Zainudin cuma mahasiswa biasa. Yang uang jajannya masih minta orang tua," tukas Pedri.

Rabu, 07/06/2017 14:19 0

Close