Al-Irsyad Khawatir Krisis Saudi-Qatar Jadi Arab Spring Jilid II

KIBLAT.NET, Jakarta- Konflik beberapa negara Timur Tengah yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar dikhawatirkan menjadi Arab Spring jilid II. Hal itu dikatakan oleh Ketua DPP Al-Irsyad, dr. H. M. Basyir Ahmad.

“Konflik yang terjadi di Timur Tengah untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, ini dikhawatirkan akan menimbulkan Arab Spring jilid II,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (08/07).

Ia menilai, jika itu terjadi, dapat dipastikan akan meluluh lantahkan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara Teluk dan dunia. Bahkan, menimbulkan instabilitas politik di kawasan Timur Tengah.

Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar Liga Arab mengadakan pertemuan darurat untuk menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, akibat pemutusan hubungan ini tidak hanya di sektor ekonomi. Namun, akibat suasana konflik yang memanas ini sudah mempengaruhi geopolitik ini diindikasikan naiknya harga minyak mentah, sudah mencapai 55 Dolar per barel.

“Ini kenaikan yang cukup signifikan, sekitar lima dolar kenaikannya, serta faktor lain yaitu dengan terganggunya perhubungan haji dan umroh sudah mulai terlihat. Ini mulai terlihat jelas terjadinya kesulitan transportasi perhubungan,” tuturnya.

Ia juga menilai konflik beberapa negara Teluk tidak terlepas kemungkinan dari pengaruh Amerika terutama kepentingan ekonomi.

“Kita prihatin atas konflik yang terjadi itu. Kedua harus ada tindakan cepat, Liga Arab agar segera menggarap krisis tersebut agar tidak terjadi krisis lebih lanjut Ini murni politik,” tegasnya.

BACA JUGA  PKS Minta BNPB Lebih Memperhatikan Puskesmas

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat