... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Direspon, Pemuda Muhammadiyah Kembali Adukan JPU Kasus Ahok ke Komisi Kejaksaan

Foto: Direktur Satgas Advokasi PP Pemuda Muhammadiyah, Gufroni.

KIBLAT.NET, Jakarta – Sudah sebulan Satgas Advokasi PP Pemuda Muhammadiyah mendatangi Kantor Komisi Kejaksaan untuk mengadukan JPU kasus Ahok karena dinilai tidak independen. Namun, hingga kini aduan tersebut belum mendapat tanggapan.

Untuk ini, Direktur Satgas Advokasi PP Pemuda Muhammadiyah, Gufroni, akan mendatangi kembali kantor Komisi Kejaksaan sebagai bentuk akuntabilitas aduannya.

“Maka sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi akan aduan kami pada hari Selasa tanggal 6 mendatangi kantor Komjak di Jalan Rambay Nomor IA Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk meminta hasil atau rekomendasi dari pengaduan kami,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Senin (05/06).

Pihaknya menegaskan sejak awal menilai bahwa Tim JPU tidak independen dalam melaksanakan tugas penuntutannya. Sikap JPU diduga bertentangan dengan Pasal 37 UU Kejaksaan, dimana JPU wajib bersikap independen dalam penuntutan berdasar undang-undang dan hati nurani.

“Tuntutan JPU dalam kasus Ahok kami menilai bertentangan dengan aspek yuridis dan sosiologis, sebagaimana yang sudah kami sampaikan ke Komjak,” ujarnya

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada semua jaksa -khususnya Tim JPU kasus Ahok- untuk selalu menjaga independensi dan mengedepankan aspek yuridis dan juga aspek sosiologis dalam hal penuntutan.

“Dan kepada jaksa yang terbukti tidak independen wajib untuk menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Israel Akan Bangun 2.600 Rumah untuk Pemukim Yahudi di Tepi Barat

Yang menambah kontroversial pemukiman baru tersebut bahwa 1.000 unit rumah katanya akan diproyeksikan sebagai pemukiman eksklusif di luar kompleks blok-blok utama, termasuk di sejumlah area lain di Tepi Barat. Langkah pemerintah Israel ini dinilai akan semakin menutup peluang bagi negosiasi damai.

Senin, 05/06/2017 16:00 0

Feature

Sulitnya Ramadhan di Yaman: Puasa di Siang Hari, Kelaparan saat Malam

Perang selama lebih dari dua tahun yang melanda negara tersebut telah merengut kebahagian penduduknya.

Senin, 05/06/2017 15:15 0

News

Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain Putus Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (05/06) pagi. Arab Saudi adalah negara pertama yang memutuskan hubungan hanya pada pukul 03:30 waktu setempat, diikuti segera oleh Bahrain, Mesir dan UEA.

Senin, 05/06/2017 14:55 1

News

Eksploitasi Serangan London, Trump Suarakan Pelarangan Muslim di AS

"Kami harus pintar, waspada dan tangguh. Kami membutuhkan pengadilan untuk mengembalikan hak-hak kami. Kami membutuhkan 'Larangan Perjalanan' sebagai tingkat keamanan ekstra," katanya sesaat setelah serangan di London yang menewaskan 7 orang, Sabtu (03/06).

Senin, 05/06/2017 14:45 0

Inggris

Selang Sehari, ISIS Akui Serangan Terbaru di London

Organisasi ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu malam di London yang menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.

Senin, 05/06/2017 14:00 0

Irak

Milisi Syiah Irak Perkuat Posisi di Perbatasan dengan Suriah

Komandan milisi Al-Hasd mengatakan dalam pernyataan yang dilansir harian online Al-Syarq Al-Ausath, kemenangan ini diraih dengan dukungan jet tempur pemerintah Irak. Operasi diluncurkan dari tiga sumbu. Beberapa jam kemudian, pusat distrik Al-Ba’aj dikontrol penuh.

Senin, 05/06/2017 13:40 0

Philipina

Bantah Klaim ISIS, Polisi Filipina: Penyerang Kasino adalah Penjudi Banyak Hutang

Polisi Filipina berhasil mengindentifikasi pria bersenjata pelaku serangan di salah-satu pusat perjudian di Manila.

Senin, 05/06/2017 13:04 0

Suriah

Aliansi Faksi FSA di Daraa Pecat Komandannya terkait Penggelapan Senjata

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis pada Ahad (04/06), aliansi di bawah payung Free Syrian Army (FSA) itu memecat Utsman As-Samir (Abu Qasim Jiddy). Selain pencurian, ia juga dituduh menggelapkan senjata untuk memperkuat kelompoknya.

Senin, 05/06/2017 11:45 0

Opini

Suap di Lembaga Negara Buah Demokrasi

KIBLAT.NET – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti sistem pengendalian internal (SPI) kementerian/lembaga yang dinilai masih...

Senin, 05/06/2017 11:15 0

Amerika

Tidak Sesuai Fakta, AS Perkecil Angka Korban Sipil Dalam Laporan Berkala

Hal itu mencerminkan realita bahwa tingkat kematian warga sipil mengalami lonjakan tajam.

Senin, 05/06/2017 10:40 0

Close