... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sulitnya Ramadhan di Yaman: Puasa di Siang Hari, Kelaparan saat Malam

Foto: Khayryaah Yemen Ramadhan 2015

KIBLAT.NET, Sanaa – Fatima Salah lebih memilih tidak beristirahat di siang hari Ramadhan. Wanita paruh baya itu justru sibuk berjalan kaki menyusuri setiap rumah dan pertokoan di Kota Sanaa. Dengan harapan, ada yang memberi makanan untuk berbuka keluarganya dan makan malam.

“Saya lelah dan haus karena berjalan kaki. Saya telah berpuasa tanpa sahur,” tutur wanita 58 tahun itu sembari meneteskan air mata.

Pemberontakan Syiah Hutsi telah mengubah hidupnya. Berbeda dengan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, Fatima saat ini terjebak dalam konflik yang menghantarkannya kepada keadaan melarat. Bahkan ia tidak memiliki bahan pangan untuk sahur maupun berbuka.

“Saya biasa hidup dengan bermartabat di rumah, dan bulan Ramadhan adalah bulan terbaik saya. Namun, perang telah membuat kami kehilangan kebahagian. Ramadhan terakhir baik-baik saja, tapi yang ini sangat sulit di siang hari dan kelaparan di malam hari,” ungkapnya.

Bagi kaum Muslimin di seluruh dunia, datangnya Ramadhan sangatlah menyenangkan. Selain memiliki menu-menu khusus, Ramadhan juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah dan mengurangi aktivitas seperti hari-hari biasa.

Namun, kondisi berbeda justru dialami oleh masyarakat Yaman. Perang selama lebih dari dua tahun yang melanda negara tersebut telah merengut kebahagian penduduknya. Bahkan, PBB menyatakan terdapat 17 juta penduduk Yaman yang mengalami kelaparan.

Selain itu, bantuan kemanusiaanpun dilarang masuk oleh pemberontak Hutsi. Masyarakat Yaman kian tenggelam dalam kemiskinan dan keputusasaan.

BACA JUGA  Menikmati Wisata Literasi Magetan

“Saya membutuhkan makanan untuk keluarga saya dan saya perlu membayar 20.000 rials [$ 80] untuk sewa rumah. Saya memiliki dua kekhawatiran yang terus menghantui yaitu kelaparan dan penggusiran,” sambungya Fatimah.

Kelaparan bukan satu-satu permasalahan yang dihadapi oleh penduduk Yaman di Ramadhan tahun ini. Akan tetapi, terhitung sejak April lalu lebih dari 65.000 orang menderita wabah penyakit kolera. Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan penyakit diare akut itu telah membunuh lebih dari 530 jiwa.

“Makan daging, ayam, buah-buahan dan sayuran yang cukup  hanya menjadi impian Ramadhan tahun ini. Berlalu sudah kenangan ketika Ramadhan memiliki menu khusus baik di rumah saya maupun semua penduduk Yaman,”

Mohamed al-Mokhdari, ayah dari 10 anak yang juga tinggal di Sanaa, mengaku bersyukur anak-anaknya tidak menderita kolera. Namun ia tidak senang dengan situasi yang dihadapi Yaman selama bulan suci ini.

“Ramadhan adalah momen yang spesial. Sayangnya, saya tidak merasakan kebahagiaan yang pernah saya rasakan sebelum perang di Yaman. Harga makanan tinggi dan uang sulit didapat di sini,” ungkap Mokhdari kepada Al Jazeera, seraya sesekali membelai jenggotnya.

Guna mengatasi itu, dua putranya terpaksa memulung botol-botol plastik di jalanan dan menjualnya ke pabrik daur ulang sehingga menghasilkan beberapa dolar per sehari. Sedangkan, Mokhdari sendiri adalah seorang pengangguran. Keluarganya tidak mampu merayakan Ramadhan yang mewah. Iftar harian mereka seringkali hanya terdiri dari yoghurt dan potongan roti.

BACA JUGA  Menikmati Wisata Literasi Magetan

“Sulit, kami hampir tidak menemukan nasi dan roti. Makan daging, ayam dan cukup sayur dan buah hanya menjadi impian Ramadhan tahun ini. Berlalu sudah kenangan ketika Ramadhan dulu memiliki menu khusus baik di rumah saya maupun semua penduduk Yaman,” sambungnya.

 

 

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Al Jazeera

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Saudi, UEA, Mesir dan Bahrain Putus Hubungan Diplomatik dengan Qatar

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (05/06) pagi. Arab Saudi adalah negara pertama yang memutuskan hubungan hanya pada pukul 03:30 waktu setempat, diikuti segera oleh Bahrain, Mesir dan UEA.

Senin, 05/06/2017 14:55 1

News

Eksploitasi Serangan London, Trump Suarakan Pelarangan Muslim di AS

"Kami harus pintar, waspada dan tangguh. Kami membutuhkan pengadilan untuk mengembalikan hak-hak kami. Kami membutuhkan 'Larangan Perjalanan' sebagai tingkat keamanan ekstra," katanya sesaat setelah serangan di London yang menewaskan 7 orang, Sabtu (03/06).

Senin, 05/06/2017 14:45 0

Inggris

Selang Sehari, ISIS Akui Serangan Terbaru di London

Organisasi ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu malam di London yang menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.

Senin, 05/06/2017 14:00 0

Irak

Milisi Syiah Irak Perkuat Posisi di Perbatasan dengan Suriah

Komandan milisi Al-Hasd mengatakan dalam pernyataan yang dilansir harian online Al-Syarq Al-Ausath, kemenangan ini diraih dengan dukungan jet tempur pemerintah Irak. Operasi diluncurkan dari tiga sumbu. Beberapa jam kemudian, pusat distrik Al-Ba’aj dikontrol penuh.

Senin, 05/06/2017 13:40 0

Philipina

Bantah Klaim ISIS, Polisi Filipina: Penyerang Kasino adalah Penjudi Banyak Hutang

Polisi Filipina berhasil mengindentifikasi pria bersenjata pelaku serangan di salah-satu pusat perjudian di Manila.

Senin, 05/06/2017 13:04 0

Indonesia

Meski Diguncang Gempa, Muslim Poso Tetap Peduli Suriah

Masyarakat Poso sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang tidak mau ketinggalan dan terus hadir di berbagai lokasi berbeda.

Senin, 05/06/2017 12:15 1

Suriah

Aliansi Faksi FSA di Daraa Pecat Komandannya terkait Penggelapan Senjata

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis pada Ahad (04/06), aliansi di bawah payung Free Syrian Army (FSA) itu memecat Utsman As-Samir (Abu Qasim Jiddy). Selain pencurian, ia juga dituduh menggelapkan senjata untuk memperkuat kelompoknya.

Senin, 05/06/2017 11:45 0

Opini

Suap di Lembaga Negara Buah Demokrasi

KIBLAT.NET – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti sistem pengendalian internal (SPI) kementerian/lembaga yang dinilai masih...

Senin, 05/06/2017 11:15 0

Amerika

Tidak Sesuai Fakta, AS Perkecil Angka Korban Sipil Dalam Laporan Berkala

Hal itu mencerminkan realita bahwa tingkat kematian warga sipil mengalami lonjakan tajam.

Senin, 05/06/2017 10:40 0

Philipina

Loh, ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Serangan Manila?

Menurut pejabat pemerintah di Filipina, serangan di sebuah kasino di Resorts World Manila (RWM) adalah perampokan yang tidak tuntas, dengan lebih 30 orang meninggal. Dalam hal ini, kelompok ISIS berkata lain. Kelompok pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi itu mengatakan pejuangnya lah yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Ahad, 04/06/2017 21:00 0

Close