... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Perang Afghanistan: Ketika Media Menegur Donald Trump

Foto: Donald Trump dan bendera Amerika Serikat (foto; Al Jazeera)

KIBLAT.NET, Kabul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan penambahan pasukan dalam jumlah besar ke Afghanistan. Namun sejatinya, warga Amerika Serikat sendiri tidak ingin kehilangan lebih banyak sanak-saudaranya dalam peperangan.

Selama bulan Mei 2017,  artikel dan opini masyarakat yang menentang rencana Donald Trump itu banyak dipublish oleh media cetak maupun online. Perang panjang di Afghanistan nyatanya sama sekali tidak menguntungkan AS. Trump diminta berkaca kembali dari perang Vietnam.

Misalnya, berita bisnis Amerika Business Insider menerbitkan sebuah artikel berjudul ‘Apa yang Sedang Kita Lakukan di Afghanistan’. Jauh hari sebelumnya, portal berita yang sama juga menerbitkan artikel berisikan peringatan keras terhadap AS yaitu ‘Afghanistan adalah Vietnam Baru’.

Begitu pula, The U.S News juga berpesan agar AS tidak mengulangi kesalahanya untuk sekian kalinya dengan mengirim tentara ke Afghanistan. Seruan itu diperkuat oleh The Washington Times yang menerbitkan sebuah laporan yang banyak dibaca oleh warga AS. Isinya menyatakan bahwa “kita harus segera menarik pasukan AS yang tersisa untuk keluar dari Afghanistan”.

The Washington Times (yang merupakan sumber informasi yang dibaca secara luas di AS) di awal bulan Mei ini merilis sebuah laporan khusus seputar perang Afghanistan yang berjudul ‘Trump’s risk-free escape from Afghanistan quagmire?’

‘Trump’s risk-free escape from Afghanistan quagmire?’ dinilai sebagai sebuah laporan yang menguraikan realita perang AS-Afghanistan saat ini. Laporan tersebut memberi label perang Afghanistan sebagai perang yang ‘tidak dapat dimenangkan layaknya Vietnam’.

Menurut laporan tersebut, pada puncaknya, pengeluaran AS untuk peperangan Afghanistan tembus pada angka yang sangat mengejutkan yaitu $128 miliar per tahun atau lebih dari $300 juta per hari. Itu artinya, jika AS menghabiskan uang dengan dalam jumlah itu sama dengan memaksakan 45 juta warganya hidup dalam kemiskinan.

Intinya, Donald Trump terjebak oleh kongres yang memiliki kekuatan konstitusional untuk mendeklarasikan perang. Selain itu, laporan tersebut juga mengambarkan pemerintahan Kabul dengan deskripsi seperti ini.

“Pemerintahan boneka Afghanistan kita korup, tidak kompeten, sektarian, fanatik kesukuan, brutal dan tidak populer. Tentara bayangan mengisi barisan angkatan bersenjata Afghanistan. Produksi opium melonjak. Pemilu diperuntukkan dalam rangka penipuan besar-besaran. Kesetiaan orang Afghanistan bersifat parokial, bukan nasional”

“Afghanistan tidak layak menjadi kuburan untuk seorang pun tentara AS. Penarikan angkatan bersenjata AS tidak akan membuat negera ini berisiko” (The Washington Times).

Menarik diri dari perang Afghanistan dinilai lebih baik ketimbang menambah jumlah pasukan. The Washington Times lalu mengutip contoh-contoh bersejarah dimana penarikan pasukan dinilai berhasil dan mampu mengurangi dampak buruk terhadap Amerika Serikat.

“Kita meninggalkan Vietnam tanpa menimbulkan agresi terhadap kita. Kita mengembalikan Zona Terusan Panama ke Panama tanpa memicu serangan balik. Presiden Ronald Reagen menarik marinir Amerika dari Lebanon pada tahun 1984 tanpa merusak pertahanan kita”.

 

 

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Alemarah

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Hari Kedua Ramadhan Besok Matahari Tepat Di Atas Ka’bah, Yuk Luruskan Arah Kiblat!

Matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA

Sabtu, 27/05/2017 14:08 0

Indonesia

Penegak Hukum Diminta Usut Otak Dibalik Tindakan Represif Terhadap Mahasiswa

Sembilan organisasi mahasiswa bergabung mengeceam tindakan represif aparat terhadap mahasiswa KAMMI

Sabtu, 27/05/2017 13:37 0

Indonesia

Selama Ramadhan Masjid Istiqlal Siapkan Ribuan Porsi untuk Buka Puasa

Pada hari Jumat sampai Ahad kurang lebih ada 4.000 sampai 5.000 porsi

Sabtu, 27/05/2017 12:41 0

Tazkiyah

Firasat Abu Hanifah yang Menjadi Kenyataan

‘Sesungguhnya ilmu dapat mengangkat derajat seseorang dan memberi manfaat di dunia serta akhirat.’ ‘Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Abu Hanifah karena ia telah melihat dengan mata hatinya tidak seperti ketika ia melihat dengan mata kepalanya.’

Sabtu, 27/05/2017 12:00 0

Indonesia

Sambut Bulan Suci, Istiqlal Gelar Ramadhan Fair 2017

Istiqlal Ramadhan Fair 2017 akan berlangsung selama satu bulan

Sabtu, 27/05/2017 11:13 0

Indonesia

Protes Tindakan Represif Polisi Terhadap Demo Mahasiswa Jakarta, KAMMI Poso Gelar Demo

KAMMI Poso desak Kapolda Metro Jaya dicopot

Sabtu, 27/05/2017 10:42 0

Suriah

Sambut Ramadhan, Faksi-faksi Oposisi Suriah Keluarkan Remisi

Faksi pertama yang mengeluarkan remisi Ramadhan Ahrar Al-Syam. Bagi tahanan yang sudah menjalani masa hukuman setengah dibebaskan. Namun remisi ini tidak berlaku bagi pelaku kejahatan yang mengancam keamanan revolusi Suriah.

Jum'at, 26/05/2017 23:30 0

Suriah

Lagi, Jet Koalisi AS Tewaskan 100 Sipil Suriah

Sedikitnya seratus warga sipil, di antaranya 33 anak kecil, tewas pada Jumat pagi (26/05) akibat serangan udara jet tempur koalisi pimpinan AS di kota Al-Mayadin, Suriah timur.

Jum'at, 26/05/2017 23:00 0

Suriah

Rezim Suriah Kriminalkan Wartawan yang Ungkap Kejahatan Milisi Syiah

Rezim Suriah mengeluarkan undang-undang baru untuk membungkam wartawan pendukung pemerintah. UU tersebut mengkriminalkan jurnalis yang mengkritik praktik milisi yang bertempur membantu rezim Assad.

Jum'at, 26/05/2017 22:35 0

Suriah

4 Tahun Diboikot, Beginilah Suasana Kehidupan di Ghoutah Timur Jelang Ramadhan

Penduduk setempat hidup dalam kondisi sulit. Terkadang tanpa listrik, fasilitas publik bahkan air bersih.

Jum'at, 26/05/2017 22:03 0