... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sudiyatmi, Penghuni Rumah di Tikungan Stasiun Televisi

Foto: Sudiyatmi (63). Ia tinggal bersama dengan anak, menantu dan dua cucu. Meski tinggal di rumah senja ia juga masih menampung dua anak yatim yang hidup bersamanya.

KIBLAT.NET, Jakarta – Rumah bertinggi tak lebih dari dua meter itu berdiri di tikungan jalan. Jarak antara pintu rumah dengan jalan hanya satu langkah. Dinding kayu tripleknya berwarna tak beraturan dari mulai hijau, kuning hingga biru muda. Atapnya berharmoni antara asbes dan spanduk-spanduk bekas. Di depannya ada dua gantungan baju yang dijemur ketika kami ke sana. Sekali masuk langsung terlihat kasur kapuk dan berbagai perlengkapan rumah bertumpuk.

“Sudah 12 tahun tinggal di sini,” kata pemilik rumah tak berjendela itu pada Kamis (25/5/2017). Namanya Sudiyatmi (63). Ia tinggal bersama dengan anak, menantu dan dua cucu. Meski tinggal di rumah senja ia juga masih menampung dua anak yatim yang hidup bersamanya.

“Suami saya meninggal di usia 81 tahun. Baru kemarin memperingati 100 hari kematiannya,” kata ibu yang bekerja serabutan yang dibantu anak dan menantunya.

Rumahnya terletak di belakang stasiun televisi swasta nasional di Jalan Mundu, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Hanya itu satu-satunya rumah yang mepet jalan. Tak jauh dari situ ada dua gereja batak berdiri. Tempat tinggalnya sempat diperkarakan oleh ketua rukun tetangga namun tak berlangsung lama karena ia berdiri di tanahnya sendiri.

Tiap hari rumahnya tak pernah ada kata sepi, bahkan hingga dini hari. Selalu ada bunyi mesin kendaraan bermotor. Suatu kali, ketika ia berniat mengambil air wudhu untuk sholat malam, ia mendengar suara yang mencurigakan. Sudiyatmi pun mencari sumber suara itu, ternyata ada seorang laki-laki berniat memperkosa perempuan. Bergegas ia memanggil suaminya. “Laki-laki yang berniat jahat itu pun langsung ditimpuk bapak!” katanya menggebu.

Dengan bentuk rumah yang memprihatinkan itu, Sudiyatmi yang berkartu identitas Jakarta itu tetap betah dan tidak berniat kembali ke kampung halaman ke Jawa Tengah.
Meski kondisi demikian, tak lantas ia kerap dapat uluran tangan. “Yang sering ngasih sih biasanya IZI. Sering ngasih sembako ke saya,” kata Sudiyatmi ceplos.

Listrik rumah dayanya ia dapatkan dari tetangga di seberang tembok jalanan. Ia hanya perlu membayar ke Pak Sugeng, nama tetangganya, sebesar Rp 70 ribu.

Di bulan Ramadhan nanti Sudiyatmi bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa pusing memikirkan kebutuhan ekonomi.

“Alhamdulillah. Terima kasih,” kata Sudiyatmi ketika menerima dua bingkisan dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) yang diserahkan langsung oleh Direktur utama IZI Wildhan Dewayana.

Sudiyatmi saat menerima bingkisan dari Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia.

IZI memang menyiapkan 1500 paket yang diberikan kepada keluarga dhuafa., Hal itu dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Tradisi tersebut sudah diadakan sejak awal berdirinya IZI. Yang agak berbeda, kata dia, dengan tahun sebelumnya paket Ramadhan kali ini diselenggarakan di awal Ramadhan.

“IZI melakukan ini sehingga diharapkan ketika awal ramadhan penerima manfaat ini bisa merasakan manfaatnya di awal,” ujarnya.

Orang seperti Sudiyatmi lah salah satu yang menjadi target penyerahan zakat IZI apalagi di bulan suci. IZI berniat menjemput bola tanpa harus merepotkan mereka yang menerima manfaat zakat.

Sudiyatmi pun mengenalkan Dimas Ramadhan, cucunya yang lahir di hari kedua bulan Ramadhan tahun kemarin. Lahir dengan mudah di kamar mandi, semudah berbagi kebaikan.

 

Berita kiriman: Ricky Abdurrahman Hafidz
Editor: Bunyanun Marsus


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Galang Gerakan Dokter Bela Islam, Dokter Ini Dipecat dari Tempat Kerjanya

Kejadian bermula saat para pendukung Ahok membuat gerakan Dokter Kebhinnekaan. Merespon hal itu, Chilafat pun menggalang teman-temannya untuk membuat gerakan Dokter Bela Islam

Kamis, 25/05/2017 19:53 1

Indonesia

Polisi Minta Masyarakat Bersabar Soal Identitas Pelaku Bom Kampung Melayu

Polisi mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku bom Kampung Melayu

Kamis, 25/05/2017 19:20 0

Indonesia

Soal Temuan Al Quran Tanpa Surat Al Maidah Ayat 51, Begini Penjelasan Penerbit

KIBLAT.NET, Jakarta – Beredar kabar adanya Al Quran yang tak ada surat Al-Maidah ayat 51...

Kamis, 25/05/2017 19:05 0

Indonesia

GIB: Penggerebekan Pesta Gay Jakarta Utara Tonggak Sejarah Bangsa Indonesia

Gerakan Indonesia Beradab (GIB) menyatakan apresiasi setinggi-tingginya dan dukungan yang seluas-luasnya kepada Polres Jakarta Utara

Kamis, 25/05/2017 18:17 0

Indonesia

Polisi: Bom Kampung Melayu Tak Ada Hubungannya dengan Pawai Obor

Total ada 15 korban dalam insiden bom Kampung Melayu

Kamis, 25/05/2017 17:47 0

Indonesia

LBH Hidayatullah: Penangkapan Pelaku Pesta Gay Bukan Kezaliman Terhadap Minoritas

"Kami apresiasi langkah bapak Kapolres dan semoga tetap bersinar karirnya. Karena pasti ada tekanan tekanan,"

Kamis, 25/05/2017 17:01 0

Suriah

Serang Raqqah, Koalisi AS Tewaskan Anak-anak dan Wanita

Menurut Furat Post, pesawat koalisi pimpinan AS melancarkan sejumlah serangan udara di desa al-Barooda di pedesaan barat Raqqa. Enam belas warga sipil tewas dalam serangan itu, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Kamis, 25/05/2017 14:32 0

Indonesia

Bom Kampung Melayu: Struk Pembelian Panci Jadi Barang Bukti Polisi

Mengenai jenis bom yang digunakan, Setyo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun ia memperkirakan bom yang digunakan jenisnya bom panci, melihat dari serpihan-serpihan yang hampir sama dengan bom panci di Bandung.

Kamis, 25/05/2017 13:29 0

Inggris

Ramadan Abedi: Anakku Bukan Pelaku Bom Manchester

Ramadan Abedi, 51 tahun, membantah anaknya adalah pelaku bom. Dia juga membantah laporan bahwa pada 1990-an dirinya menjadi anggota kelompok militan yang didukung Al-Qaidah. "Membunuh orang-orang tak berdosa, bukanlah kami," katanya.

Kamis, 25/05/2017 13:21 0

Tazkiyah

Orang Ini Diizinkan Allah Memberikan Pesan Setelah Kematiannya

Beberapa saat kemudian ia mati dan kami pun mengurusnya. Ketika kami datang, ia menyingkap kain dari wajahnya dan mengucapkan, ‘Assalâmu ‘alaikum.’

Kamis, 25/05/2017 12:15 0

Close