... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Galang Gerakan Dokter Bela Islam, Dokter Ini Dipecat dari Tempat Kerjanya

Foto: dr. Chilafat Dalimunthe, SpAn

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketidakadilan kembali menimpa umat Islam yang membela agama. Kali ini, giliran dr. Chilafat Dalimunthe, SpAn diberhentikan secara sepihak dari rumah sakit tempatnya bekerja setelah menyerukan gerakan Dokter Bela Islam.

“Saya diberhentikan secara sepihak dari Rumah Sakit Sahid Sahirman sejak 23 Mei kemarin,” kata Chilafat kepada Kiblat.net di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (25/05).

Dia juga mengakui bahwa dirinya mengikuti Aksi Bela Islam sejak awal. Dalam beberap kesempatan dia juga mengungkapkan rasa tidak sukanya terhadap Ahok, yang dinilai telah menodai agama Islam, melalui media sosial.

“Saya tidak suka Ahok sejak dia ngomong soal Al-Maidah,” ungkapnya.

Kejadian bermula saat para pendukung Ahok membuat gerakan Dokter Kebhinnekaan. Merespon hal itu, Chilafat pun menggalang teman-temannya untuk membuat gerakan Dokter Bela Islam. Ajakan tersebut disampaikannya melalui jejaring sosial Facebook.

“Dari situ saya dituduh rasis. Saya sekarang diserbu dari mana-mana, anestesi dari Bali menyerang saya,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap mengambil langkah hukum dalam kasus ini. Dokter yang akrab dengan panggilan Chacha ini juga berharap agar ia bisa bekerja kembali seperti sediakala.

“Saya berharap bisa kembali bekerja seperti biasa. Seperti nggak ada apa-apa aja,” tukasnya.

 

 

Reporter: Taufik Ishaq
Editor: Imam S.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Galang Gerakan Dokter Bela Islam, Dokter Ini Dipecat dari Tempat Kerjanya”

  1. papaAzkha

    ke banyuwangi saja bu dokter,, kerja di desa pun InsyaAllah berkah… kita masih butuh dokter anestesi..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Serang Raqqah, Koalisi AS Tewaskan Anak-anak dan Wanita

Menurut Furat Post, pesawat koalisi pimpinan AS melancarkan sejumlah serangan udara di desa al-Barooda di pedesaan barat Raqqa. Enam belas warga sipil tewas dalam serangan itu, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Kamis, 25/05/2017 14:32 0

Inggris

Ramadan Abedi: Anakku Bukan Pelaku Bom Manchester

Ramadan Abedi, 51 tahun, membantah anaknya adalah pelaku bom. Dia juga membantah laporan bahwa pada 1990-an dirinya menjadi anggota kelompok militan yang didukung Al-Qaidah. "Membunuh orang-orang tak berdosa, bukanlah kami," katanya.

Kamis, 25/05/2017 13:21 0

Tazkiyah

Orang Ini Diizinkan Allah Memberikan Pesan Setelah Kematiannya

Beberapa saat kemudian ia mati dan kami pun mengurusnya. Ketika kami datang, ia menyingkap kain dari wajahnya dan mengucapkan, ‘Assalâmu ‘alaikum.’

Kamis, 25/05/2017 12:15 0

Palestina

Hendak Ritual Talmud, Ratusan Yahudi Terobos Komplek Al-Aqsha

Ratusan pemukim Israel memaksa untuk masuk ke komplek Al-Aqsha di Yerusalem Timur pada Rabu (24/05). Firas al-Dibs, juru bicara Wakaf Islam Yerusalem, mengatakan bahwa sekitar 708 pemukim telah menyerang komplek tersebut melalui gerbang Al-Mugharbah.

Kamis, 25/05/2017 10:40 0

Irak

Kesaksian Jurnalis dalam Perang Mosul: Pasukan Iraq adalah Monster, Bukan Pahlawan

Sementara itu pasukan AS yang berada di dekatnya hanya mengamati apa yang terjadi dengan menggunakan pesawat tak berawak. "Penjaga masjid itu tewas tak lama setelahnya," kata Arkady.

Kamis, 25/05/2017 10:05 0

Inggris

Dokter Bedah di Manchester: Saya Mengobati Luka yang Sama Persis di Suriah

Dokter spesialis bedah yang telah merawat korban serangan di Suriah menuturkan pengalamannya saat menangani korban bom Manchester pada Senin (22/05) lalu.

Rabu, 24/05/2017 20:30 0

Timur Tengah

Keprihatinan Syaikh Al-Muhaisini atas Hubungan Donald Trump dan Pemimpin Arab

Tak banyak komentar-komentar bernada kritikan terkait kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump beberapa waktu lalu ke negeri Arab. Dalam hal ini, Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, ulama asal Saudi telah melakukannya.

Rabu, 24/05/2017 20:00 0

Fikih

Dilarang Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa, Apa Hikmahnya?

“Janganlah kalian mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bila seseorang memang terbiasa melakukan puasa sunah, maka silakan melakukannya.”(HR Bukhari dan Muslim)

Rabu, 24/05/2017 19:30 0

Asia

[Foto] Semarak Pawai Tarhib Ramadhan WNI Muslim di Hongkong

Ribuan WNI bergabung dalam longmarch tarhib Ramadhan di Hongkong

Rabu, 24/05/2017 18:02 0

Asia

Sambut Ramadhan, Ribuan WNI Muslim di Hongkong Gelar Pawai

Pawai sambut Ramadhan merupakan kegiatan rutin umat Islam Indonesia di Hongkong

Rabu, 24/05/2017 17:23 0