... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Keprihatinan Syaikh Al-Muhaisini atas Hubungan Donald Trump dan Pemimpin Arab

Foto: Syaikh Abdullah Al-Muhaisini.

KIBLAT.NET, Idlib – Tak banyak komentar-komentar bernada kritikan terkait kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump beberapa waktu lalu ke negeri Arab. Dalam hal ini, Syaikh Abdullah Al-Muhaisini, ulama asal Saudi telah melakukannya.

Syaikh Al-Muhaisini menulis kritikannya dengan judul “Putri Trump dan Tren Global”. Meski singkat, tulisan tersebut menunjukkan keprihatinan dirinya atas kunjungan Donald Trump dan para pemuda yang memberi perhatian lebih terhadap putrinya.

Syaikh Al-Muhaisini menjelaskan makna besar di balik kunjungan Trump tersebut. Di antaranya adalah tentang perang melawan terorisme. Menurutnya, perang tersebut manjadi dalih di balik perang melawan Allah dan Rasul-Nya.

“Terjadi saling berlomba untuk mendapatkan kepercayaan, ridha, dan dana untuk memerangi Allah dan Rasul-Nya atas nama perang melawan terorisme,” katanya.

Padahal, lanjut dia, dahulu nenek moyang Trump saling berlomba untuk mendapatkan dana dari nenek moyang kita. Ia mengatakan jika yang berlaku sebaliknya, itu sebagai hasil dari jauhnya umat dari agamanya dan meninggalkan jihad dan kemuliaan.

Lebih lanjut, Syaikh Al-Muhaisini mengungkapkan banyak masyayikh yang tidak suka akan hal itu, tapi mereka tidak bisa menuliskan apapun kecuali mengingkari masyarakat yang terus menerus memperhatikan putri Donald Trump.

“Tidak ada yang berani untuk berbicara tentang negara-negara dengan penguasa Muslim yang menjual kekayaan mereka yang sangat besar,” imbuhnya, sembari menyiratkan pesan untuk melakukan hijrah.

BACA JUGA  Khawatir Disalahgunakan, Kuwait Tarik Peredaran Obat Anti-Malaria Chloroquine

Syaikh Al-Muhaisin lalu menceritakan kondisi para pemuda yang berada di medan jihad dan media sosial. “Para pemuda yang berada dalam barisan ‘pasukan khusus’ bertanya kapan akan ada perang berikutnya. Dan saya melihat media sosial ternyata ada ribuan pemuda yang memperbincangkan putri Trump,” ujarnya.

“Kalian itu banyak, tapi kalian seperti buih yang mengalir,” imbuhnya.

Kemudian Syaikh Al-Muhaisini juga menyinggung soal Hamas, yang oleh Trump diklasifikasikan sebagai kelompok teroris.

“Trump memasukkan Hamas sebagai kelompok teroris, setelah perjanjian-perjanjian damai yang banyak dilakukan Hamas untuk mencegah benturan dengannya,” ujarnya.

“Pada akhirnya, klasifikasi tersebut akan kembali pada kepentingan internasional. Setelah mereka membuat sejumlah kerjasama, mereka akan menjalankan kepentingan mereka,” lanjutnya.

Terakhir, Syaikh Al-Muhaisini mengadu kepada Allah Ta’ala atas kondisi umat yang demikian dan meminta pengampunan kepada-Nya. “Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali hanya Allah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunjungi Arab Saudi pada Sabtu (20/05) lalu. Dalam kunjungan tersebut, kedua negara membuat sejumlah kesepakatan, di antaranya terkait ekonomi. Trump lalu melanjutkan agendanya bersama para pemimpin-pemimpin negara mayoritas Muslim, yaitu terkait kerja sama dalam memerangi ekstremisme dan terorisme.

Reporter: Ibas Fuadi
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Fikih

Dilarang Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa, Apa Hikmahnya?

“Janganlah kalian mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bila seseorang memang terbiasa melakukan puasa sunah, maka silakan melakukannya.”(HR Bukhari dan Muslim)

Rabu, 24/05/2017 19:30 0

Indonesia

Ahok Batal Ajukan Banding, Tagar #AnterinAhokKeCipinang Jadi Trending Topic

Pasca Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok batal ajukan banding, tagar #AnterinAhokKeCipinang mendadak ramai.

Rabu, 24/05/2017 16:55 0

Indonesia

Pembubaran HTI, Yusril Mahendra: Mirip Soekarno Bubarkan Masyumi

Yusril menceritakan bahwa di masa Orde Lama, Masyumi dibubarkan langsung oleh Soekarno hanya dengan menggunakan Keppres.

Rabu, 24/05/2017 16:30 0

Indonesia

Sebulan Kasus Novel, Kapolri Akui Belum Bisa Tangkap Pelaku

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kepolisian masih belum mendapat hasil yang memuaskan terkait kasus Novel Baswedan.

Rabu, 24/05/2017 15:15 0

Indonesia

Pesan Habib Rizieq: Musuh Kita adalah Kezaliman dan Segala Bentuk Keburukan

Habib Rizieq berpesan untuk tidak memusuhi pemerintah

Rabu, 24/05/2017 15:13 0

Indonesia

Muhaimin Iskandar: Persatuan Mensyaratkan Keadilan dan Penegakan Hukum

Hasil pertemuan ketua umum PKB dengan elite politik dan tokoh agama menelurkan Seruan Merah Putih

Rabu, 24/05/2017 14:51 0

Indonesia

Bencana Kemanusiaan Akibat Gay Dinilai Lebih Berbahaya Dibanding Narkoba

141 orang digerebeg dalam acara 'The Wild One' yang menjadi ajang pertemuan kelompok gay

Rabu, 24/05/2017 12:49 0

Video Kajian

Tabligh: Mengubah Konsep Wahyu

KIBLAT.NET – Tabligh: Mengubah Konsep Wahyu. Banyak dari kalangan yang selalu ingin merubah originalitas wahyu...

Rabu, 24/05/2017 12:33 0

Indonesia

Tak Ada Pelibatan Interpol Terkait Kepulangan Habib Rizieq

Informasi Habib Rizieq akan dijemput paksa adalah palsu

Rabu, 24/05/2017 12:08 1

Indonesia

Pengacara: Difitnah Kasus Chat Vulgar, Habib Rizieq Siap Lakukan Perlawanan Hukum

"Jika suatu yang tidak pernah ia lakukan, maka dia tidak pernah ada rasa takut akan hal itu," kata pengacara Habib Rizieq

Rabu, 24/05/2017 10:46 0

Close