... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Bersiap Menjemput Ramadhan

Foto: Ramadhan

KIBLAT.NET – Dalam salah satu wejangannya, cucu Rasulullah; al-Hasan bin Ali radhiyallahu’anhuma pernah menyampaikan, “Barang siapa yang hari-harinya di dunia sama, maka dialah orang yang tertipu. Dan barang siapa yang esok harinya lebih jelek dari hari ini, maka dialah orang yang merugi.”

Jika nasehat di atas dikaitkan dengan bulan Ramadhan, maka orang yang beruntung adalah orang yang Ramadhannya tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Selalu ada peningkatan kualitas dan kuantitas dalam ibadahnya. Bukan sekedar siklus tahunan yang berlalu tanpa makna. Atau rutinitas tahunan yang tak bernilai apa-apa kecuali hanya baju baru di hari raya.

Butuh persiapan untuk bisa merasakan manisnya bulan suci tersebut. Bulan dimana masjid penuh sesak dengan jama’ah dan kotak infak penuh terisi uang rupiah. Bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh ummat Islam. Baik tua-muda, pria-wanita, maupun miskin-kaya.

Nabi saja; manusia yang paling mulia, sangat mendambakan akan datangnya bulan Ramadhan ini. Sudahkah kita meneladani beliau? Menantikan dengan penuh harap? Atau kita hanya biasa-biasa saja menyambut kedatangannya, sama seperti bulan-bulan sebelumnya? Tak ada yang istimewa kecuali tanggal muda?

Jangan Jadi Orang Gagal

Keuatamaan yang luar biasa di bulan kesembilan pada kalender Hijriah ini, tidak bisa diraih dengan usaha yang biasa-biasa. Sebab, hakikat bulan Ramadhan sesungguhnya terletak pada sejauh mana kita telah melakukan persiapan untuk menyambutnya. Sehingga pada momen tersebut, kita dapat memanfaatkannya dengan optimal. Persiapannya pun kurang tepat jika dilakukan pada awal bulan Ramadhan, karena jika itu yang kita lakukan, maka kita akan ketinggalan kereta pahala dengan hamba Allah lainnya. Terutama mereka yang telah mempersiapkan diri jauh sebelum datangnya bulan Ramadhan.

BACA JUGA  Narasi Menyesatkan Fundamentalisme dan Radikalisme Islam

Sangat ‘eman’ (sayang) jika bulan Ramadhan yang hanya 29-30 hari; datangnya juga hanya setahun sekali, harus kita potong waktunya seminggu menjadi 22-23 hari hanya untuk persiapan atau penyesuaian diri yang seharusnya bisa kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Jika mau berkaca kepada para pendahulu; ulama salaf, kita akan dapati kesungguhan mereka dalam menyiapkan diri guna menyambut Ramadhan. Bahkan enam bulan sebelumnya, pipi mereka sering basah lantaran tangisan di tiap doa agar bisa bertemu bulan tersebut. Ditambah enam bulan berikutnya mereka selalu mengangkat tangan meminta agar puasa yang telah dikerjakan diterima oleh Allah Ta’ala.

Selain itu, dalam sebuah hadits juga diungkapkan, bahwa Rasulullah adalah orang yang paling banyak puasanya pada bulan Sya’ban. Pengkondisian fisik sudah dicontohkan oleh beliau sebelum datangnya bulan Ramadhan. Begitupula ruhiyah, sudah seyogyanya dilakukan sebelum bulan Ramadhan tiba. Puasa sunnah, tilawah Al-Qur’an, shalat malam dan ibadah lainnya kita perbanyak. Buku tentang fikih puasa juga ‘kudu’ menjadi bacaan wajib, agar kita mengetahui dalil dan fadhilah puasa yang akan kita lakukan, serta memperluas wawasan keilmuan kita.

2 Golongan yang Bertolak Belakang

Semua persiapan tersebut dilakukan agar kita bisa menjalani Ramadhan ini dengan ringan, bersemangat, dan bersungguh-sungguh. Selain itu, kita berharap agar bisa menjadi alumni teladan bulan Ramadhan, yang dapat membekas pada 11 bulan berikutnya, juga termasuk dalam golongan yang disebutkan oleh Nabi:

BACA JUGA  Rasionalisasi Potensi Konflik Lebanon-Israel

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kita juga memohon taufik kepada Allah, agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang bisa mengurangi atau bahkan menghanguskan semua pahala puasa. Golongan yang hanya mendapat lapar dan dahaga tapi tak peroleh pahala, seperti dalam sebuah hadits:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya memetik lapar dan dahaga (tidak mendapatkan pahala).” (HR. Ibnu Majah, Syaikh al-Albani berkata, “Hasan shahih.”). Akan termasuk golongan manakah kita? Hal itu tergantung taufik dari Allah Ta’ala dan usaha kita.

Selamat berjuang dalam menyambut dan mempersiapkan diri menanti bulan suci. Semoga Allah berkenan mempertemukan kita pada bulan Ramadhan 1438 H esok. Aamiin.

Penulis : Ferry Nuryadi

Editor : Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

ISIS Mulai Larang Anggotanya Gunakan Medsos

Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) baru-baru ini mengeluarkan surat edaran resmi kepada anggotanya melarang penggunaan media sosial. Hal ini untuk menghindari pantauan koalisi pimpinan AS.

Selasa, 23/05/2017 20:15 0

Manhaj

Bertahap (Tadarruj) Dalam Menegakkan Syariat Islam

Namun demikian perlu diperhatikan juga bahwa penerapan konsep tadarruj di sini benar-benar terukur sesuai dengan realitas masyarakat setempat. Tadarruj dilakukan memang butuh masa untuk melakukan edukasi kepada masyarakat, bukan karena ingin menghindar tegaknya syariat, apalagi dalam rangka membenarkan hukum jahiliyah. Sebab, menolak syariat jelas-jelas perbuatan yang membatalkan iman.

Selasa, 23/05/2017 20:10 0

Indonesia

Ingin Temui Jokowi di Istana, Aparat Usir Paksa Mahasiswa

"Kami sudah minta bertemu dengan pak Jokowi tapi ngga diterima. Kami diangkat-angkat, diusir secara paksa,"

Selasa, 23/05/2017 17:46 0

Indonesia

Amien Rais Sebut Negara Digadaikan dalam Kasus Reklamasi

"Dengan adanya buku Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok yang ditulis oleh Marwan Batubara, bisa menggugah kepolisian dan kejaksaan untuk mengusutnya,"

Selasa, 23/05/2017 17:17 0

Indonesia

TKI Kecewa Tak Ditemui Jokowi Saat Kunjungan ke Arab Saudi

Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara Arab, Islam-Amerika Serikat di King Abdulaziz Convention Center, Riyadh, Ahad (21/5)

Selasa, 23/05/2017 16:44 0

Indonesia

An-Nasr Institute: Kriminalisasi Jurnalis Ranu Muda Konsekuensi Perang Peradaban

"Jadi kriminalisasi menurut saya adalah akibat hilir dari satu model perang peradaban,"

Selasa, 23/05/2017 15:54 0

Tazkiyah

Mujahid, Sang Pemburu Keajaiban

Mujahid melihat keduanya (Harut dan Marut) dalam keadaan tergantung terbalik seperti dua gunung yang sangat besar. Saat mujahid melihatnya, ia berucap, “Subhânallâhi Khâliqihumâ (Mahasuci Allah, Pencipta keduanya).”

Selasa, 23/05/2017 15:00 0

Indonesia

Tiga Pasal KUHP Ini Dinilai Ancam Kerja Jurnalis

LBH Pers menilai pasal-pasal tersebut rancu dan multi tafsir

Selasa, 23/05/2017 14:49 0

Indonesia

Didemo Umat Islam, Gubernur Kalbar Diminta Tak Ugal-ugalan Bicara

Jika kepala daerah bicara ugal-ugalan hasilnya didemo

Selasa, 23/05/2017 14:23 0

Rohah

Laki-laki Hamil, Kok Bisa?

Setelah menikah dan hidup bersamanya, aku terkejut melihat perutnya yang membesar. Pada awalnya, kami mengira ia terkena penyakit busung lapar, Ternyata dia hamil.

Selasa, 23/05/2017 13:45 0

Close