... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Disebut Tak Adil terhadap Umat Islam, Begini Jawaban Pak Tito

Foto: Kapolri Tito Karnavian

KIBLAT.NET, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah institusi yang dipimpinnya tidak adil terhadap umat Islam. Menurutnya Polri tidak mungkin tak berpihak ke umat Islam di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim.

“Masalah hukum tidak berpihak ke umat Islam kurang tepat,” katanya, dengan menyebut bahwa para pendiri bangsa dari umat Islam.

Namun, ia mengklaim Polri tetap memegang asas equality before the law. Artinya, semua harus diperlakukan sama.

“Siapa pun pelakunya, kalau kebetulan beragama Islam jangan dilihat Islamnya, tapi lihat pelanggaran hukumnya,” katanya, sembari mencontohkan bahwa tindak pidana di daerah yang pelakunya non-Muslim juga mendapatkan proses hukum.

Tito juga menolak anggapan bahwa Polri menerapkan standar ganda dalam menghadapi massa pengunjuk rasa. Hal itu terkait dengan cara Polri memperlakukan massa Ahoker -sebutan pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- dan massa Aksi Bela Islam.

“Prinsip, kami tidak menetapkan standar ganda. Kami tetap pada aturan ada,” ujar Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Selasa (23/05).

Soal demo umat Islam pada 4 November 2016 yang dibubarkan, Tito menyatakan saat itu Polri melihat ada potensi terjadinya tindakan anarkistis. “Kita tegas sampaikan batasan waktu tempat dan lain-lain,” katanya.

Sedangkan terkait penanganan demo pasca vonis Majelis Hakim untuk Ahok pada 9 Mei 2017, Tito mengaku sudah memberikan arahan kepada jajarannya untuk melarang demo yang tidak sesuai aturan.

BACA JUGA  Khilafah Dihapus dari Materi Fikih, Menag: Biar Anak Tidak Bingung

Tito menegaskan, personel Polri di lapangan berupaya menghindari upaya paksa. Ia menyebut peserta demo di depan Rutan Cipinang adalah kaum perempuan terutama ibu-ibu yang menyalakan lilin. Menurutnya, tidak tepat jika langsung dibubarkan.

Dalam hal ini, Tito mengatakan bahwa Polri melakukan upaya persuasif. Kalau tidak bisa, baru dilakukan upaya koersif.

Tito lalu menjelaskan bahwa Polri tetap bertindak tegas pada aksi-aksi pendukung Ahok yang tak tertib. Ia mengklaim Polri telah membubarkan 10 aksi pendukung Ahok di delapan kota.

“Misalnya di depan Pengadilan Tinggi Jakarta, kami semprot pakai air water cannon. Setelah disemprot langsung bubar,” ujar Tito.

Karenanya, Tito menepis tudingan bahwa Polri tidak melakukan langkah tegas terhadap aksi massa pendukung Ahok. “Kami bubarkan tanpa adanya konflik,” katanya.

 

Editor: M. Rudy
Sumber: Jpnn

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Disebut Tak Adil terhadap Umat Islam, Begini Jawaban Pak Tito”

  1. edito

    ala tak usah banyak alasan masyarakat tahu karena melihat kenyataan, tunggu saja balasanNya, pasti jadi kenyataan, jabatan khan cuma sebentar

  2. Isrovian

    Kapolri bohong..!

  3. abdul aziz

    embeledes…blegedes….buuusss

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Bersiap Menjemput Ramadhan

Jika nasehat di atas dikaitkan dengan bulan Ramadhan, maka orang yang beruntung adalah orang yang Ramadhannya tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu

Selasa, 23/05/2017 21:00 0

Suriah

ISIS Mulai Larang Anggotanya Gunakan Medsos

Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) baru-baru ini mengeluarkan surat edaran resmi kepada anggotanya melarang penggunaan media sosial. Hal ini untuk menghindari pantauan koalisi pimpinan AS.

Selasa, 23/05/2017 20:15 0

Manhaj

Bertahap (Tadarruj) Dalam Menegakkan Syariat Islam

Namun demikian perlu diperhatikan juga bahwa penerapan konsep tadarruj di sini benar-benar terukur sesuai dengan realitas masyarakat setempat. Tadarruj dilakukan memang butuh masa untuk melakukan edukasi kepada masyarakat, bukan karena ingin menghindar tegaknya syariat, apalagi dalam rangka membenarkan hukum jahiliyah. Sebab, menolak syariat jelas-jelas perbuatan yang membatalkan iman.

Selasa, 23/05/2017 20:10 0

Uncategorized

9 Cara Terbaik Menyambut Bulan Suci Ramadhan

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.”

Selasa, 23/05/2017 19:15 0

Tazkiyah

Mujahid, Sang Pemburu Keajaiban

Mujahid melihat keduanya (Harut dan Marut) dalam keadaan tergantung terbalik seperti dua gunung yang sangat besar. Saat mujahid melihatnya, ia berucap, “Subhânallâhi Khâliqihumâ (Mahasuci Allah, Pencipta keduanya).”

Selasa, 23/05/2017 15:00 0

Rohah

Laki-laki Hamil, Kok Bisa?

Setelah menikah dan hidup bersamanya, aku terkejut melihat perutnya yang membesar. Pada awalnya, kami mengira ia terkena penyakit busung lapar, Ternyata dia hamil.

Selasa, 23/05/2017 13:45 0

Analisis

Analisis: Dibalik Pencabutan Banding Ahok

Pencabutan banding sebagaimana dimaksudkan oleh Ahok telah menuai spekulasi, ada apa gerangan?

Selasa, 23/05/2017 09:12 0

News

Ramadhan 2017 Suhu Panas Meningkat, Berikut Daftar Durasi Puasa di Seluruh Dunia

Greenland dan Islandia akan mengalami rentang puasa terlama yaitu berkisar 21 jam. Sedangkan yang paling singkat dengan rentang waktu puasa 11 jam adalah Argentina dan Australia.

Senin, 22/05/2017 21:03 0

Asia

Zakir Naik Dikabarkan Jadi Warga Negara Saudi, IRF Angkat Bicara

Islamic Research Foundation (IRF) yayasan yang didirikan oleh Dr Zakir Naik menepis kabar tersebut.

Senin, 22/05/2017 14:56 0

Amerika

Ingatan Netizen: Trump Pernah Menghina Arab Saudi

Namun, ada yang menarik pada status Twitter Donald Trump sebelumnya. Pada 2014 silam, Trump pernah menulis status bernada penghinaan terhadap negeri pemilik dua tanah suci tersebut. Status ini dibuat sebelum dirinya dinobatkan menjadi Presiden Amerika Serikat pengganti Obama.

Senin, 22/05/2017 12:37 0

Close