Presiden Baru Perancis Takkan Akui Palestina sebagai Negara

KIBLAT.NET, Paris – Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang baru terpilih menegaskan dirinya tidak akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara karena akan menghambat hubungan baik antara Israel dan Perancis.

Sebelum menang dalam pemilihan umum, Macron mengatakan bahwa dia mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Pernyataan tersebut kemudian bertolak belakang dengan pernyataan selanjutnya, yang menyatakan Palestina akan menyebabkan ketidakstabilan dan pihaknya tidak akan mengambil risiko hubungan Perancis dengan Israel untuk melayani agenda Palestina.

“Pengakuan unilateral Palestina, saat ini, akan merusak stabilitas,” katanya dalam sebuah demonstrasi politik, seperti dikutip Middle East Monitor, Sabtu (20/05).

Presiden liberal baru Perancis lebih suka menjaga hubungan baik dengan Israel daripada mengakui “Palestina” sebagai negara.

Sebagaimana diketahui, hasil penghitungan suara dalam pemilu Perancis bulan Mei lalu, memperlihatkan Macron mendapatkan 65,9 persen. Sedangkan Le Pen hanya mendapat 34,1 persen. Atas kemenangannya ini, Macron, 39 tahun dinobatkan sebagai presiden termuda dalam sejarah Perancis.

 

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Middle East Monitor

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat