... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

9 Pesan Amien Rais untuk Presiden Jokowi

Foto: Amien Rais

KIBLAT.NET, Jakarta – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar “Refleksi 19 Tahun Reformasi-Menggembirakan Demokrasi Tribute to Amien Rais” di kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (20/05).

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan juga Mantan ketua MPR, Amien Rais mengungkapkan sejumlah kritiknya kepada Presiden Joko Widodo. Amien mengatakan tak akan memberikan masukan yang bertujuan “asal Presiden senang”.

“Pertama, sejak Jokowi dilantik menjadi Presiden, ia menganggap kebijakan Jokowi banyak yang terasa kurang simpatik pada sebagian kalangan umat Islam,” ujarnya.

Contohnya, kata Amien, Jokowi tidak berada di istana negara tatkala perwakilan Aksi Bela Islam II ingin menemuinya. Ia mengaku kecewa, terpukul dan terkejut.

“Anda (Jokowi) dikenal sebagai tokoh jagoan blusukan, suka menyapa dan menemui langsung berbagai kalangan masyarakat luas. Namun ketika tokoh-tokoh umat Aksi Bela Islam itu mau sowan menemui Anda guna menyampaikan aspirasi mereka, Anda malahan pergi,” kata Amien.

Kedua, Mantan ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah periode 1995 – 2000 itu menilai, Jokowi telah membiarkan adanya usaha-usaha untuk melakukan kriminalisasi terhadap para ulama sebagai rujukan umat. Padahal, ulama itu tempat mencari penerangan dan kesejukan buat umat Islam.

“Saya agak kuatir bila akhirnya banyak dari ulama berbagai kelompok umat Islam tidak lagi berani menyuarakan kebenaran karena tekanan, ancaman, atau karena kooptasi,” katanya.

“Massa umat bisa jadi bingung. Massa itu bisa saja mengalami frustasi yang dapat bermuara pada letupan-letupan politik yang tidak kondusif bagi keamanan dan integritas negeri,” tambahnya.

Ketiga, Amien mengkritik rencana pemerintah yang dapat menambah keraguan rakyat pada Jokowi. Yakni rencana penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

“Dana haji yang liquid sekarang ini, bila informasi yang saya peroleh benar, ada sekitar 93 triliun rupiah,” ujarnya.

Amien menilai, penggunaan dana keagamaan untuk pembangunan infrastruktur, mencederai amanat keagamaan. Sebab, perbaikan pelayanan haji Indonesia di tanah suci sungguh masih jauh memadai dibandingkan dengan pelayanan haji Malaysia, Iran atau Turki.

BACA JUGA  Pandemi Belum Dapat Diatasi, Muhammadiyah Pertanyakan Rencana New Normal

“Masih ada banyak cara lain untuk memperoleh dana pembangunan infrastruktur kita. Dana haji dipinjam untuk membiayai infrastruktur, tetap kedengaran ganjil. Carilah pinjaman dari sumber lain,” ujarnya.

“Jangan karena sudah mentok cari dana pembangunan infrastruktur, lantas secara serampangan dana haji mau diserbu. Mohon rencana ini dibatalkan,” kata dia.

Keempat, Amien ingin Jokowi mengakhiri penjajahan ekonomi asing di Blok Mahakam dan Freeport-McMoran.

“Saya tahu Kontrak Karya antara Freeport-McMoRan dan Indonesia sejak 1967 mengandung banyak misteri. Ada oknum-oknum yang membela kepentingan PT Freeport secara mati-matian. Seolah-olah kalau Indonesia tidak memperpanjang kontrak dengan PT Freeport, Indonesia akan kiamat,” kata Amien.

Amien pun ragu, Menteri ESDM Ignatius Jonan dan wakilnya Archandra Tahar berani mengambil langkah-langkah tersebut.

“Kita sudah sama-sama tahu masalah ini. Tidak mungkin kita lempar batu sembunyi tangan. Mereka hanyalah pembantu Anda,” kata Amien.

Tak hanya Freeport, ia pun ingin ada kedaulatan ekonomi yang bisa ditegakkan di Blok Mahakam. “Kapan kita mengakhiri penjarahan asing di Blok Mahakam yang sudah berlangsung setengah abad,” tanya Amien.

Kelima, Amien menyebut penegakan hukum di zaman Jokowi belum mengalami perbaikan. Bahkan makin buruk.

“Sangat terlihat kenyataan implementasi hukum yang over-diskriminatif. Istilah tebang pilih kedengaran terlalu lembut. Ini bisa jadi resep jitu mempercepat Indonesia menjadi lawless state atau lawless country. Negara dan negeri tanpa hukum,” kata dia.

Keenam, kata Amien, ancaman keutuhan NKRI di zaman kepemimpinan Jokowi terasa lebih nyata. Amien, ingin Jokowi belajar dari kehancuran Uni Soviet dan Yugoslavia. Negara yang pernah menjadi negeri adidaya seperti Amerika Serikat.

“Setelah sekitar 70 tahun melewati kehidupannya, Uni Soviet bubar dan kini menjadi 15 negara kecil-kecil. Kecuali Rusia, yang tidak lagi memiliki peran global seperti masa lalu,” katanya.

BACA JUGA  Terkait New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah

Dua negara besar itu kata Amien, bubar karena mayoritas orang Russia di Uni Soviet dan Yugoslavia memaksakan kehendaknya diatas puluhan kelompok etnik lain.

“Moral dan politik yang dapat kita ambil adalah mayoritas di negara manapun tidak boleh mentang-mentang menindas minoritas. Akibatnya kehancuran,” katanya.

“Demikian juga kalau ada minoritas yang berlagak mentang-mentang terhadap mayoritas. Kehancuran akan datang lebih cepat,” lanjutnya.

Ketujuh, Amien mewanti-wanti Jokowi agar tidak pernah berpikir menjadikan Indonesia menjadi economic backyard atau halaman belakang ekonomi RRC, tempat buang sampah.

“Hindari berpikir RRC sentris dalam membangun ekonomi. Berkaitan dengan hal ini, proyek reklamasi Jakarta Utara yang akan menjadi landasan usaha lebensraum RRC, sebaiknya segera dihentikan,” kata Amien.

Kedelapan, Amien mengkritik Jokowi, agar rezimnya tidak mudah menciduk orang-orang tertentu yang dalam pandangannya berbahaya, dengan tuduhan makar.

“Kekuasaan yang mulai panik dan lepas dari nilai-nilai moral, biasanya agak serampangan menuduh orang-orang tertentu sebagai pelaku makar atau lebih gawat lagi, sebagai teroris,” katanya.

“Kalau memang gerak-gerik mereka mencurigakan mengarah pada makar atau terorisme, setelah ditahan sesegera mungkin dilimpahkan ke Kejaksaan. Biarlah hukum yang berbicara, itupun harus bersifat terbuka, supaya proses hukum berjalan transparan dan adil. Jika memang harus bebas, bebaskan,” tambahnya.

Terakhir, Amien mengingatkan Jokowi, agar jangan pernah menganggap enteng kedaulatan rakyat. Menurutnya, kata “gebuk” harusnya tidak boleh lagi keluar dari lisan seorang presiden.

Terlebih, Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bebas “menggebuk” kelompok-kelompok yang anti-konstitusi, anti-NKRI, ataupun yang memecah belah rakyat.

“Wah, amat mengagetkan. Dulu ada presiden yang suka mengancam akan menggebuk rakyat yang berani menantang kebijakannya. Akhirnya sang presiden itu tergebuk oleh people power,” tutup Amien.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Ingatan Netizen: Trump Pernah Menghina Arab Saudi

Namun, ada yang menarik pada status Twitter Donald Trump sebelumnya. Pada 2014 silam, Trump pernah menulis status bernada penghinaan terhadap negeri pemilik dua tanah suci tersebut. Status ini dibuat sebelum dirinya dinobatkan menjadi Presiden Amerika Serikat pengganti Obama.

Senin, 22/05/2017 12:37 0

Prancis

Presiden Baru Perancis Takkan Akui Palestina sebagai Negara

Presiden Perancis, Emmanuel Macron yang baru terpilih menegaskan dirinya tidak akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara karena akan menghambat hubungan baik antara Israel dan Perancis.

Senin, 22/05/2017 12:00 0

Suriah

Lagi, Perundingan untuk Suriah Berakhir dengan Kegagalan

Putaran keenam negosiasi damai mengenai krisis Suriah yang berlangsung pada hari Ju'mat (19/05) pekan lalu di Jenewa berakhir dengan kegagalan. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya progres apapun terkait isu-isu yang mengarah kepada penyelesaian politik bagi krisis yang sudah memasuki tahun keenam di Suriah.

Senin, 22/05/2017 11:30 0

Opini

Analisis Yuridis Kasus Firza Husein

Proses hukum terhadap Firza Husein (FH) menuai polemik di masyarakat. Polemik tersebut berujung adanya dugaan terjadinya “kriminalisasi” terhadap Imam Besar Islam Indonesia, yang mulia Dr. (Cand) Habib Rizeq Shihab, Lc, MA (HRS). Anggapan yang berkembang di masyarakat tentu tidaklah tanpa dasar, melainkan adanya berbagai keganjilan dalam proses pengungkapan dan pemeriksaan yang berujung ditetapkannya FH sebagai tersangka tindak pidana pornografi. Lebih lanjut keganjilan yang muncul itu dikaitkan dengan HRS.

Senin, 22/05/2017 08:51 0

Arab Saudi

Kunjungi Arab Saudi, Trump Jual Senjata Senilai 110 Milyar Dolar

Departemen Pertahanan AS Pentagon pada hari Sabtu (20/05) kemarin menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Arab Saudi telah mencapai kesepakatan jual beli senjata.

Ahad, 21/05/2017 19:18 0

Arab Saudi

Lindungi Zakir Naik dari India, Raja Salman Berikan Kewarganegaraan Saudi

Kewarganeraan tersebut diberi langsung atas perintah Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud.

Ahad, 21/05/2017 18:43 0

Video Kajian

DR. Zain An Najah: Syarat Menunda Nikah

KIBLAT.NET – DR. Zain An Najah: Syarat Menunda Nikah. Banyak kalangan yang ingin menunda pernikahan...

Ahad, 21/05/2017 17:09 0

Yaman

AS Klaim Tewaskan Anggota Al-Qaidah Yaman, Ternyata…

Tapi kemudian pesawat tak berawak itu melepaskan muatan misilnya, dan dalam sekejap, pertemuan mendadak itu berubah menjadi mimpi buruk dengan panas, asap, dan pecahan peluru. Delapan orang semuanya terbunuh.

Ahad, 21/05/2017 11:20 0

Analisis

Al-Qaidah dan ISIS di Mata Intelijen AS (Bag. 2)

Banyak yang sepakat bahwa ISIS kehilangan banyak wilayah namun para analis IC memperingatkan kemampuan kelompok itu dalam melancarkan insurjensi baik di Iraq maupun Suriah. Dan faktanya, para loyalis al-Baghdadi sudah mulai melakukan perang gerilya dan melancarkan serangan-serangan teror yang spektakuler di arena pertempuran di dalam wilayah basis mereka.

Ahad, 21/05/2017 09:41 0

Arab Saudi

Tiba di Arab Saudi, Trump Disambut Raja Salman

Pesawat Trump mendarat di Bandara Raja Khalid. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, menyambut langsung presiden yang pernyataan-pernyataannya anti Islam itu.

Sabtu, 20/05/2017 17:34 1

Close