... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lindungi Zakir Naik dari India, Raja Salman Berikan Kewarganegaraan Saudi

Foto: Dr Zakir Naik

KIBLAT.NET, Riyadh – Pakar perbandingan agama asal India, Dr Zakir Naik dikabarkan telah mendapatkan kewarganegaraan Arab Saudi. Kewarganeraan tersebut diberi langsung atas perintah Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud.

Laman Middle East Monitor pada Jumat (19/05) melaporkan bahwa kabar tersebut didapatkan dari sumber-sumber terpercaya Arab Saudi. Pemberian kewarganeraan disebutkan atas inisiatif Raja Salman yang ingin melindungi Zakir Naik dari pengejaran interpol.

Sebagaimana diketahui, Otoritas India resmi mengeluarkan dua surat penangkapan terhadap pria 51 tahun tersebut. Surat pertama dikeluarkan oleh Badan Investigasi Nasioanal (NIA) India atas tuduhan terorisme dan ujaran kebencian. Sedangkan yang kedua, dikeluarkan oleh Direktorat Penegakan Hukum atas tudingan TPPU.

India yang mengetahui keberadaan Zakir Naik di luar negeri lantas berusaha untuk mencabut paspornya. Selain itu, Interpol juga diminta agar mengeluarkan Read Notice. Dengan dicabutnya paspor, Naik akan terpaksa pulang ke India dengan sendirinya. Namun, India tidak mengantisipasi bahwa Arab Saudi akan memberikannya kewarganegaraan.

Paham keberadaanya terancam, Zakir Naik lantas tidak langsung pulang ke India seusai safari dakwah di Indonesia. Melainkan, ia diketahui menetap di Malaysia yang telah memberikan status penduduk tetap (PR) sejak lima tahun yang lalu. Meski bukan kewarganegaraan, status PR cukup membantu Zakir Naik untuk menghindari ancaman dari India.

Keberadaan Zakir Naik di Malaysia lantas menuai protes dari kalangan NGO non-Muslim. Pada hari Rabu (18/05) Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zaid Hamidi mengabarkan bahwa Zakir Naik sudah tidak lagi berada di negaranya. Keberadaan Zakir Naik tidak diketahui publik hingga pemberian kewarganegaraan oleh Saudi tersebut terungkap.

BACA JUGA  Saudi: Jumatan Akan Kembali Digelar, Umrah dan Haji Tunggu Kabar

Perlu diketahui, Zakir Naik sejak 2012 telah dilarang masuk ke Kanada dan Inggris. Kebijakan itu diambil setelah ada dugaan dukungannya terhadapa kelompok Al-Qaidah. Sementara itu, saluran televisinya Peace TV juga dilarang mengudara di dua negara tersebut dan di Bangladesh.

 

 

Reporter: Syafi’i Iskadar
Sumber: Middle East Monitor, The Star, MalaysiaKini


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

DR. Zain An Najah: Syarat Menunda Nikah

KIBLAT.NET – DR. Zain An Najah: Syarat Menunda Nikah. Banyak kalangan yang ingin menunda pernikahan...

Ahad, 21/05/2017 17:09 0

Indonesia

Survei: Ada Umat Kristen Ingin Negara Islam di Indonesia

Selain itu, mungkin juga hal tersebut didasari atas pengetahuan sejarah Islam. “Saat era Nabi Muhammad, meski berbentuk negara Islam, tapi umat nonmuslim tetap dihargai,” ungkapnya.

Ahad, 21/05/2017 13:28 0

Indonesia

Kenang Masa Reformasi, Dahnil Anzar: Mustahil Pemerintah Mau Dikritik

Demokrasi kembali disegarkan setelah adanya reformasi Mei 1998. Terbukti bahwa dulu sebelum reformasi, mengkritik pemerintah adalah kemustahilan bahkan bisa dituduh gila.

Ahad, 21/05/2017 13:13 0

Indonesia

Aliansi Mahasiswa Tolak Kedatangan Haidar Baghir di Lampung

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam AMLAS (Aliansi Mahasiswa Lampung Anti Syiah) menggelar aksi penolakan salah satu tokoh Syiah Indonesia yang akan mengisi bedah buku UIN Raden Intan Lampung pada Senin 22 Mei.

Ahad, 21/05/2017 12:47 1

Analisis

Al-Qaidah dan ISIS di Mata Intelijen AS (Bag. 2)

Banyak yang sepakat bahwa ISIS kehilangan banyak wilayah namun para analis IC memperingatkan kemampuan kelompok itu dalam melancarkan insurjensi baik di Iraq maupun Suriah. Dan faktanya, para loyalis al-Baghdadi sudah mulai melakukan perang gerilya dan melancarkan serangan-serangan teror yang spektakuler di arena pertempuran di dalam wilayah basis mereka.

Ahad, 21/05/2017 09:41 0

Indonesia

KH. Arifin Ilham Doakan Kapolri Dapat Hidayah dan Bebaskan Al-Khattath

"Demi menyambut kemuliaan Ramadhon, bulan rahmat dan ampunan, semoga ayahanda KAPOLRI kita terbuka hati untuk membebaskan guru dan saudara saudara kita...aamiin," katanya pada Sabtu (20/05)

Sabtu, 20/05/2017 16:17 0

Indonesia

Sambut Ramadhan, Ribuan Obor Terangi Kota Poso

Ribuan umat Islam Kabupaten Poso mengikuti pawai obor menyambut Bulan Suci Ramadhan, yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) Kabupaten Poso bekerjasama dengan seluruh elemen dan Ormas Islam Kabupaten Poso.

Sabtu, 20/05/2017 15:15 2

Indonesia

Soal Chat Firza Husein, Presidium Alumni 212 Temui Kejanggalan

Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mendesak kepolisian untuk menghentikan kasus chat mesum yang menimpa Habib Rizieq.

Sabtu, 20/05/2017 00:43 0

Indonesia

Polisi Larang Keluarga Dampingi Al Khaththath di Rumah Sakit

Pihak kepolisian tetap melarang keluarga untuk mendampingi Al Khaththath.

Sabtu, 20/05/2017 00:24 0

Indonesia

IPW Curiga Kekerasan Biasa Terjadi di Lingkungan Akpol

Ketua IPW, Neta S Pane menegaskan bahwa sudah saatnya Polri dan Akpol membuka diri dan membuka secara transparan apa sesungguhnya yang terjadi di lingkungan Akpol.

Jum'at, 19/05/2017 23:18 0

Close