... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kunjungi Arab Saudi, Trump Jual Senjata Senilai 110 Milyar Dolar

Foto: Kunjungi Arab Saudi, Trump Jual Senjata Senilai 110 Milyar Dolar (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Riyadh – Departemen Pertahanan AS Pentagon pada hari Sabtu (20/05) kemarin menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Arab Saudi telah mencapai kesepakatan jual beli senjata. Kesepakatan tersebut senilai hampir US$ 110 milyar (sekitar Rp 1.485 trilyun) untuk mendukung kebutuhan sistem pertahanan negara kerajaan tersebut.

Gedung Putih sendiri juga telah mengkonfirmasi, kesepakatan yang diumumkan selama kunjungan resmi Presiden AS Donald Trump ini digambarkan sebagai sebuah ekspansi yang signifikan sejak lebih dari 7 dekade terakhir dalam bidang kerjasama keamanan antara AS dan Kerajaan Arab Saudi.

Paket transaksi untuk layanan & peralatan sistem pertahanan merupakan bagian dari kesepakatan bilateral yang ditandatangani yang bertujuan untuk memperkokoh keamanan jangka panjang Arab Saudi dan kawasan teluk secara umum dalam rangka menghadapi dampak pengaruh Iran berikut ancaman-ancaman yang terkait dengan ambisi Syiah Iran.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa perjanjian kesepakatan itu juga bertujuan untuk melipatgandakan kemampuan Arab Saudi dalam menjaga keamanan negaranya sendiri sehingga dapat mengurangi beban pasukan militer AS dengan cara berkontribusi menggelar operasi-operasi kontra-terorisme di kawasan.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan di AS, dan memperluas peluang bagi perusahaan-perusahaan Amerika di Timur Tengah. Transaksi penjualan senjata & peralatan pertahanan dari AS ke Arab Saudi terbagi dalam lima kategori:

  • Keamanan perbatasan dan kontra-terorisme
  • Keamanan maritim dan garis pantai
  • Modernisasi Angkatan Udara
  • Sistem pertahanan udara dan peluru kendali
  • Peningkatan atau upgrade keamanan siber & komunikasi
BACA JUGA  Arab Saudi dan Rusia Tandatangani 20 Kesepakatan Baru

Selanjutnya, di samping kesepakatan jual beli senjata, di hari yang sama juga ada kesepakatan kerjasama senilai US$ 280 milyar (sekitar Rp 3.780 trilyun) yang ditandatangani di hadapan Raja Salman bin Abdul Aziz dan Presiden AS Donald Trump.

Setelah agenda pertemuan tertutup, Raja Salman dan Trump menandatangani sebuah Pernyataan Sikap Bersama antara AS dan Arab Saudi. Wakil Putra Mahkota Saudi sekaligus Menteri Pertahanan Mohammed bin Salman dan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson juga menandatangani sebuah kesepakatan kemitraan, di antaranya termasuk pembuatan helikopter Blackhawk Down di Arab Saudi.

 
Reporter: Yasin Muslim
Sumber: World Bulletin

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

DR. Zain An Najah: Syarat Menunda Nikah

KIBLAT.NET – DR. Zain An Najah: Syarat Menunda Nikah. Banyak kalangan yang ingin menunda pernikahan...

Ahad, 21/05/2017 17:09 0

Indonesia

Survei: Ada Umat Kristen Ingin Negara Islam di Indonesia

Selain itu, mungkin juga hal tersebut didasari atas pengetahuan sejarah Islam. “Saat era Nabi Muhammad, meski berbentuk negara Islam, tapi umat nonmuslim tetap dihargai,” ungkapnya.

Ahad, 21/05/2017 13:28 0

Indonesia

Kenang Masa Reformasi, Dahnil Anzar: Mustahil Pemerintah Mau Dikritik

Demokrasi kembali disegarkan setelah adanya reformasi Mei 1998. Terbukti bahwa dulu sebelum reformasi, mengkritik pemerintah adalah kemustahilan bahkan bisa dituduh gila.

Ahad, 21/05/2017 13:13 0

Indonesia

Aliansi Mahasiswa Tolak Kedatangan Haidar Baghir di Lampung

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam AMLAS (Aliansi Mahasiswa Lampung Anti Syiah) menggelar aksi penolakan salah satu tokoh Syiah Indonesia yang akan mengisi bedah buku UIN Raden Intan Lampung pada Senin 22 Mei.

Ahad, 21/05/2017 12:47 1

Analisis

Al-Qaidah dan ISIS di Mata Intelijen AS (Bag. 2)

Banyak yang sepakat bahwa ISIS kehilangan banyak wilayah namun para analis IC memperingatkan kemampuan kelompok itu dalam melancarkan insurjensi baik di Iraq maupun Suriah. Dan faktanya, para loyalis al-Baghdadi sudah mulai melakukan perang gerilya dan melancarkan serangan-serangan teror yang spektakuler di arena pertempuran di dalam wilayah basis mereka.

Ahad, 21/05/2017 09:41 0

Indonesia

KH. Arifin Ilham Doakan Kapolri Dapat Hidayah dan Bebaskan Al-Khattath

"Demi menyambut kemuliaan Ramadhon, bulan rahmat dan ampunan, semoga ayahanda KAPOLRI kita terbuka hati untuk membebaskan guru dan saudara saudara kita...aamiin," katanya pada Sabtu (20/05)

Sabtu, 20/05/2017 16:17 0

Indonesia

Sambut Ramadhan, Ribuan Obor Terangi Kota Poso

Ribuan umat Islam Kabupaten Poso mengikuti pawai obor menyambut Bulan Suci Ramadhan, yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) Kabupaten Poso bekerjasama dengan seluruh elemen dan Ormas Islam Kabupaten Poso.

Sabtu, 20/05/2017 15:15 2

Indonesia

Soal Chat Firza Husein, Presidium Alumni 212 Temui Kejanggalan

Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo mendesak kepolisian untuk menghentikan kasus chat mesum yang menimpa Habib Rizieq.

Sabtu, 20/05/2017 00:43 0

Indonesia

Polisi Larang Keluarga Dampingi Al Khaththath di Rumah Sakit

Pihak kepolisian tetap melarang keluarga untuk mendampingi Al Khaththath.

Sabtu, 20/05/2017 00:24 0

Indonesia

IPW Curiga Kekerasan Biasa Terjadi di Lingkungan Akpol

Ketua IPW, Neta S Pane menegaskan bahwa sudah saatnya Polri dan Akpol membuka diri dan membuka secara transparan apa sesungguhnya yang terjadi di lingkungan Akpol.

Jum'at, 19/05/2017 23:18 0

Close