... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Teror (Syiah) Iran di Bahrain, Sebuah Analisis

Foto: Loyalis Syiah berunjuk rasa di Bahrain.

KIBLAT.NET – Para penguasa Bahrain telah lama meminta konfirmasi dari Washington bahwa negara mereka menghadapi ancaman teroris yang disponsori oleh Iran. Pada bulan Maret, AS akhirnya memvalidasi mereka dengan memberi sanksi kepada dua orang Bahrain, keduanya masuk dalam daftar teroris internasional. Salah satu dari orang-orang yang dikenai sanksi tersebut ternyata berada di Qom, pusat ideologis rezim revolusioner Iran.

Penunjukan AS muncul di tengah meningkatnya bukti yang menunjukkan bahwa jaringan teroris regional Teheran menargetkan kerajaan Bahrain, yang menjadi salah satu tuan rumah pangkalan angkatan laut Amerika yang paling penting di Timur Tengah.

Departemen Luar Negeri mengumumkan sanksi pada 17 Maret, menggambarkan dua individu itu terkait dengan Brigade Ashtar, sebuah kelompok Syiah Bahrain yang telah melakukan aksi terorisme yang menargetkan pejabat keamanan Bahrain, Saudi, dan Emirat. Dengan demikian, sanksi tersebut juga menjadi sinyal AS bahwa pihaknya memberikan dukungan untuk Riyadh dan Abu Dhabi, dimana para pemimpinnya mengunjungi Washington tiga hari sebelum Departemen Luar Negeri mengumumkan hal itu.

Lebih jauh, bulan lalu Washington Post melaporkan bahwa badan intelijen Barat percaya bahwa Iran telah mencoba untuk menyelundupkan bahan peledak C-4 dan alat-alat produksi bom ke Bahrain. Bahan peledak yang diselundupkan disinyalir cukup untuk menenggelamkan sebuah kapal perang dan sebagia dapat merobek lapisan tank.

Politik Radikal Mortada al-Sanadi

BACA JUGA  Galang Gerakan Dokter Bela Islam, Dokter Ini Dipecat dari Tempat Kerjanya

Departemen Luar Negeri relatif singkat dalam mendeskripsikan dua teroris asal Bahrain tersebut. Hanya disebutkan yang paling menonjol dari keduanya, yang memiliki afiliasi dengan sebuah brigadi yang diyakini menerima uang dan dukungan lainnya dari pemerintah Iran.

Mortada al-Sanadi, adalah sosok yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan brigade tersebut. Sanadi adalah juru bicara dan komite pusat anggota dari Gerakan Islam Loyalty (ILM), sebuah faksi politik radikal Bahrain. Gerakan ini desebut sangat anti-Amerika, dengan pesan baru-baru ini di media sosial yang menyebut AS sebagai “induk terorisme” dan membakar gambar Presiden Donald Trump dan bendera Amerika, serta menampilkan sebuah ilustrasi yang menargetkan Gedung Capitol.

Pada tahun 2016, pemerintah Bahrain menyebut Sanadi dan ILM memiliki hubungan dengan sel teroris Bahrain yang disebut Basta Group. Menurut otoritas Bahrain, Basta juga memiliki hubungan dengan Brigade Ashtar dan Korps Garda Revolusi Iran. Pemerintah Bahrain mengatakan bahwa Basta adalah sayap bersenjata ILM, dengan kemampuan teror di bawah komando Sanadi.

Dengan menuduh seorang pemimpin ILM memiliki hubungan dengan terorisme, tindakan AS baru-baru ini tampaknya mengkonfirmasi bahwa beberapa oposisi politik Bahrain yang lebih radikal juga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap negara.

Baca halaman selanjutnya: Sanadi Mengatur Plot Terorisme...

Halaman Selanjutnya 1 2 3
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aksi Tolak Kriminalisasi Ulama Akan Digelar Setiap Jum’at

"Kami akan terus mengadakan hal ini sampai Habib (Rizieq Syihab) dibebaskan dari fitnah tersebut. Dan juga ustadz Khaththath dibebaskan," imbuhnya.

Jum'at, 19/05/2017 15:25 0

Indonesia

Massa Dukung Komnas HAM Usut Kasus Kriminalisasi Ulama

"Tujuannya adalah agar pihak investigasi berani, " kata ustadz Ansufri Idrus Sambo, salah satu koordinator aksi yang juga Ketua Alumni 212 pada Jum'at (19/05).

Jum'at, 19/05/2017 15:15 0

Suriah

Koalisi AS Bom Konvoi Milisi Pro Rezim di Suriah Selatan

Para pejabat di Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa pesawat koalisi pimpinan AS, Kamis (18/05), menargetkan konvoi pasukan pro rezim Suriah di dekat perbatasan dengan Yordania. Konvoi itu diduga menuju kamp militer koalisi AS yang menjadi tempat pasukan AS dan Inggris melatih oposisi Suriah pro Barat.

Jum'at, 19/05/2017 15:00 0

Indonesia

Ratusan Umat Islam Kumpulkan Tanda Tangan Tolak Kriminalisasi Ulama

Para jamaah bakda Shalat Jum'at ramai-ramai membubuhkan tanda tangannya di selembar kain panjang di depan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka terlihat antusias dalam mengikuti aksi yang dilanjutkan dengan long march menuju kantor Komnas HAM.

Jum'at, 19/05/2017 14:20 0

Video Kajian

Ketika Islam Memimpin Peradaban (Ust. Miftahul Ihsan, Lc. )

KIBLAT.NET – Ditilik dari tinta sejarah, Islam pernah mencetak sebuah peradaban keemasan. Sayang, kini kita...

Jum'at, 19/05/2017 14:14 0

Turki

Kota Pertama untuk Anak Yatim Suriah Dibuka di Turki

Organisasi Raf Qatar dan IHH mengumumkan pembukaan kota pertama untuk mengurus anak yatim Suriah di dalam wilayah Turki, setelah pembangunan yang telah berlangsung selama hampir dua tahun.

Jum'at, 19/05/2017 11:14 0

Suriah

Ahrar Al-Syam Menarik Diri dari Jarabulus

Gerakan Ahrar Al-Syam mengumumkan menarik diri dari Kota Jarabulus, pedesaan Aleppo utara, yang dikontrol penuh oleh faksi Free Syrian Army (FSA) yang dukungan Turki, Kamis (18/05). Langkah ini demi menjaga nyawa warga sipil, sebagaimana disebutkan dalam pernyataan gerakan tersebut.

Jum'at, 19/05/2017 10:36 0

Indonesia

BIN: Surat Larangan Berjenggot Tidak Benar

Zaelani menambahkan, surat edaran yang benar telah diterbitkan sebelumnya di internal BIN pada 5 April 2017. Yaitu peraturan yang berkaitan dengan penggunaan pakaian dinas dan ketentuan penampilan pegawai. Untuk itu, ia berharap klarifikasi ini dapat memperjelas keadaan yang sebenarnya. ‎

Jum'at, 19/05/2017 09:25 0

Yaman

Pemerintah Yaman: Paspor Keluaran Hutsi Tidak Sah untuk Berhaji

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memperingatkan bahwa paspor yang dikeluarkan oleh pemberontak Syiah Hutsi yang menguasai ibukota tidak sah untuk digunakan musim haji tahun ini.

Jum'at, 19/05/2017 09:05 0

Malaysia

Dikabarkan Pergi dari Malaysia, Dimana Zakir Naik Saat Ini?

Pakar perbandingan agama, Dr Zakir Naik dikabarkan telah meninggalkan Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi

Jum'at, 19/05/2017 00:44 0