... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pendukung Ahok Minta UU Penodaan Agama Dicabut, KSHUMI: Anti-Kebhinekaan

Foto: Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat sidang (foto: Poskota News)

KIBLAT.NET, Jakarta- Dua oknum pro-Ahok, Gita Putri Damayana dan Gita Syahrani membuat petisi agar pasal 156a tentang penodaan agama dicabut. Mereka menilai bahwa penerapan pasal ini mengajarkan seolah yang mayoritas adalah yang benar.

“Dengan keberadaan pasal ini, Negara seolah mengajarkan pada publik bahwa pendapat mayoritaslah yang benar dan berbeda adalah keliru,” tulis akun Gita Putri Damayana di Change.org.

Menanggapi hal itu, ketua Kesatuan Sarjana Hukum Muslim (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa pasal penodaan agama jika dihapus akan menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.

“Usulan penghapusan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama, jika usulan penghapusan pasal penodaan agama dikabulkan, bisa memunculkan gejolak atau salaing menodai antar umat beragama. Sebab, masyarakat di Indonesia terdiri dari banyak agama,” katanya kepada Kiblat.net melalui pesan singkat pada Kamis (18/05).

“Saya menilai desakan tersebut tidak sejalan dengan semangat penghormatan terhadap agama di Indonesia dan anti kebhinekaan. Kasus ahok kemarin seharusnya menjadi pelajaran bagi siapapun,” sambungnya.

Menurutnya, jika tuntutan tersebut ingin menghapus pasal penodaan agama artinya perlu merevisi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 yang secara tegas mengatur tentang larangan menodai keyakinan agama.

“Selain itu Mahkamah Konstitusi sebenarnya telah mengukuhkan (menolak pembatalan) Pasal dalam UU 1/PNPS/1960 jo UU KUHP Pasal 156A tersebut,” tukas Chandra.

 

 

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Suriah dan Irak Bahas Kerja Sama Militer

Rezim Suriah dan Irak kembali membahas kerja sama militer untuk menghadapi ancaman kelompok "teroris" menurut pengeritan kedua negara tersebut. Kerja sama ini dalam rangka menghadapi musuh bersama dan mengembalikan stabilitas kawasan.

Kamis, 18/05/2017 23:00 0

Afghanistan

Pasukan ISIS di Balik Serangan di Stasiun TV Jalalabad

Daulah Islamiyah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan di stasiun TV dan radio nasional di kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar, pada Rabu (17/05). Serangan ini dilaporkan hanya menewaskan seorang penjaga keamanan, di samping tiga penyerang dan melukai sedikitnya 17 orang, lapor Reuters.

Kamis, 18/05/2017 22:30 0

Mesir

Rezim Mesir Larang Penggunaan Speaker Saat Salat Tarawih

Menteri Gomaa mengumumkan melarang penggunaan speaker saat Salat Tarawih dan ceramah agama selama Ramadhan. Alasannya, suara tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelajar, lansia dan orang sakit serta mengganggu orang istirahat.

Kamis, 18/05/2017 22:00 0

Rusia

Putin Klaim Rusia Selalu Menjadi ‘Sekutu Terpercaya’ bagi Dunia Islam

"Saya ingin menekankan bahwa dunia Islam dapat sepenuhnya mengandalkan bantuan dan dukungan Rusia," kata Putin dalam sebuah pidato di hadapan anggota kelompok visi strategis "Rusia-Islam", Rabu (17/05).

Kamis, 18/05/2017 19:26 0

Foto

Potret Lincahnya Pemuda Suriah Parkour di Reruntuhan Bangunan

Beginilah salah satu aktivitas pemuda di Inkhil, provinsi Daraa yang berada dalam kendali oposisi Suriah. Olahraga modern tersebut, parkour, mungkin dapat sejenak melepas beban karena tekanan Rezim Bashar Assad yang seolah tak pernah berhenti melakukan serangan terhadap rakyatnya.

Kamis, 18/05/2017 16:00 0

Iran

Khamenei: Tak Penting Siapa Jadi Presiden Iran, ‘Wilayatul Faqih’ Harus Menang

Berdasarkan Dewan Wali Iran, ada enam kandidat presiden yang lolos kualifikasi perebutan kursi kepresidenan dalam pemilu Iran tahun ini. Para capres itu antara lain petahana Presiden Hassan Rouhani, petahana Wakil Presiden Eshaq Jahangiri, Ebrahim Raisi yang merupakan pemimpin organisasi sosial Astan Quds Rasavi, Wali Kota Teheran Mohammad Bagher Ghalibaf, Mostafa Mir-Salim, dan Mostafa Hashemitaba.

Kamis, 18/05/2017 15:15 0

Suriah

Sudah Tak Ada Rumah Sakit, Dokter di Idlib dan Hama Datangi Pasien

Jet tempur Rusia dan Suriah sengaja menghancurkan seluruh rumah sakit di pedesaan Idlib selatan dan pedesaan Hama utara beberapa waktu terakhir. Meski sebagian rumah sakit itu dibangun dengan posisi di bawah tanah, kebrutalan jet Rusia dan Suriah tak mampu menghindarkan seluruh rumah sakit yang melayani 300 jiwa itu dari kehancuran.

Kamis, 18/05/2017 14:35 0

Opini

Apa Kabar Tuduhan Makar?

Karena pada dasarnya, tuduhan makar ini jika tidak dijelaskan oleh pemerintah, maka akan terus menjadi pasal karet dan tergantung keinginan penguasa, yang nanti pada akhirnya penguasa akan terus melakukan Abuse Of Power dalam menggunakan pasal makar ini.

Kamis, 18/05/2017 13:10 0

Amerika

Kongkalikong Donald Trump dengan Rusia Akan Diselidiki

Departemen Kehakiman AS menunjuk seorang mantan kepala FBI sebagai penasihat khusus untuk memimpin penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan 2016 dan kolusi dengan tim Donald Trump.

Kamis, 18/05/2017 11:46 0

Eropa

Di Negara Ini, Membagi-bagikan Al-Qur’an Dilarang

Pemerintah Austria mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan burqa bagi Muslimah. Selain itu, peraturan yang dikeluarkan hari Selasa (16/05) ini juga melarang penyaluran Al-Qur'an di muka umum.

Kamis, 18/05/2017 11:18 0