... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dikabarkan Pergi dari Malaysia, Dimana Zakir Naik Saat Ini?

Foto: Dr Zakir Naik dan bendera Malaysia

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Pakar perbandingan agama, Dr Zakir Naik dikabarkan telah meninggalkan Malaysia. Hal itu disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi saat menerima delegasi dari Maicci.

Associated Indian Chamber of Commerce and Industry (Maicci) beberapa hari yang lalu mengirim delegasi kusus untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi. Dalam pertemuannya, Maicci menuntut agar pemerintah Malaysia segera mendeportasi Zakir Naik.

Akan tetapi laman Free Malaysia Today pada Rabu (16/05) menyebutkan, Zahid telah mengabarkan kepada delegasi tersebut bahwa dai internasional itu sudah tidak berada di Malaysia. Keberadaannya pun saat ini tidak diketahui.

Laman MalaysiaKini menduga Zahid hanya berpura-pura tidak mengetahui. Pasalnya, Zakir Naik bukanlah orang biasa dan tidak hanya sekali ke Malaysia. Selain itu, Malaysia juga sudah memberikan status penduduk tetap kepadanya.

Sebagaimana diketahui, dua perintah penangkapan telah dikeluarkan oleh otoritas India terhadap Zakir Naik. Berbagai tuduhan tak mendasar dijeratkan kepadanya. Bahkan, Interpol diminta untuk menjemput Zakir Naik dari luar negeri.

 
Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: MalaysiaKini, Free Malaysia Today

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pendukung Ahok Minta UU Penodaan Agama Dicabut, KSHUMI: Anti-Kebhinekaan

Dua oknum pro-Ahok, Gita Putri Damayana dan Gita Syahrani membuat petisi agar pasal 156a tentang penodaan agama dicabut.

Jum'at, 19/05/2017 00:38 0

Indonesia

Makanan Rutan Sebabkan Al Khaththath Jatuh Sakit

Sejak dipenjara, pola makanannya tak bisa terkontrol. Mengingat, terbatasnya menu dan minimnya jatah makan di Rutan Mako Brimob.

Kamis, 18/05/2017 23:58 0

Indonesia

Meski Telah Minta Maaf, Ketua PMII Tetap Dihukum Adat

Wakil Ketua Adat Kota Palu, Arifin Sunusi menyatakan bahwa menerima permohonan maaf atas pernyataan Ketua Umum PB PMII Aminudin Ma’ruf saat sambutannya pada pembukaan kongres PMII, Selasa lalu.

Kamis, 18/05/2017 23:15 0

Indonesia

Sebut Sulteng Pusat Islam Radikal, Ketua PMII Akhirnya Minta Maaf

Permohonan maaf disampaikan langsung dihadapan masyarakat dan tokoh-tokoh adat setempat di Masjid Agung Darussalam, Palu usai Sholat Maghrib, Rabu (17/05)

Kamis, 18/05/2017 22:07 0

Indonesia

Perjuangan Berat Ummu Hafiz Upayakan Perawatan Medis Bagi Muhammad Al Khaththath

Upaya izin untuk perwatan medis dilakukan sejak siang sampai malam hari

Kamis, 18/05/2017 21:47 0

Indonesia

Sakit Parah di Tahanan Mako Brimob, Begini Kondisi Muhammad Al Khaththath

Istri Al Khaththath, Ummu Hafiz juga meluruskan informasi yang menyebut Al Khaththath terus menerus buang air besar (BAB)

Kamis, 18/05/2017 21:19 1

Indonesia

Istri Al Khaththath: Sejak Rabu Malam Ustadz Muntah-muntah, Shalat Pun Tiduran

Tensinya tinggi, kepalanya pusing, dan ke kamar mandi pun harus dipapah

Kamis, 18/05/2017 20:51 0

Indonesia

Polisi Didesak Tak Pilih Kasih Sikapi Kasus Makar

Ketua Kesatuan Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan mengatakan bahwa isu 'Minahasa Merdeka' adalah ujian bagi Polisi untuk bersikap konsisten. Chandra menilai, indepedensi polisi sangat diperlukan.

Kamis, 18/05/2017 18:00 0

Indonesia

Dukungan untuk Ahok Dinilai Sudah Capai Tahap Radikal

Terlebih, dengan adanya aksi 1.000 lilin dukungan untuk Ahok, ia menganggap hal itu sebagai bibit radikal yang nyata. Karena banyak rambu-rambu dilanggar dalam aksi yang belakangan berakhir ricuh di bebarapa tempat ini.

Kamis, 18/05/2017 17:11 0

Indonesia

Seruan “Minahasa Merdeka” Patahkan Tuduhan Makar Terhadap Aksi Bela Islam

Ketua Kesatuan Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa seruan 'Minahasa Merdeka' membantah umat Islam lah yang makar. Sebab, selama ini tuduhan makar hanya ditujukan pada umat Islam.

Kamis, 18/05/2017 17:00 0