... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sudah Tak Ada Rumah Sakit, Dokter di Idlib dan Hama Datangi Pasien

Foto: puing-puing rumah sakit yang hancur ditargetkan jet tempur rezim

KIBLAT.NET, Idlib – Jet tempur Rusia dan Suriah sengaja menghancurkan seluruh rumah sakit di pedesaan Idlib selatan dan pedesaan Hama utara beberapa waktu terakhir. Meski sebagian rumah sakit itu dibangun dengan posisi di bawah tanah, kebrutalan jet Rusia dan Suriah tak mampu menghindarkan seluruh rumah sakit yang melayani 300 jiwa itu dari kehancuran.

Akan tetapi, kondisi tersebut tak membuat pekerja medis di wilayah oposisi itu berhenti bekerja. Dengan segala keterbatasan, para pekerja medis mendatangi pasien-pasien ke rumah-rumah warga.

Kepada portal Arabi21.com pada Rabu (17/05), dr. Rasyid Al-Ahmad menuturkan bahwa hancurnya fasilitas medis akibat serangan jet Rusia dan Suriah dan tewasnya banyak pekerja medis membuat kami bekerja keras mencari solusi dan alternatif. Kami mencoba membangun rumah sakit yang aman namun belum mampu mewujudkan hal itu karena serangan udara massif masih terjadi.

Akhirnya, lanjut dokter tersebut, kami menawarkan pelayanan medis kepada warga di rumah-rumah mereka. Kami mengambil keputusan ini setelah menyaksikan warga sulit mencapai pusat-pusat medis karena perjalanan yang sangat jauh. Bahkan, di antara mereka harus menempuh perjalanan sejauh 50 kilometer untuk mendatangi dokter.

Ahmad bersama teman seprofesi memulainya dengan mengunjungi rumah-rumah warga. Dengan cara ini, kata Ahmad, kami bisa menjangkau sebanyak mungkin warga yang sakit dan luka-luka dengan meriksa mereka di mobil ambulan. Wilayah operasi di pedesaan Hama utara dan Idlib selatan. Tim hanya mampu sebatas memberi perawatan pertawan dan merawat korban luka.

“Karena keterbasan, kami tidak melakukan operasi besar atau merawat pasien dengan penyakit berat. Untuk kondisi semacam itu kami berkoordinasi dengan organisasi ambulan untuk membawa mereka ke rumah sakit besar di perbatasan dengan Turki,” ujar Ahmad.

Ia pun mendesak internasional dan organisasi yang memperhatikan masalah kemanusiaan memperhatikan kesulitan yang dialami warga di pedesaan Hama utara dan pedesaan Idlib selatan. Kesepakatan penurunan serangan yang ditandatangani di Astana harus dimanfaatkan untuk kembali membangun rumah sakit-rumah sakit yang hancur.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Arabi21.com

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

MUI: Polisi Tidak Seimbang Menghukumi Pelaku Makar

Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ikhsan Abdullah menyatakan bahwa seruan "Minahasa Merdeka" adalah sebuah ancaman nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karenanya kepolisian harus bertindak tegas.

Kamis, 18/05/2017 13:50 0

Opini

Apa Kabar Tuduhan Makar?

Karena pada dasarnya, tuduhan makar ini jika tidak dijelaskan oleh pemerintah, maka akan terus menjadi pasal karet dan tergantung keinginan penguasa, yang nanti pada akhirnya penguasa akan terus melakukan Abuse Of Power dalam menggunakan pasal makar ini.

Kamis, 18/05/2017 13:10 0

Indonesia

UU Larangan Penodaan Agama Jangan Dihapus, Ini Fungsinya Menurut Jazuli Juwaini

Sejumlah pihak mendesak untuk menghapus pasal larangan penodaan agama karena dianggap mengekang kebebasan. Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menilai bahwa desakan untuk menghapus pasal penodaan agama tidak sejalan dengan semangat penghormatan terhadap agama di Indonesia.

Kamis, 18/05/2017 12:20 0

Indonesia

Jika Banding Hanya untuk Ahok, Itu Diskriminatif

Banding yang dilakukan jaksa kasus Ahok menjadi perhatian anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani. Ia menegaskan, jika banding hanya diajukan dalam kasus Ahok, menurutnya hal itu termasuk diskriminatif.

Kamis, 18/05/2017 10:41 0

Indonesia

Komisi Hukum MUI: Minahasa Merdeka Tak Lepas dari Pembiaran Separatisme Papua

"Karenanya, pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal ini adalah kepolisian harus segera menindak dan mengambil langkah tegas. Karena jika dibiarkan, perilaku ingin merdeka ini bisa menular," ujar KH. Ikhsan Abdullah.

Kamis, 18/05/2017 10:10 0

Indonesia

Kemenag Gelar Sidang Isbat Ramadhan 1438 H pada 26 Mei

Sidang akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI

Kamis, 18/05/2017 09:22 0

Indonesia

Komisi III DPR: Banding Jaksa Kasus Ahok Perlu Dikritisi

Tidak pernah ada jaksa banding karena hukumannya lebih berat dari tuntutan

Kamis, 18/05/2017 08:34 0

Opini

Jaminan Istimewa Wagub Djarot untuk Ahok, Sebuah Anomali Penegakan Hukum

Adanya penyataan jaminan dari pejabat Negara “dapat dianggap” sebagai dukungan kepada seseorang yang didakwa melakukan kejahatan mengganggu ketertiban umum

Rabu, 17/05/2017 20:02 0

Indonesia

Tak Lengkap, Berkas Perkara Habib Rizieq Dikembalikan ke Polda Jabar

Berkas perkara kasus dugaan penodaan lambang negara yang menjerat Habib Rizieq Shihab dikembalikan ke Poda Jawa Barat, atau yang dikenal P19. Kapala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi, menjelaskan bahwa berkas belum lengkap.

Rabu, 17/05/2017 18:00 0

Indonesia

Akademisi: Pernyataan Aminuddin Ma’ruf Cederai Warga Sulteng

“Seharusnya seorang ketua mestinya membuat pernyataan dalam membawa kata sambutan. Harusnya pernyataan tersebut harus dilengkapi data atau riset yang pernah dilakukan,” Kata Rusmawaty kepada Kiblat.net saat dihubungi via WA pada Rabu (17/5).

Rabu, 17/05/2017 17:10 0