... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Khamenei: Tak Penting Siapa Jadi Presiden Iran, ‘Wilayatul Faqih’ Harus Menang

Foto: Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei

KIBLAT.NET, Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa tidak penting siapa yang akan menjadi presiden setelah pemilihan presiden Iran pada Jum’at esok. Dia meyakini, yang terpenting bahwa sistem ‘Wilayatul Faqih'(dimana imam Syiah yang dianggap memegang kekuasaan pemerintahan dan agama) harus berjalan dengan meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam pemungutan suara.

“Pada akhirnya, seorang kandidat akan memperoleh suara mayoritas dan menang, namun pemenang sesungguhnya dalam proses ini, terlepas dari siapa yang memenangkan mayoritas suara, adalah orang-orang Iran. Dan pemenang utamanya adalah Rezim Republik ‘Islam’, ” katanya dalam sebuah pidato pada Rabu (17/05) yang diutip kantor berita Tasnim Iran.

Khamenei lalu mengkritik persaingan antar kandidat satu sama lain selama perdebatan dan bagaimana mereka mengekspos kasus-kasus korupsi. Ia menambahkan bahwa setiap orang harus mematuhi hukum dan disiplin dalam proses pemilihan.

Pemimpin tertinggi Iran ini juga memperingatkan kerusuhan selama pemilihan, dengan mengatakan, “Kemungkinan seseorang akan mencoba melanggar hukum, namun kami percaya pada kapasitas sistem keamanan kami.” “Kita harus berhati-hati, karena rakyat Iran memiliki begitu banyak musuh,,” imbuhnya.

Berdasarkan Dewan Wali Iran, ada enam kandidat presiden yang lolos kualifikasi perebutan kursi kepresidenan dalam pemilu Iran tahun ini. Para capres itu antara lain petahana Presiden Hassan Rouhani, petahana Wakil Presiden Eshaq Jahangiri, Ebrahim Raisi yang merupakan pemimpin organisasi sosial Astan Quds Rasavi, Wali Kota Teheran Mohammad Bagher Ghalibaf, Mostafa Mir-Salim, dan Mostafa Hashemitaba.

Namun sejumlah media lokal melaporkan, pertarungan pemilihan presiden kali ini akan tertuju pada pertarungan sengit antara dua capres terfavorit yakni Rouhani dan Raisi, setelah sejumlah kandidat mengundurkan diri. Di sisi lain, Khamenei melihat pemilihan sebagai pembaharuan kesetiaan masyarakat terhadap ideologi Wilayatul Faqih.

Reporter: Ibas Fuadi
Sumber: Al-Arabiya

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

MUI: Polisi Tidak Seimbang Menghukumi Pelaku Makar

Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ikhsan Abdullah menyatakan bahwa seruan "Minahasa Merdeka" adalah sebuah ancaman nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karenanya kepolisian harus bertindak tegas.

Kamis, 18/05/2017 13:50 0

Opini

Apa Kabar Tuduhan Makar?

Karena pada dasarnya, tuduhan makar ini jika tidak dijelaskan oleh pemerintah, maka akan terus menjadi pasal karet dan tergantung keinginan penguasa, yang nanti pada akhirnya penguasa akan terus melakukan Abuse Of Power dalam menggunakan pasal makar ini.

Kamis, 18/05/2017 13:10 0

Indonesia

UU Larangan Penodaan Agama Jangan Dihapus, Ini Fungsinya Menurut Jazuli Juwaini

Sejumlah pihak mendesak untuk menghapus pasal larangan penodaan agama karena dianggap mengekang kebebasan. Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, menilai bahwa desakan untuk menghapus pasal penodaan agama tidak sejalan dengan semangat penghormatan terhadap agama di Indonesia.

Kamis, 18/05/2017 12:20 0

Indonesia

Jika Banding Hanya untuk Ahok, Itu Diskriminatif

Banding yang dilakukan jaksa kasus Ahok menjadi perhatian anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani. Ia menegaskan, jika banding hanya diajukan dalam kasus Ahok, menurutnya hal itu termasuk diskriminatif.

Kamis, 18/05/2017 10:41 0

Indonesia

Komisi Hukum MUI: Minahasa Merdeka Tak Lepas dari Pembiaran Separatisme Papua

"Karenanya, pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal ini adalah kepolisian harus segera menindak dan mengambil langkah tegas. Karena jika dibiarkan, perilaku ingin merdeka ini bisa menular," ujar KH. Ikhsan Abdullah.

Kamis, 18/05/2017 10:10 0

Indonesia

Kemenag Gelar Sidang Isbat Ramadhan 1438 H pada 26 Mei

Sidang akan digelar di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI

Kamis, 18/05/2017 09:22 0

Indonesia

Komisi III DPR: Banding Jaksa Kasus Ahok Perlu Dikritisi

Tidak pernah ada jaksa banding karena hukumannya lebih berat dari tuntutan

Kamis, 18/05/2017 08:34 0

Opini

Jaminan Istimewa Wagub Djarot untuk Ahok, Sebuah Anomali Penegakan Hukum

Adanya penyataan jaminan dari pejabat Negara “dapat dianggap” sebagai dukungan kepada seseorang yang didakwa melakukan kejahatan mengganggu ketertiban umum

Rabu, 17/05/2017 20:02 0

Indonesia

Tak Lengkap, Berkas Perkara Habib Rizieq Dikembalikan ke Polda Jabar

Berkas perkara kasus dugaan penodaan lambang negara yang menjerat Habib Rizieq Shihab dikembalikan ke Poda Jawa Barat, atau yang dikenal P19. Kapala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi, menjelaskan bahwa berkas belum lengkap.

Rabu, 17/05/2017 18:00 0

Indonesia

Akademisi: Pernyataan Aminuddin Ma’ruf Cederai Warga Sulteng

“Seharusnya seorang ketua mestinya membuat pernyataan dalam membawa kata sambutan. Harusnya pernyataan tersebut harus dilengkapi data atau riset yang pernah dilakukan,” Kata Rusmawaty kepada Kiblat.net saat dihubungi via WA pada Rabu (17/5).

Rabu, 17/05/2017 17:10 0