Kurdi Suriah Tunggu Bantuan Senjata AS untuk Awali Perang Raqqah

KIBLAT.NET, Raqqah – Aliansi pasukan Kurdi Suriah mengatakan operasi pembebasan kota Raqqah dari Daulah Islamiyah (ISIS) menunggu bantuan senjata yang sudah dijanjikan Amerika Serikat. Menurut rencana, operasi akan dimulai pada awal musim panas mendatang (sekitar bulan Juni).

“Pasukan kami menunggu pasokan senjata yang mencakup kendaraan lapis baja dan melakukan persiapan untuk meluncurkan perang terbesar menghadapi ekstremis di Irak dan Suriah (ISIS),” kata panglima aliansi milisi Kurdi Suriah, Abdul Qadir Hveddle, seperti dilansir Reuters Arabic, Jumat (12/05).

Dia enggan mengungkap tanggal pastinya operasi militer di Raqqah. Waktunya sudah dekat dan kemungkinan besar awal musim panas.

“Awal masuk ke kota, tentu saja, kita harus mendapat apa yang sudah dijanjikan berupa dukungan berbagai jenis senjata atau kendaraan lapis baja atau lainnya,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa bantuan yang sudah disepakati AS sampai saat ini belum diterima pasukannya. Namun dia yakin bantuan itu tiba dalam waktu dekat.

Seperti diberitakan, Presiden AS Donald Trump beberapa hari lalu menyetujui mempersenjatai milisi Kurdi di Suriah untuk memerangi ISIS. Kurdi menyambut dengan suka cita hal itu, di sisi lain Turki murka. Ankara menekankan bahwa mempersenjatai Kurdi sama saja melukai bersahabatan yang selama ini terjalin.

Turki sendiri telah memasukkan Kurdi Suriah ke dalam daftar teroris negara. Hal itu karena suku tersebut beberapa kali melancarkan serangan bom di Turki dan berupaya mendirikan negara dengan mencaplok kedaulatan negara tersebut.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Reuters Arabic

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat